Cinta maya

Cinta maya
Bab 4


__ADS_3

Waktu yang dinanti Maya dan Sandi pun telah tiba. Maya pun menghampiri rumah Sandi dengan Mobilnya. Ibu Ina terkejut karena melihat ada mobil mewah yang berhenti tepat didepan rumahnya dan seorang cewek cantik menuruni mobil itu dan menghampirinya dengan sopan.


"Assalamualaikum...Permisi ibu apakah benar ini rumah Sandi?" Ucap Maya kepada Ibu Sandi yang sedang melongo memandangi Maya.


"Waalaikumsalam, bener non ini rumah Sandi. Ada apa gerangan non cantik ini nyari anak saya?" Tanya balik Ibu Sandi


"Tidak usah panggil non bu, nama saya Maya,saya teman sekelasnya Sandi buk ingin mengajak Sandi keluar sebentar boleh?" Ucap Maya malu-malu.


(Tumben kali yak tuh bocah kutil,hhm anak gua sendiri didatangi cewek cakep tajir. Batin ibu Sandi)


"Boleh sekali, Sandi lagi didalam,ibu panggilkan sebentar ya nak Maya" ucap ibu Sandi.


dari dalam Sandi keluar dengan berpakaian rapi.


"Maya...Udah lama gak nunggunya maaf ya!" Ucap Sandi yang berada ditengah pintu kecil rumahnya.


"Eeh ndak kok, baru nyampek juga." Jawab Maya santai.


(Wiiiddiiuww lebih cantik dari biasanya. Tolilnya gue, gue cowok malah yang jemput cewek. Tarok mana muka kutil jalanan ini ni.Batin Sandi dengan memandangi Maya yang duduk disamping ibunya)


(Baru kali ini ada cowok sempurna kek Sandi, Udah tampan, baik, sholeh , dan bikin gue makin greget deh. Batin Maya)


"Ibu buatin minum dulu ya?Mau minum apa nak Maya?" Tanya ibu Sandi bikin lamunan mereka buyar.


"Eehh ndak usah repot-repot buk kita berdua langsung berangkat aja biar ndak kemaleman pulangnya." Saut Maya dengan menyalami ibu Sandi diikuti oleh Sandi.


"Hati-hati kalian berdua. Jangan nakal-nakal kau Sandi." Teriak ibunya.

__ADS_1


"Ihhh ibu ni macem gue anak kecil aja." gumam Sandi.


Maya yang menyetir mobil mewahnya itupun tersenyum mendengar gumaman Sandi.


"Hahaha... Mungkin lo biasanya nakal yak?" Ucap Maya ngeledek Sandi.


"Eehhh sory ya, gue gak pernah nakal kayak lo, gue anak pendiam juga soleh." Jawabnya dengan PD


"Hahaha....PD kali yak". Ketawnya makin keras


"Terusin ketawanya, tuh sekalian pakek mic biar kedenger semuanya." Jawab Sandi kesel. (Toak mana toak,muka gue rasanya mau gue cabut ni. Dasar kutil jalanan jangan PD San.Batin Sandi)


"Hahaha...Iya ya gue percaya lho anak yang soleh juga tampan." Ucap Maya yang masih ketawa.


(Gue dibilang tampan, baru kali ini ada cewek cakep muji gue tampan. Serasa melayang kelangit ke-7 gue. Aduh kutil jalanan makin GJ deh. Batin Sandi sambil senyum-senyum)


"Lo kenapa San? Kayak gak suka sama makanannya?Tenang saja gue yang bayar ini semua." Ucap Maya yang membuat Sandi sumringah lagi dan semangat makan.


"Eehh ndak apa-apa May. Bingung saja untuk apa semua ini May?" Tanya Sandi heran.


Sontak pertanyaan Sandi membuat Maya clinguran dengan perasaannya kepada Sandi.


"Eeemmm ndak apa-apa San, gue hanya pengen ngajak lo jalan-jalan sekalian biar kita lebih akrab" Ucap Maya tersipu malu dengan pipi yang merah meronanya.


(Adduuh gue kenapa yak, sebelumnya gue diajak jalan cowok biasa-biasa saja tapi dengan Sandi perasaan gue gk karuan. Batin Maya)


Setelah makan-makan dan bercakap-cakap mereka pulang karena melihat jam pukul 20:30. Tak lupa Maya membawa bingkisan makanan untuk ibunya Sandi.Sandi menolak untuk dianterin sampai rumahnya cukup turun di dekat rumahnya saja karena Sandi malu dengan gubuk rotnya.

__ADS_1


"Turunin gue disini aja May, gue gak enak sama lo. Gue malu sama gubuk reot gue." Ucap Sandi tertunduk lesu.


"Hahaha... Kenapa lo ngomong kek gitu? Gua tuh ndak pernah punya pandangan kek gitu, kaya miskin hanya titipan. Tetaplah berkawan denganku jangan minder. Aku malah gak suka kalo lo ngomong kek gini lagi. Ini makanan kasihkan ke ibu lo..dan titip salam buatnya.Maaf gak mampir karena udah malam." Ucap Maya dengan memberikan sekantong kresek makanan tadi.


"Iya pasti gue salamin ke ibu, thanks yak May?" Turun dari mobil dan melambaikan tangannya dicermin.


"iya sama-sama."


Sampek rumah Maya langsung disambut oleh mama papanya.


"Dari mana May?" Tanya papa Maya.


"Dari jalan-jalan pah sama temen. Bosen dirumah terus." Jawabnya sambil jalan menuju kamarnya yang diatas.


"Kaya atau Miskin? Papa gak suka ya kalau kamu bergaul dengan anak miskin!" Tanya papa Maya yang membuat Maya berhenti menaiki tangga.


"Emang kenapa sih pa?Apa salahnya Maya bergaul dengan anak miskin yang penting menurut Maya anaknya baik dan soleh. Maya disekolah juga gk pernah banding-bandingkan teman. Karena Maya pengen punya banyak teman. Papa sama saja dengan mama." Jawab Maya kesel dan langsung banting pintu kamarnya.


Eehh tunggu readers, Maya kan perempuan gak mungkin banting pintu.


Hahaha..maksut author Maya tutup pintu dengan keras.


*****


Hari pun terus berjalan serasa cepat hingga akhirnya mereka memasuki tahapan UJIAN AKHIR. Selanjutnya hubungan Maya dan Sandi pun semakin akrap. Maya gak peduli dengan ucapan Mama Papanya. Karena Maya ada rasa dengan Sandi, sebaliknya Sandi pun ada rasa dengan Maya tapi Sandi malu mau mengatakan cintanya karena dia tau bahwa dia gak pantas untuk Maya dan gak bisa membuat Maya bahagia hanya dengan cinta tulusnya itu. Sandi menyimpan perasaannya dalam-dalam dan mengatakannya diwaktu yang tepat


, bukan sekarang karena malah gk bisa konsen pada ujiannya.

__ADS_1


__ADS_2