Cinta maya

Cinta maya
Bab 3


__ADS_3

Keempat anak itu termasuk gua masuk rumah duluan dengan ucap salam yang diikuti Lia,Oki dan Sandi. Dan Sandi tidak habis fikir. Berjalan sambil menggeleng-gelengkan kepala dengan menatap atas rumah megah itu.


"Assalamualaikum!" Ucap Maya sambilmencium tangan mamanya.


"Ma ini teman Maya mau belajar kelompok disini boleh kan?" Ucap Maya kepada Mamanya.


"Boleh saja,ajak masuk sana teman-temanmu itu". Jawab mama Maya yang sombong dan ketus itu.


"Siap ma, makasih mama sayang." Seraya mencium pipi mamanya.


"Eeh kenapa bengong disitu, sini ayok masuk."Ajak Maya kepada teman-temannya sambil berjalan menuju halaman belakang rumah yang nampak asri sejuk dengan banyak pohon dan tumbuhan disana seperti taman kota.Mereka pun duduk di kursi taman yang ada dibawah pohon.


"Bii...buatin minum dan bawakan camilan untuk teman saya." Teriak Maya sambil berjalan meninggalkan teman-temannya menuju kamar untuk mengambil keperluan kerja kelompok.


"Baik non." Balas bi siti tapi Maya memanggilnya bi Itis. Iya kan kalo dibaca dari belakang jadi itis.Bibi hanya pasrah saat dipanggil Maya seperti itu dan menerimanya dengan senang hati.


Sambil menunggu Maya.Lia,Oki dan Sandi pun bercakap-cakap.


"Eehh gila yak,rumah Maya kayak istana rumah gua aja kalah ." Ucap Oki dengan wajah herannya.


"Apalagi dengan gua,yang tak ada bandingannya dengan rumah Maya." Ucap Sandi.


"Kalian ini pada katrok yak, yang namanya pengusaha terkaya uya gitu lah, apalagi baru saja pindah dari Singapur. Jelas orang tua Maya kaya melintir."Ucap Lia dengan sok tau nya.


Tiba-tiba Maya datang dengan membawa semua kebutuhan kerja kelompoknya.


"Kalian ngapain, pada ngomongin gua ya? Gue merasa mata gue kedip-kedip sendiri saat dikamar pasti ada yang gosipin gue nih!" Ucap Maya dengan nada candanya dan ketawanya yang manis bak putri raja.


"Gak kok May, kita kagum aja dengan rumahmu yang semegah istana putri cinderela."Ucap Lia


"Apaan sih, biasa saja kalee. Lagian nih tuh punya bokap nyokap gua, gua hanya numpang disini.Hahaha.." Jawab Maya rendah diri.


"Sama saja tauu..." Ucap Lia sambil memencet hidung Maya.


"Aahhh sudah sudah jadi kerja kelompok apa terus gosipin gua nih?" Tanya Maya


"Eehh iya ayok segera kita kerjakan, harus selesai hari ini ya! karena sudah besok nih tugas dikumpulkan!" Ucap Sandi.


"Ok..." ucap Maya,Lia dan Sandi.


Setelah tugas selesai yang lain pada membereskan barang-barang Sandi melamun tanpa sadar sambil memandang dalam wajah Maya.

__ADS_1


"Gua dibandingkan dengan kluarga Maya kayak kutil yang jatih dijalanan yak, jauh banger perbedaannya.Brarti gua harus sadar diri, mana mungkin Maya mau nerima gua,apalagi kalo tau gua miskin pasti dia gak mau berteman denganku. Sadar tolil sadar, dia ndak sebanding dengan kamu, dia cantik kaya lagi.Buanglah jauh-jauh perasaanmu itu." Ucap batin Sandi.


"TOLIILEETTTT....TOLLIIIILEETT..." Teriak Maya dikmtelinga Sandi yang membuyarkan lamunannya.Dan yang lain hanya tertawa sambil beres-beres mau pamit pulang.


"Woy nglamun apa woh, jatuh syukurin tuh!" Ucap Maya ngeledek Sandi.("Lo kalau ngelamun tambah manis,Sandi." Ucap batin Maya)


"Eehhmm ndak apa-apa gue." Jawab Sandi gugup.


"Eehh lo mau pulang bareng gua apa ndak?"Tanya Oki.


"Ndak usah Ki, kalian duluan saja, nanti pulang sendiri saja rumah gua gak jauh jauh amat dari sini kok." Jawab Sandi.


"Gua tinggal dulu yak" Pamit Oki dan Lia.


Iya Oki dan Lia memang pacaran sejak kelas 2 SMA tapi yak gitu mereka sering berantem gak jelas kayak anak-anak SD.


"May, terimakasih atas kemarin yak!" Ucap Sandi dengan manisnya.


"Terimakasih atas apa San?" Maya pura-pura ****


"Iihh kamu tuh pura-pura lupa, kamu kan udah bayarin angkot gue kemarin." Jawab Sandi dengan wajah tertunduk.


"Hahaha... iya ya. Santai saja karena kemarin gak ada kembaliannya jadi buat kamu saja deh" Ucap Maya santai.


Kamu jangan kepedean dulu San, mana mungkin cewek secantik Maya suka kamu. Dasar taik onta. Ucap batin Sandi.


"San,nanti malam kamu sibuk gak?" Tanya Maya


"Enggak, gua slalu santuy dirumah.Kenapa atuh?" Jawab Sandi


"Gue pengen kerumahmu ngajak dinner." Ucap Maya


Sandi yang minum pun langsung tersedak mendengar ucapan Maya


Bbyyuuurrr...


"Eehh lo kenapa? Aduhh minum-minum!" Ucap Maya perhatian sambil meletakkan gelas kebibir Sandi. Dan mereka saling bertatap muka.


(Aduh perhatiannya nih cewek mana mungkin gue bisa buang jauh jauh perasaan gue,batin Sandi)


(Ini anak orang apa pangeran turun dari langit yak, kok cakep bener.Batin Maya)

__ADS_1


Dag...Dig...Dug...Dor...


"MAYA..." Teriak mama Maya dari dalam. Dan membuat Sandi bergegas pulang.


"Gimana nanti malam San?"


"Gua tunggu dirumah" Sambil berlari keluar rumah.


"Yeessss akhirnya jalan sama cowok cakep." Maya loncat-loncat kegirangan


"Maya kamu ndak apa-apa kan? Anak mama waras ndak gila kan?" Tanya mama Maya berjalan menghampiri Maya.


"Iya waras lah mah, masak anak sendiri dikira gila!" jawab Maya kesel.


"Teman kamu sudah pulang semua?" Tanya mama Maya yang duduk disamping Maya.


"Sudah ma kenapa?" Tanya Maya sewot


"Teman kamu yang dua bersih,kenapa yang satu lagi dekil kek anak melarat gitu? Mama gak suka ya kalau kamu deket-deket orang melarat nanti kamu ikut melarat juga." Tanya mama Maya yang sombong membuat Maya marah dan semakin kesel karena yang dimaksut dekil itu Sandi. iya meskipun pakaiannya dekil tapi dia kelihatan masih cakep kok. Suer dah!


"Apaan sih mama ini. Maya berteman dengan semuanya dan tak pernah beda-bedain kaya miskin itu sama aja yang penting mereka buat Maya nyaman dan bahagia itu pun cukup ma." Ucap Maya kepada Mamanya sambil berjalan membawa barang-barang kerja kelompok tadi.


"Iya jelas beda lah sayang.Kita tak sederajat dengan orang miskin melarat kek gitu. Pokoknya mama gak setuju kamu maen sama anak dekil itu!" Jawab Mama Maya dengan sombong


"Maya gak peduli yang penting Maya seneng berkawan dengan mereka." Berlari menuju kamar besar milik Maya dan mengunci kamar itu.


BRRUUUUUAAAKKKK....


Terhisak-isak sambil meluk bantal empuk kesukaannya.


"Mama selalu gitu, selalu mengekang aku. Sandi kan orangnya baik hati. Aku suka sama Sandi ma. Kenapa malah Mama ngelarang aku berteman dengan Sandi.Mama jahat." Omel Maya sambil memukul-mukul guling besar itu.


DDRRRRTTT.....DDRRRRTTTT.....


Bunyi Telphon Maya


08234xxx : "Nanti malam jadi gak? #Sandi"


Maya :"Tentu dong, nanti gue jemput kerumah lo. Btw, kirimin alamat rumah lo!"


Sandi :"Ok👌" mengirim lokasi rumahnya.

__ADS_1


"Ini mah deket berada dikampung belakang rumah." Ucap Maya sambil melihat peta yang baru dikirim Sandi.


__ADS_2