Cinta maya

Cinta maya
Bab 20


__ADS_3

Sebenarnya ini semua sama sekali tak diinginkan oleh Maya. Tentu saja membuat Maya terus dalam keadaan terpaksa. Semua demi rencana, hanya rencana.


Sebelumnya Maya bersiap diri menggunakan kontrasepsi. Tentu Maya tak menginginkan Arman menjadi Ayah dari anaknya. Kalaupun Maya hamil, Maya hanya ingin hamil anak Sandi.


Setelah tau dari tante, kalau Sandi masih menyayanginya, Maya jadi punya semangat melawan takdir yang dibuat ini.


Sebenarnya Maya madih penasaran dengan ucapan tantenya, yang katanya mengangkat Sandi sebagai anaknya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Kelanjutan episode yang sebelumnya ya readers. Biar kalian tak penasaran dan ceritanya biar lebih detai tanpa terloncat sedikitpu.😊


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Iya.... Kini Arman sudah ada didekat Maya. Membuat jantung Maya berdetak tak karuan. Bulan karena aliran arus cinta, tapi karena aliran arus terpaksa melawan batin Maya.


Maya segera menyambut kedatangan Arman dengan pelukan hangat. Mungkin suasananya sangat cocok saat ini, karena sedang musim dingin. Ini lebih melancarkan rencana Maya.


Kegiatan itupun terjadi dengan Maya yang menjadi pengendalinya. Arman terlihat sangat puas dan senang. Apa yang diinginkannya terwujudnkan. Arman hanya mengira kalau Maya sudah mulai tertarik padanya dan Maya takut akan ancamannnya itu.


Maya melakulannya dengan sangat lama mungkin 1 jam lebih. Membuat Arman kuwalahan. Maya melakukannya dengan sangat binal. Agar membuat Arman jera, tapi ternyata itu salah. Arman malah senang dan puas melihat tingkah Maya.


Maya juga tak pantang semangat karena ini hanya permulaan.


Arman sudah banyak melakukan ini dengan berbagai macam cewek. Istrinya saja 10 termasuk Maya. Tetapi sembilan istrinya sudah diceraikan secara bersamaan sebelum pernikahannya dengan Maya. Arman merasa bosan dengan sembilan istrinya yang cerewet dan hanya menghabiskan uangnya saja.


Kegiatan Maya dan Arman pun selesai. Tak membiarkan Arman beristirahat dulu, Maya mengajak Arman untuk Mandi bersama. Dan tentu hal itu disetujui Arman dengan semangat. Iya meskipun sebenarnya punggung Arman terasa encok. Hahaha... Tentu sajakan faktor U.


Maya mengetahui itu, tapi denga sengaja Maya melakukan semua ini.


Setelah selesai Mandi, Arman langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur karena sudak tak tahan lagi.


Selesai memakai pakaian, Maya menghampiri Arman. Maya menggoda dan merayu Arman agar phonselnya dikembalikan ke Maya.


Tentu saja hal itu terwujud. Karena Arman tak tahan lagi denga godaan Maya. Denga lemes dan loyo Arman menunjukkan phonsel Maya.


"Ini sayang, tapi janga dipakai untuk menghubungi keluargamu atau temanmu, awas kalau aku sampai mengetahuinya !" (Ucap Arman loyo dan langsung tidur memejamkan matanya)


"Terimakasih suamiku." Cup... (Mencium Arman dan beranjak pergi untuk duduk disofa dekat pintu kamar)


"Mana kamu tau bodoh kalau aku menghubungi keluargaku, kamu sedang tertidur lelap". (Gumam Maya)


Lewat chating whatsapp, Maya menghubungi tantenya menanyakan kelanjutan cerita tadi.


Maya :"Tan ini Maya, maaf tadi ada tragedi sedikit tapi gpp semua sudah teratasi."


Tante :"Tante terus menghawatirkanmu Sayang. Kamu lagi gak bohong kan ! Kamu baik baik saja disana?"


Maya :"Bener , tan. Maya baik baik. Tapi maaf tidak bisa panggilan suara, hanya chating aja. Si Arman yang melarang Maya menghubungi keluarga. Tapi ini Maya sembunyi-sembunyi karena si pria itu sudah bobo nyenyak.


Tante :"Syukurlah kalau begitu. Jaga diri baik baik sayang. Apa rencana yang akan kamu lakukan?

__ADS_1


Maya :"Baik tan. Maya sedang berusaha menaklukkan si pria brengskk itu dan begitu sudah bener bener takluk, Maya dengan lancar mengendalikannnya. 😎 Sip kan tan?


Tante :"Bagaimana kamu melakukannya sayang?"


Maya :"Ada dehπŸ˜‚. Itu rahasia. Ntar kalau sewaktu waktu Maya meminta bantuan tante, tante bersedia kan?"


Tante :"Tentu saja tuan putri."


Maya :"Tan, Maya penasaran cerita yang tadi ! Yang ino noh, Sandi jadi anak angkat tante? Ceritain dong tan !"


Tante menceritakan dari awal Sandi menghampiri bandara dan akhirnya jadi anak angkatnya tante karena tante kagum dengan sifat kebaikan ketulusan dan kesopanan Sandi.


Maya terkejut, tak menyangka kalau cinta Sandi pada Maya sebesar itu. Dan Maya baru tau kalau Sandi bekerja jadi OB untuk bertahan hidup.


Sandi tak bercerita tentang utu karena dia takut kamu khawatir dan sedih.


Tante :"Kamu jangan khawatir ! Sekarang Sandi mulai kuliah di tempat kamu dulu dan dia juga bekerja sebagai sambian serta dia juga membantu bisnis tante. Tante akan membimbing Sandi jadi orang sukses."


Maya :"Tan, apakah Sandi masih mau menerima menunggu Maya meskipun Maya sudah tak suci lagi?πŸ˜”"


Tante :"Kamu jangan sedih, tentu saja Sandi mau menerima segala kekuranganmu. Sandi anak yang setia sedunia. Meskipun banyak cewek cantik yang menggidanya tapi imannya sangat kuat. Jaga dirimu baik baik naka !"


Maya :"Sudah dulu tan, sepertinya Arman sudah mau bangun. Terimakasih atas dukungan tante. Maya sayang tante. Salam kangen untuk Sandi ya tan. Assalamualaikum.."


Maya segera menghapus chatingannya tak tersisa. Dia juga sengaja tak menyimpan nomor tante karena dia sudah hafal.


Setelah selesai menghapus, Maya berpura pura hanya melihat youtube sebagai hiburannya. Hal itu diketahui oleh Arman karena dia sudah bangun dan kini duduk sembari mendekap rapat Maya. Maya tak menghiraukannya tetap cuek dan menikmati video nya.


Sore hari Sandi baru pulang dari kuliahnya. Masuk rumah, mengucap salam, mencium tangan tante dan ibunya dan bersihkan tubuhnya yang terasa banyak keringat menempel.


Sebagai rutinitasnya, selesai mandi dan solat fardu maghrib, Sandi menyempatkan membaca Al-quran dengan suara merdunya dan memahami isi-isi yang terkandung dalam artinya.


Selesai itu semua, Sandi turun dan makan siang bersama tante dan juga ibunya.


Itulah rutinitasnya Sandi selama tinggal bersama tante. Tak banyak cakap tapi banyak bekerja.


Membuat tante dan ibunya semakin bangga dengan Sandi.


Tante :"Sini nak ayo kita makan malam bersama !" (Ucap tante sembari menyajika makanan)


Ibu Ina :"Iya nak, ibu sudah masak makanan kesukaan kamu."


Sandi :"Benarkah, pasti enak tuh buk."


Sandi segera duduk mengambil makanan dan makan dengan lahap. Membuat tante dan Ibu Ina menggelengkan kepalanya dan tersenyum bahagia. Setelah makan Sandi, tante dan juga Ibu Ina bercakap cakap.


Tante :"Oh.. iya... San.. Tadi ada salam kangen dari Maya."


Sandi :Huukk...hukk.hukk...


Ibu Ina :"Eehh ati-ati nak. (Sembari membersihkan makanan dimeja)

__ADS_1


Sandi :"Benarkah tan? Bagaimana keadaan Maya sekarang tan? Apa dia baik-baik saja? Bagaimana tante bisa hubungi Maya?


Tante :"Satu satu dong tanyanya, tante bingung mau jawab yang mana dulu."


Sandi :"Hehehe...Maaf tante. Gimana kabar Maya sekarang?" (Sambil garuk-garuk kepala padahal tak terasa gatal)


Tante :"Alhamdulillah, Maya terlihat sehat-sehat San. Tadi waktu dibutik Maya menelpon tante tapi tak lama telponnya mati karena dimatikan oleh si Arman."


Sandi :"Tapi Maya gak apa-apa kan tan? Pasti disana Maya tidak bahagia dan merasa tertekan.Sandi sangat khawatir tan. Ingin Sandi menghampiri dan membawanya kesini tapi apalah daya."


Tante :"Kamu tenang saja, dia perempuan yang tangguh, dia berusaha menaklukkan Arman agar tunduk patuh pada Maya. Kita doaka saja yang terbaik untuk Maya dan semiga Alloh melancarkan setiap langkah kaki Maya."


Sandi :"Aammiin tan...Sandi slalu mendoakan Maya. Sandi sangat mencintainya. Sandi akan menunggunya. Sandi akan tetap setia pada Maya."


Tante :"Tante bangga denganmu nak."


Ibu Ina :"Iya nak, ibu akan merestui hubungan kalian. Karena nak Maya anak yang sangat baik hati. Semoga Allih segera memberi petunjuk pada nak Maya."


Sandi :"Iya buk... Terimakasih banyak tan. Sandi kekamar dulu karena ada tugas yang harus Sandi selesaikan." (Mencium punggung tangan Ibu Ina dan Tante)


Tante :"Istirahatlah yang cukup jangan terlalu malam begadang." (Sambil mengelus puncak kepala Sandi)


Sandi : "Baik tan. Terimakasih atas perhatiannya. Selamat malam semuanya. Assalamualaikum."


Tante & Ibu Ina :"Waalaikumsalam."


Dan semuanya pun masuk kamar masi-masing untuk beristirahat. Tidak dengan Sandi yang masih mengerjakan tugasnya sampai larut malam dan masih memikirkan Maya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**TERIMAKASIH READERSKU YANG SETIAπŸ™‚


TETAP LIKE πŸ‘ KRITIK MEMBANGUNπŸ“


DAN VOTE YANG BANYAKβ˜ΊοΈπŸ€—πŸ™

__ADS_1


WASSALAMUALAIKUM**...


__ADS_2