Cinta maya

Cinta maya
Bab 19


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Maya pagi ini akan menelpon tantenya untuk mengetahui keadaan disana. Saat menelpon, tak disangka Arman sangat marah. Arman tak mau Maya menghubungi keluarganya lagi. Maya sekarang hanya milik Arman. Sungguh egois kan.


Maya : Tuutt....Tuuttt...Tuuttt....(Menelpon Tante dengan semangat 45)


Tante : "Hallo, Assalamualaikum...Dengan siapa ini?"


Maya :"Waalaikumsalam tante, ini bener dengan tantenya Maya kan?"


Tante :"Ini Maya, ini bener-bener Maya? Tante gak salah denger? Bagaimana keadaan kamu disana nak?" (Seperti tak menyangka)


Maya :"Iya tan ini dengan Maya. Ini bener-bener Maya. Alhamdulillah Maya baik baik saja tan. Bagaimana keadaan keluarga di Indonesia tan? (Semangat berkobar berapi-api)


Tante :"Tante senang dengernya nak, bagaimana pernikahanmu? Apakah kamu bahagia? Jawab yang jujur lho May !"


Maya :"Ternyata tante sudah tau. Maya ba..bahagia kok tan." (Terpaksa berbohong tak mau keluarga mengetahuinya, demi kelancaran rencana)


Tante :"Tante tau dari mama kamu dan tante juga tau bagaimana perasaanmu disana sekarang. Kamu tak bisa membohongi tantemu ini, kao kira tante ini masih anak-anak SD. Keterpaksaanmu pasti membuatmu tertekan."


Maya :"Tante memang benar, maafkan Maya tan ! Ada hal yang ingin Maya lancarkan tan !"


Tante :"Kamu mau rencanakan apa sayang? Bilang ke tante ! Siapa tau tante dan Sandi bisa membantumu "


Mendengar nama Sandi disebut Maya jadi semangat lagi.


Maya :"Hhmm...Sandi...?"


Tante :"Kamu kangen ya sama Sandi?"


Maya :Sebenarnya Maya kangen sekali sama Sandi, tapi apakah Sandi masih mau sama aku, aku sudah tidak perawan lagi mahkotaku idah diambil si brengskk dan sekarang sudah jadi istri orang." (Isi hati Maya berbicara)


Tante :"Hallo May...Kenapa kamu diem? Kamu gak usah bingung. Sandi masih Cinta sama kamu seperti dulu tak berubah sedikitpun rasa cintanya padamu."


Maya :"Bagaimana tante tau hal itu? Tante bak paranormal prefesional saja."


Tante :"Iya tau lah, sekarang Sandi tinggal dirumah tante, tante menyuruhnya....


Tuut...Tuut...Tuu...


Panggilan terputus. Iya itu karena phonsel Maya diambil paksa oleh Arman. Dan Arman menyita phonsel Maya untuk beberapa saat.


Maya :"Iiihh apapaan ini mas? Maya hanya telpon sama tante Maya yang diJogja Maya kangen mas !"


Arman :"Tak ada kangen kangenan, disini kama hanya milikku seutuhnya."(sembari memeluk tubuh Maya dengan paksa)


Maya :"Apaan sih? Mas jahat ! Mas egois ! (Celoteh Maya dengan menghempaskan pelukannya Arman, tapi apalah daya, Arman pria bertubuh kekar dan Maya tak sanggup menghadapinya)


Arman tak menghiraukan ucapan Maya, Arman tetap memeluk erat tubuh Maya. Mayapun meronta ronta ingin lepas dari pelukan tapi Maya tak sanggup melepaskannya.


Arman membawa Maya ke ranjangnya. Mendorong tubuh Maya ke atas ranjang dan dengan sigap Arman menindihkan tubuhnya diatas tubuh Maya. Arman melakukannya dengan sangat kasar seolah olah preman yang mau memperkosa seorang gadis dengan binal.


Tanpa author perjelas readers tau sendiri lah selanjutnya.


Setelah lama berpacu Arman akan sampai klimaksnya tapi hal itu tak sampaik. Karena dengan cepat Maya menyadari dan langsung menghempas lepaskan tubuh Arman.

__ADS_1


Tentu saja hal itu sangat membuat Arman marah. Arman tak sanggup lagi menahan emosinya. Dengan mengumpulkan segenap kekuatannya, Arman menangkap tubuh Maya. Memeluknya dengan erat dan melanjutkan kegiatan tadi sambil berdiri. Selama beberapa menit, akhirnya 2 nyawa itu terbaring lemas ditepi ranjang.


Maya hanya bisa menangis menahan sakit yang amat perih. Kini tak raganya saja yang sakit, batin Maya juga tersiksa sakit sekali rasanya. Ingin sekali Maya melarikan dirinya dari semua takdir ini. Tapi semakin Maya lari semakin kejam pula Arman memperlakukannya.


Melihat Maya menitihkan air mata, Arman memeluknya dengan erat dan menciumnya lagi dan lagi. Meskipun Maya menolaknya tapi Arman tetap melakukannya.


Arman :"Usap air mata palsumu itu sayang, aku sudah membayarmu dengan sangat mahal, kamu harus melayaniku dengan sebaik mungkin, kalau tak, hal ini akan terulang lagi dan lagi dengan penuh paksaan !" (Bisik licik Arman sembari membelai pipi Maya)


Maya hanya bisa menangis dengan kecewa dan rasanya sedih sekali. Hati ini bagai tersayat-sayat, terombang -ambing , tersendat-sendat.


Apanya thor yang tersendat-sendat? Hehehe....Nafas Maya yang tersendat-sendat karena menahan tangisnya.


Kenapa mesti ditahan, keluarkan saja Maya biar kamu puas ya kan?


Nanti nyesel lhoo kalau tersendat-sendat !🀣🀣🀣


TTOOKK...TOOKK...TOOKKK....


Suara pintu membuyarkan suasana. Arman segera memakai celana pendeknya tanpa memakai baju dan membiarkan tubuh sispecnya terlihat. Sementara Maya, hanya dipakaikan selimut badcover.


Arman segera membukakan pintunya. Dan ternyata itu resepsionis yang mengantarkan makan siangnya.


Resepsionis :"Selamat siang tuan. Maaf sudah mengganggu kegiatan tuan. Ini saya mengantarkan makan siang. Apakah ada yang diinginkan tuan lagi?


Arman :"Cukup ini saja. Terimakasih."


Resepsionis :"Sama-sama tuan. Maaf sudah mengganggu kegiatan tuan.Permisi tuan."


Arman langsung menutup pintunya dan mengajak Maya makan siang. Maya tak menghiraukan Arman. Maya tetap menangis meratapi nasipnya yang malang ini.


"Kalau kamu gini terus, tak tau lagi bagaimana nasib Sanjaya yang malang itu !" Ancam Arman.


Mendengar nama papanya disebut, Maya langsung berdiri tegap dan memohon pada Arman agar tidak menyakiti keluarganya. Arman ngomong seperti agar Maya takut padanya dan tunduk pada perintah Arman.


"Aku mohon, jangan sakiti keluargaku. Cukup aku saja yang menderita." Rintih Maya dengan menyatukan telapak tangannya dan bersimpuh didepan Arman.


"Apa-apaan kamu? Berdiri ! Dan cepat makan makanan itu sayang !" (Mengangkat tubuh Maya dan menarik selimut yang dipakai menutupi tubuh Maya)


"Apa yang kamu lakukan?" (Teriak Maya mendapat perlakuan Arman )


"Lakukan saja perintahku, jangan kau pakai bajumu !" (Bisik Arman tepat ditelinga Maya dan membuat Maya merinding)


Maya pun menuruti apa kemauan Arman. Maya makan dengan keadaan membuatnya malu. Arman pun makan dengan lahap sembari memandang Maya tak henti henti.


Sambil Makan, Maya pun memikirkan rencana. Rencana yang cocok untuk Arman. Setelah beberapa detik, muncul ide cermat Maya.


Oke...Dasar pria mesum. Sekarang aku tau rencana apa yang cocok untukmu. Aku akan menuruti kemauan kamu, aku akan membuatmu takluk padaku dan setelah kau bisa kutaklukkan kau akan mudah ku permainkan. Biarlah aku korban jiwaku yang penting tujuanku tercapai. Dasar pria bodoh. (Dalam batin Maya)


Setelah Maya selesai makan. Maya menghampiri Arman yang masih melanjutkan makannya.


Maya :"Mas...Maya minta maaf iya! Karena tadi Maya belum siap, Maya hanya sedang mencoba mengumpulkan segenap jiwa Maya dan mempersembahkannya untuk Mas." (Sambil duduk dipangkuan Arman dan membelai wajah Arman)


Arman :"Berarti sekarang sudah terkumpul, dan kamu sudah siapa kah sayang?"

__ADS_1


Maya tersenyum, yes...kena kau pria brengskk. (Dalam batin Maya)


Maya :"Lanjutkan makanmu aku tunggu disana."


Menunjuk kearah ranjang.


Maya :"Jangan lama-lama mas, ini sudah tak tahan !" (Bisik Maya membuat Arman juga tak tahan)


Arman :Gleeekkk....(menelan ludahnya, tak tahan mendapat godaan Maya)


Mayapun menuju ranjang dan membaringkan tubuhnya menunggu kedatangan Arman yang sebenarnya tak sedikirpun diharapkan oleh Maya.


Tak lama kemudian, Arman berjalan mendekati Maya. Tak lupa Maya mencoba mengeluarkan senyum ala godaannya agar membuat Arman lebih terpikat.


Ayo Maya kamu pasti bisa, ini demi tujuanmu. (Dalam batin Maya)


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


WIU....WIU...WIU....WIU.....WIU.....


SERIUS AMAT BACANYA πŸ˜†...


TAK SABAR YA NUNGGU LANJUTANNYA.


TETAP PANTAU NOVEL "CINTA MAYA".


JANGAN LUPA LIKEπŸ‘


DAN JUGA VOTE NYA πŸ€—πŸ™


TERIMAKASIH....😊😊😊

__ADS_1


ASSALAMUALAIKUM...


__ADS_2