
Mendapat pesan dari sang bodyguard membuat Arman kacau. Meskipun jiwanya berada diruang meeting yang mencengangkan baginya tetapi rohnya pikirannya melayang ke tempat bazar dimana Maya dan para bodyguardnya berada.
Pesan apakah yang membuat Arman tidak fokus dengan meetengnya?
Arman mendapatkan pesan bahwa nona muda tidak lain istrinya Arman atau lebih tepatnya Maya tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa jejak dikerumunan banyak orang.
Tentu saja akan sangat sulit menemukannya. Tak mungkin juga bodyguard memeriksa orang satu per satu karena tempat itu juga sangat penuh pengunjung.
Arman tetap mencoba untuk fokus dan menjalankan meeting ini sampai selesai. Arman juga mencoba agar proyek ini bener bener jatuh ditangan perusahaannya.
Disamping itu, para bodyguard yang tolil tolil sampai toliletnya. Merasa sangat gugup dan takut kalau hal itu belum terselesaikan dan Maya belum ketemu sampai sore nanti. Hal yang terpikir dalam para otak bodyguard itu serempak tak mau jadi korban kekejaman bosnya dan tak mau dipecat.
Para bodyguard saling mencari ke semua penjuru tempat bazar itu. Tapi yang namanya mata manusia ya gitu, tak kunjung menemukan keberadaan Maya.
Para bodyguard itu pun mempunyai ide. Membagi menjadi 2 kelompok. 2 Bodyguard jaga didepan pintu keluar dan 3 bodyguard yang lain termasuk ketua bodyguard melacak keberadaan Maya didalam tempat bazar.
Para bodyguard itu dengan wajah panik, bingung campur aduk pokoknya. Mencari sampai tempat bazar itu akan bener-bener tutup dan bersih dengan orang didalamnya.
Arman dengan wajah yang tentunya tak bisa diprediksi berapa ratus persen luapan emosi kemarahannya menghadapi para bodyguardnya yang tolil tolil itu.Menghampiri tempat bazar.
Arman bener bener siap jika tanpa bidyguard itu. Toh jika ada juga gak pernah ngaruh baginya. Arman kehilangan proyek penting itu dan kehilangan berliannya dengan sekejap gara gara para bidyguar tak berguna.
"Dasar gobl**, kenapa kalian bisa lalai seperti ini ha? Jaga 1 wanita saja kalian tak pecus." Ucapan Arman dengan menggebu gebu dan sesekali menampar meninju memukul bodyguard tolil yang ada didepannya sekarang.
"Aku gak mau tau ! Kalian harus menemulan Maya hari ini juga sebelum matahari terbit. Jika kalian gagal ! Kalian semua akan saya tinggal disini akan saya pecat. Tak tau bagaimana kehidupan kalian kedepannya. Kalian tau?Gara-gara kalian aku jadi gagal mendapat proyek besar."
"Bener-bener tak berguna. Juuuiiihhhh...."
Meludah tepat dimuka ketua bodyguard.
"Mulai hari ini, jam ini, menit ini detik ini dan seterusnya, kalian tak usah menghadap aku lagi. Kalian saya pecat." (Dengan nada yang sangat marah dan langsung meninggalkan tempat itu)
#Flashback
Setelah perjalanan 10 menit. Tibalah Maya dan para bodyguardnya berada dibazar mewah itu. Dengan tak sabar keluar mobil dan langsung masuk kedalam bazar. Diikuti para bodyguard.
Membeli karcis masuk dan Maya berjalan kesana kemari melihat barang barang yang diperjual dibazar itu. Namanya bazar mewah, semua barang yang dijual adalah barang branded.
Maya tertarik pada tas mungil yang imut dan indah dipandang juga modelnya limited. Langsung tanpa pikir panjang Maya membeli tas itu dengan harga 10 juta.
__ADS_1
Tak tau lah bentuknya kek mana. Yang jelas branded cantik pasti mahal. Tentu saja hal itu sangat biasa aja dimata Arman. Uangnya triliunan bray. Tak heran pakai 10 juta buat dia cuma 10 ribu gaes.
Setelah membeli tas, Maya melanjutkan jalan-jalannya. Maya menunggu saat saat para bodyguardnya lengah. Tak disangka, Maya bertemu orang Indonesia. Sama sama orang Indonesia Maya segera memperkenalkan diri bercakap cakap panjang kali lebar kali tinggi.
Namanya Arin. Dia ternyata juga nginap dihotel yang sama. Maya dan Arin pun saling akrab sekarang. Mereka berjalan bersama menelusuri setiap gang - gang bazar.
Mereka berhenti disebuah resto. Mereka memesan biasa aja yaitu burger 2 porsi plus minumnya lemon tea.
Lama bercakap sambil mengunyah makanan tadi. Maya melirik lirik para bodyguard tolil itu ternyata mulai lengah dikerumunan banyak orang.
Maya langsung menyeret tangan Arin agar segera keluar dari tempat itu untuk menghindari bodyguard tadi.
Arin pun menyetujuinya. Tanpa banyak cakap dan banyak tanya mereka keluar dari bazar itu dan langsung meninggalkan bazar itu.
Arin mengajak Maya untuk singgah dikamar hotelnya tanpa ada yang mengetahuinya.
Sampai dikamar Maya pun mencerutakan apa yang sebenarnya terjadi.
Arin yang baik hati itu dengan senang hati dan sukarela mau menulong Maya.
Arin tak tega melihat Maya. Meskipun dia dinikah paksakan dengan pria yang kaya raya tapi tetap saja tak ada kebahagian sedikitpun yang muncul. Karena itu semua bukan kemauan Maya.
Rencana selanjutnya adalah menunggu bodyguard itu enyah dari kehidupan Arman. Setelah mengetahui jika bodyguard itu sudah tak bekerja untuk Arman, Maya akan kembali kepada Arman dengan keadaan acak acakan ala-ala wanita habis disekap. Setelah itu pasti Arman dengan senang mau kembali ke Indonesia.
Arin yang mengetahui rencananya sangat setuju.
Arin :"Good.... Kau pintar sekali May.Semoga berjalan sesuai rencanamu."
Maya :"Terimakasih banyak Rin. Tau gak? Akutuh beruntung banget ketemu kamu, akhirnya aku disini gak sendiri lagi dan ada yang senang hati membantuku, memuluskan rencana ini." (Sesekali memeluk tubuh Arin)
Arin :"Mungkin sudah jalan Tuhan kita bertemu dan sudah takdirmu agar cepat menyelesaikan segala urusanmu ! Oh iya...Jika kamu tadi gak ketemu aku, kamu mau kemana May? Kamu mau pulang ke Indo sendirian?"
Maya :"Gak sih Rin. Aku akan mengikuti langkah kaki ini kemanapun langkah kaki ini berjalan sanggup berjalan." (Sambil malamun)
Arin :"Gila lo... Mana mungkin, kalau hal itu terjadi pasti dengan cepat kamu ditangkap lagi tuh sam bodyguard suamimu."
Maya :"(Bener juga kata Arin yak, gue kok gak terfikirkan kesitu ya) Yang penting sekarang aku bahagia seneng capur aduk pokoknya, karena bertemu orang Indonesia yang cantik baik hati juga sholehah."
Arin :"Kelewatan mujinya May. Udahlah mending kita makan burger tadi lalu kita istirahat. Gue capek keliling bazar tadi."
__ADS_1
Maya :"👌Oke..."
Maya dan Arin menyantap burger tadi tanpa memikirkan bagaimana nasib bodyguard tadi ya. Masa bodoh aja, salah siapa juga suka buntutin orang gak jelas.
Mereka lalu terlelap dalam tidur syantiknya dikasur besar empuk dalam kamar hotel .
#_FLASHBACK OFF
Disamping itu Arman kembali ke kamar hotel dengan wajah muram sedih marah.
Arman tak tau harus mencari Maya kemana lagi. Maya orang baru disini. Pikir Arman, Maya tak akan jauh dari tempat ini. Tapi dimana Maya sekarang?
.
.
.
.
.
.
.
.
Huuhhh... seru juga ngerjain para bodyguard tolil itu. Dengan midah dan tanpa halangan sedikitpun.
LANJUT BACA TERUS EPISODE SELANJUTNYA.
SELALU SETIA PADA NOVEL "CINTA MAYA)
TERIMAKASIH ATAS SEGALA DUKUNGAN DARI KALIAN.
JIKA ADA YANG BELUM LIKE KOMEN VOTE, TETAP AUTHOR TUNGGU.
karena authir tipe cewek setia.☺️😊
__ADS_1
Wassalamualaikum....