
Akhirnya Maya naik angkot dan dia seangkot dengan Sandi.
"Loh Maya, lo naik angkot?" tanya Sandi heran.
"emangnya napa,tadi pagi gue juga berangkat naik angkot." jawab Maya.
"eemm ndak napa sih, tapi enak juga jadi ada temannya pulang, hehehe..." Jawab Sandi cengengesan.
merekapun bercanda tawa didalam angkot, dan tidak sadar telah melewati rumah Maya.
"eehhh bang bang stop stop! teriak Maya
"kenapa neng?" tanya sopir angkot
"Saya turun sini bang, rumah saya kelewat tadi." Turun angkot dan mengulurkan uang 50 ribu
"kebanyakan neng! ini kembaliannya!" dengan memberikan kembalian kepada Maya.
"eehh ndak usah bang, buat temen saya yang dibelakang itu saja !" sambil menunjuk Sandi kearah pojok ankot.
"iya neng."
Maya pun berjalan kaki sambil menggumam sendiri. hahhah...maaf Maya auhor bikin agak gila yak.
"Aadduuuhhh... sialan supir angkot nyampek rumah ndak bilang-bilang jadi jalan deh. eehh iya ya kenapa jadi nyalain supir angkotnya kan dia gak tau rumahku gue aja yang pikun rumah sendiri ndak tau bocah cap apa gue yak.Ini ni gara-gara Sandi, saking asyiknya bercanda sampek lupa rumah gue sendiri." Senyum-Senyum sendiri.
"Eehhh...ngomong-ngomong Sandi anaknya cakep bemer dah..."
Teriak Pak Satpam "eeehhh non, mau kemana pintu gerbangnya disini"
suara satpam membuyarkan lamunanku tentang Sandi dan tersadar udah lewati pintu gerbang.
"aadduuuhhh bocah *****, klewat lagi kan, untung ada pak satpam jadi malu gue."
Maya pun berbalik arah menuju pintu gerbang yang disambut pak satpam yang ekspresinya bingung.
__ADS_1
"Non Maya gak kenapa-kenapa kan?" tanya pak satpam.
Pipi Maya yang malu gara-gara tingkah konyol nya.
"eeemmm ndak apa-apa pak, Maya masuk dulu." sambil berlari masuk kamar.
Mamanya yang baca majalah dengan duduk disofa mahalnya pun heran melihat tingkah anaknya yang main nylonong masuk.
"eehhh tuh anak kenapa? Maya kama gak apa-apa kan, masuk tuh ucap salam ndak main nylonong kek bocah ngapak ya?" Ucap Maya yang segera menhentikan langkah kakinya itu.
"Eehh mama...Maaf Ma tadi Maya ndak melihat kalu mama disitu mangkanya Maya main masuk saja.hehe." Jawab Maya cengengesan.
"Yaudah mandi dulu sana, wajah kamu jadi kusam tuh gara-gara naik angkot !"
"siiiaappp mamaku tercinta !" sambil memberi hormat tangan.
****
POV Sandi
"Udah dibayar mas sama cewek tadi". Ucap supir angkot yang sontak buat Sandi kaget.
"Oh iya makasi mang."
Turun dari angkot bicara sendiri.
"Siapa ya? yang tadi bareng gue cuma Maya. Baik bener dah cewek itu. Udah cantik imut pinter tidak sombong pula. eehhh bocak tengil kamu baru kenal jangan berandai andai deh..." Omel sandi sambil menggelengkan kepalanya. Sampai rumah.
"Assalamualaikum..." Salam Sandi kepada ibunya yang lagi jahit baju.
"Waalaikumsalam..Udah pulang San?" Jawab ibu Ina tak lain adalah ibu Sandi.
"Iya bu,barusan pulang." jawab Sandi
"Masuk kamar ganti baju dulu gih, ibu mau masak dulu buat kamu !" suruh bu Ina
__ADS_1
"iya bu"
Dalam kamar Sandi masih terbayang wajah Maya dan ingat bercandanya dalam angkot tadi yang membuat Maya sampai klewatan rumahnya.
"Maya...Maya... Kamu kok lucu sih, rumah sendiri sampai lupa. Mungkin saking asyiknya ya, gue aja ndak ngeliat juga rumah Maya kayak apa,kecil pa besar. Gak mungkin kalau kecil,secara dia baru pindah dari Singapur jelas Maya anak orang kaya.Hmmm KAYA, udah San udah, dia anak orang kaya gak mungkin suka kayak lo,lo kan miskin kusut gini mukanya.Yaampun gue kenapa jadi seperti ini yak,cem anak tolil aja."
"San...Sandi..!" teriak ibu dari dapur belakang yang sontak membuyarkan lamunanku tentang Maya.
"Eehh iya bu Sandi datang." Jawab Sandi sambil lari menghampiri ibunya.
"Tolong ibu belikan telur" sambil memberi uang pada Sandi.
Sandi pun segera membelinya diwarung dekat rumahnya. Sampai warung.
"Eett daahh, tolil lagi kan gua, tadi ibu bilangnya berap yak, aah beli saja "
"Beli telur 2" Ucap Sandi kepada ibu penjaga warung
"Ini San..!" Sambil memberi 2 telur ayam.
"Makasih bu..!"Tak tolil lagi Sandi pun membayarnya dan langsung kembali ke rumah.
"Ini bu telurnya Sandi letakkan dimeja sini yak !"
"Iya San..,terimakasih!" Ucap ibu dengan mengambil telurnya di meja.
"Uuhhh untukng bener cuma 2 kalau salah mungkin gua jadi kutil jalanan saking malunya." ucap Sandi pelan.
ibu dari dapurpun dengar.
"Kenapa San..?Kamu ngomong apa tadi?"
"Eehhmm anu bu, anu Sandi lagi hafalin rumus fisika !" Jawab Sandi clingura.
"Ohh gitu." Pungkas Ibu Ina.
__ADS_1