Cinta maya

Cinta maya
Bab 25 (Karma)


__ADS_3

Menikmati sarapan yang romantis dengan penuh adegan manis. Setiap wanita pasti ingin mengidamkan kejadian kejadian manis bersama suami tercinta.


Hati Maya tetap saja masih tidak menerima tidak mencintai Arman sang suami meski telah lama bersama. Dengan permulaan pernikahan yang begitu tak diinginkannya, membuat Maya bimbang. Bimbang ragu.... Antara benci dan suka. Masih sebatas suka, belum menginjak ke yang lebih jauh lagi.


Benci karena nikah paksanya, benci karena putus kuliahnya gara-gara nikah, benci karena menikah usia muda. Benci karena sifat kerasnya.


Tetapi, lambat laun hati Maya mulai luluh meskipun cuma 15%. Wanita mana cobak yang gak akan klepek-klepek dengan Arman. Usia tak jadi masalah. Romantisnya dan perhatiannya itu yang membuat setiap wanita bisa dengan mudah didapatkan Arman.


Maya masih tidak terima dengan kelakuan Arman dimasalalunya. Rapuh jika mengingat kelakuannya dengan mama Maya. Sudahlah...Maya tak mau memikirkannya terlalu jauh nanti makin sakit hati. Itu angan-angan yang selalu hadir tanpa diminta tuk hadir. [Mirip kek jalangkung gak May...Gimana rasanya? Berkecambuk gitu...]


Tak ada yang bisa menebak bagaimana perasaan Maya. Yang dilakukan Maya bersabar dan berusaha menuntaskan ujian demi ujian yang terus menerpa dalam kehidupannya. Meskipun Maya terlalu tercukupi kebutuhan hidupnya, tapi itu tak menjamin kebahagiaan dihatinya.


Semewah apapun hidangan makan, seromantis apapun suasananya dan semanis apapun adegannya masih terasa hampa. Bahagia cuma luarnya. dalam lubuk hati yang terdalam, siapa yang bisa menebak.


Selesai makan, Maya izin untuk beristirahat. Arman pun setia menemaninya. Tidur disamping Maya. Karena tubuh Maya yang capek kepura-puraannya Mayapun tertidur pulas. Sentuhan dan pelukan hangat Arman tak terlepas ditubuh Maya.


Sampai siang hari dengan terik panas matahari, 2 roh 2 jiwa 2 raga itu tertidur. Mungkin bermimpi indah. Bagi Arman karena Maya yang sangat disayanginya telah kembali. Arman memilih untuk tidak membahas masalah kehilangan Maya, Karena Arman tidak mau Maya depresi merakanan keterpurukannya saat jauh dari Arman. Itu pendapat Arman.


Maya terbangun. Ingin rasanya menghempaskan tangan kekar berotot yang dulunya penuh dosa itu. Dulu ya... Kalau sekarang gimana? aahh... Masa bodoh... Dosa-dosa dia sendiri ya kan. Orang lain mana peduli. Ada sih yang peduli sama dosa orang, buktinya terus saja jadi bahan gosipan. Tandanya orang itu peduli dengan dosa kita. Ya gak sih...


Tau tau kenapa badan Maya sangat lemas untuk menghempaskan tangan itu. Mayapun merasa sangat pusiang. Atap kamar kek baling-baling yang terus berputar kencang. Maya memilih memejamkan matanya.Tetapi lagi-lagi ranjangnya seakan tergoyang juga.


"Kenapa ini...? Apa yang terjadi denganku? Apa ini karmaku yang telah berpura-pura didepan suami? Aaahh... Ampuni saya Tuhan...!" (Menjerit dalam hati)


Maya teringat tausiah seorang ustad.


"Janganlah engkau para istri berbuat dosa pada suamimu , dosa besar engkau istri."

__ADS_1


"Mungkin ini karmaku. Aku telah berpura-pura dan sekarang kenyataan terjadi padaku."


"Om...Om...Om..Bangun.." (Kok aku manggil Om sih... diakan suamiku. Maaf lupa)


"Mas...Mas...Mas...Bangun.."


Seru Maya sambil mencubit - cubit tangan Arman.


Arman yang seperti tak merelakan mimpi indahnya terselesaiakan, tetapi dengar suara Maya Arman sontak terperanjak dari tidurnya.


Tetap memejamkan matanya, "Mas kepalaku sangat pusing, lihat atap kek baling-baling yang berputar sangat kencang !"


Arman segera mengecek kening Maya.


"Kamu demam sayang."


Dengan sigap Arman menghubungi dokter terdekat agar segera datang memeriksa Maya.


"It's just a common fever." Said the doctor.


"Ini hanya demam biasa." Ucap dokter.


"How about just a normal fever, he was very hot and he said dizzy. Seeing the roof was spinning. Try to check the right." Arman answered, worried that Maya didn't want him to feel okay.


"Bagaimana hanya demam biasa, badanya panas sekali dan katanya pusing. melihat atap terasa berputar putar. Coba periksa yang benar." Jawab Arman khawatir bernada emosi tak mau Maya kenapa napa.


"Calm down sir, that's the usual symptom. I give you a fever-reducing medicine and dizziness reliever. Take paracetamol 3 times a day after meals and take the headache relief 2x a day after eating. Give this medicine until it's completely healed, sir ..!"

__ADS_1


"Tenang pak, itu gejala seperti biasa. Saya beri obat penurun panas dan pereda pusing. Paracetamol diminum 3x sehari setelah makan dan pereda pusingnya 2x sehari setelah makan. Beri obat ini sampai benar benar sembuh ya pak..! "


"Hhmmm ... Fine ... I'll give it regularly. Thank you doctor." Arman answered


"Hhmmm... Baik... Akan saya berikan secara rutin. Terimakasih dokter." Jawab Arman


" You're welcome sir, excuse me. Hopefully the child gets well soon. "


"Sama-sama pak, saya permisi. Semoga anaknya segera sembuh."


"She's my wife, don't be weird!"


"Dia istri saya, jangan aneh-aneh kau! "


"Oohh... I am sorry.... Excuse me..Good evening pak." pamit sang dokter takut.


Arman merawat Maya lebih perhatian lagi. Setelah kejadian itu, Arman bersikap layaknya laki-laki normal kepada istri tercintanya.


Maya sedikit menyesal. Kenapa harus menyesal. Biarin dia merasakan apa yang telah dilakukannya dimasa lalu. Menurutku itu belum seberapa. Mingkin masih 2% nya dari kesalahan demi kesalahan yang telah dia lakukan.


LANJUT TERUS READERSKU TERCINTA....


JANGAN BERHENTI MEMBACA NOVEL "CINTA MAYA" INI, KARENA SEMAKIN SERU DAN TAK LUPA SEMAKIN MENGHIBUR KALIAN YANG MEMBACANYA.


TAK LUPA AUTHOR INGIN VOTE KALIAN NIH. AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM UPDATE CERITANYA.


TERIMAKASIH ATAS SEMUANYA YANG SELAMA INI SUDAH SETIA MEMBACA.

__ADS_1


I LOVE YOU BABY...


🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


__ADS_2