
Sampai dikamarnya, Sandi mengerjakan sholat isya' dan dilanjut mengerjakan tugas tugas kuliahnya. Dia sangat semangat dalam segi apapun. Tak henti hentinya Sandi mengucap syukur atas segala pemberian dari Alloh.
Setelah mengerjakan tugas dengan sangat rapi diapun berdiri didepan cendela. Memandang hangat arah luar. Karena dekat dengan pasar, pandangan Sandi tertuju pada para pasar. Lamunan Sandi terbayang sosok Maya. Maya yang sedang tersenyum ala manisnya dan tertawa terbahak-bahak bersama.
Hal itu sangat di rindukan oleh Sandi. Kangen bingit rasonya pingin aja gue peluk gue cium. Eehhh eehh maaf maaf itu bukan Sandinya tapi authornya yang halu.π
Sandi merebahkan tubuhnya dikasur empuk milik tante. Iya iya lah, Sandi sadar diri kok, Sandi tak pantas punya ini semua. Sandi hanya anak pungutnya tante. Tapi Sandi sayang tante, Sandi akan mengikuti perintah tante. Sandi akan jadi anak yang baik buat tante. Itu janji Sandi pada dirinya sendiri. Sandi tak mau mengecewakan tante. Yang sudah ikhlas membiayai kuliah Sandi. Semoga Sandi bisa secepatnya lulus kuliah dengan nilai baik agar segera membantu membangun usaha tante.
.
.
.
.
*****POV MAYA*****
.
.
.
.
Maya gak bisa seperti ini terus. Maya gak bisa bertindak luas kalau berada lama lama kek sini. Maya harus membujuk Arman untuk balik ke Jakarta atau kamana gitu. Pokoknya Maya harus pulang ke Indonesia gak mau disini terus terusan. Maya bosan karena kemana mana harus dibuntutin sama bodyguardnya.
Maya punya ide. Agar Maya bisa leluasa bergerak bertindak atau apalah itu ya... yang penting Maya bisa keluar dari situasi membosankan ini. Yang tiap hari harus bertatapan muka ama si tua brengse** itu.
Iya Maya harus mengusir tu bodyguard **** agar jauh jauh dari tempat gue dan Arman atau lebih tepatnya semuanya dipecat lah. Tapi gimana ya? Apa yang harus Maya lakuin? Hhmmmmmm.....
Aha......!!!
Maya tau harus ngapain. Tunggu aja lo para bidyguard sialan.
π
π
π
π
π
π
π
Disuatu pagi yang cerah, Maya membukakan kelopak matanya yang indah. Dan ternyata langsung disambut oleh Arman yang sedari tadi menunggu Maya bangun dan memandang dalam dalam wajah cantik Maya.
"Selamat pagi cantik....!" (Sapa Arman sambil memegang dan mencium tangan Maya)
__ADS_1
Maya membuka matanya dengan wajah kaget dan heran. Karena tumben sekali Arman memakai pakaian rapi berjas sepagi ini.
"Kamu mau kemana? Tumben rapi bener !" (Tanya Maya)
"Hari aku mau meeting dengan klien aku, ini penting dan wajib ku hadiri. Maaf ya kamu aku tinggal sebentar." (Arman Pasang wajah sedih)
"Iya sayang sekali mas, padahal aku tuh pengen banget datang ke penutupan bazar mewah itu." (Sambil menunjuk pada sebuah brosur)
"Kamu jangan sedih istriku. Kamu masih bisa kok datang ketempat itu tanpa aku." (Jawab Arman santai)
"Caranya?" (Berlagak bodoh)
"Seorang istri Arman yang kaya raya gak boleh sedih. Apapun yang diinginkannya akan terkabulkan. Kamu akan keluar dengan dampingan para bodyguard diluar itu sayang !" (Dengan khas sombong selangitnya. Awas jatuh kalo kelangit, ketinggian thor. heheheh..π)
"Beneran gak apa apa kalau aku pergi sama bodyguard?" (Tanya Maya dengan semangat menggebu gebu)
"Aku akan tenang jika kamu pergi diawasi oleh mereka. Dan selesai aku meeting, aku akan nyamperin kamu."
"Oke...πAku sekarang mau bersiap mandi dulu , setelah itu aku berangkat dengan bodyguard." (Maya)
"Kamu jangan macem macem diluar sana lo. Aku berangkat meeting dulu. Hati - hati" (Pamit Arman)
"Oke...." (*Maya)
keliru ******, seharusnya yang bilang hati hati kan gue kenapa lo yang bilang begono, hah mungkin dia mendoakan dirinya sendiri. Syukur deh, rencana gue dimulai bersama bidyguard tolil tuh*. (Batin Maya tersenyum sembari melihat kepergian Arman )
Mayapun dengan semangat pergi untuk Mandi dan berdandan yang cantik untuk bazar itu.
Sementara Arman memerintahkan pada para bodyguard tolilnya itoh untuk menemani Maya pergi ke Bazar.
Bodyguard :"Siap bos !"
Arman :"Aku meeting dulu dengan klienku disini. Nanti aku akan nyusul kalian."
Bodyguard :"Baik bos."
Setelah selesai berdandan bersiap suap, Maya keluar kamar dan langsung disambut para bodyguard.
"Selamat siang nyonya !" (Sapa para bodyguard)
Tanpa basa basi Maya langsung ngibrit jalan cepat menuju mobilnya diikuti dibelakangnya para body guar tolil.
"Sial kita diabaikan bro . " Ucap bodyguard.
"Jangan banyak bacot lah mending kita langsung susul nyonya Maya! (Ucap ketua bodyguard sambil menjitak kepala bodyguard tadi )
Mereka pun segera menyusul langkah kaki Maya yang sudah berjarak 1 meter dari bodyguard tolil.
Ketua bodyguard yang berhasil menyusul langkah kaki Maya bertanya...
"Nyonya mau kemana? Kita yang akan mengawasi nyonya selama nyonya diluar !"
Menghentikan kaki. "Bukannya kalian sudah dikasih tau sama si tua itu eehh maaf maksutku si Arman?"
__ADS_1
"Baik nyonya kita akan menemani nyonya sampai kembali pulang nanti."
Dengan cuek, Maya langsung masuk mobil yang sudah didepan matanya yang telah dipersiapkan oleh bodyguard.
Disamping itu, Arman yang sedang meeting merasa sangat bingung. Dia hanya sendirian diruang meetingnya dengan melawan para pesaingnya. Iya alArman sangat bingung, karena file-file nya semua acak acakan. Arman yang buat sendiri dan Arman sendiri juga yang mempresentasikan didepan para pesaingnya.
Kenapa file - file itu bisa acak acakan?
Karena semalam Maya yang mengacaknya. Maya yang merubah tampilan file kerja Arman tanpa disadari oleh Arman dan.
Ini priyek besar, Arman harus bisa mendapatkannya. Meskipun file - file nya acak acakan, tapi dengan agak gugup bingung campur aduk kayak bubur.
Arman merasa gelagapan saat mempresentasikan file nye. Tak tau kenapa.
Setelah mempresentasikan dan berdiskusi cukup panjang kali lebar kali tinggi. Tak tau lah apa yang dibahas.
Ditengah keheningan diskusi, phonsel Arman bergetar dan sontak membuat banyak pasang mata melotot tajam ke arah Arman. Armanpun membiarkan phonsel itu bergetar dan langsung mematikannya.
Sial, hari ini gue apes banget. Udah file acak acakan presentasi gelagapan ditambah lupa matiin phonsel. Siapa ini juga yang telphon. (Gumam Arman)
Sedikit demi sedikit Arman membuka phonselnya dan membaca pesan ditengah para anggota meeting berdiskusi membahas proyek tersebut.
"Apa?Dasar bodyguard tak diuntung. Bodyguard tolil. Awas saja kamu ! Jaga orang satu aja gak pecus!" (Batin Arman)
"Kita ini mengadakan meeting serius dan tak bercanda, ini proyek besar, dan harus jatuh ketangan yang benar dan tepat. Yang gak berniat meeting silahkan keluar sajalah ! Daripada disini bikin onar !" Ucap salah satu anggota pesaing Arman yang juga merebutkan proyek besar itu dengan melirik tajam ke arah Arman.
Kata katanya telah membuat Arman tersinggung dengam lirikan tajamnya.
Arman tak mau kalah dengannya. Urusan Maya bisa dicari setelah ini.
Dengan berbagai kata rayuan Arman membujuk kliennya agar proyek jatuh ditangan Arman.
Tapi sayang.....
.
.
.
.
.
Sayang apa ya?
Mau tau lanjutannya?
Tunggu revewnya cerita ini ya!
Dan tetap setia pada karya akuh!
TERIMAKASIH ATAS PERHATIAN KALIAN KARENA MAU MELUANGKAN WAKTU UNTUK MEMBACA NOVEL INI MESKIPUN ACAK ACAKAN BAHASANYA.ππ
__ADS_1
MAKLUM...AUTHOR JUGA MANUSIA....YANG TAK LUPUT DARI KEHILAFANπ
ASSALAMUALAIKUM...π€©