Cinta maya

Cinta maya
Bab 5


__ADS_3

Belajar dengan tekun, iya tentu dilakukan dua sejoli ini. Sama-sama pintar, sama-sama cakep dan saling suka kalau jadi pasangan bakalan serasi dan cocok banget yak.. Tak seperti Lia dan Oki yang hanya pasrah sekuat tenaganya mengerjakan UNAS (Ujian Akhir Sekolah).


Selama UNAS mereka berempat saling fokus.Gak seperti biasanya yang sering kumpul-kumpul bercanda bareng.


Setelah selesai mengerjakan soal UNAS, Sandi pun berfikir akan menyatakan cintanya kepada Maya karena ini waktu yang tepat menurutnya. Mengasih rangkaian bunga ditaman sekolahnya rencana yang dibuat Sandi untuk menyatakan perasaannya. Tapi sayangnya ada yang menghalangi. Iya siapa lagi kalo buka papanya Maya. Tiba-tiba menghampiri Sandi yang berdiri didepan pagar sekolah.


"Kamu yang namanya Sandi?" Tanya papa Maya dengan datar.


"Benar om saya Sandi.Ada..." Jawab Sandi ketakutan dan belum sempat melanjutkan pembicaraannya Sandi diancam oleh papa Maya.


"Jauhi anak saya Maya, kalau gak kamu tau sendiri akibatnya gimana saya akan menghancurkan keluarga kamu!" Ancam papa Maya dengan menekan dan langsung pergi menuju mobil. Tapi Maya melihat papanya sedang ngobrol dengan Sandi lalu Maya berteriak.


"Ngapain tuh Papa ngobrol dengan Sandi, pasti ada yang tidak beres. Awas saja ya pa, kalo ada apa-apa Maya ndak mau memaafkan papa." gumam Maya yang melihat papanya sambil berlari menghampiri Sandi.


"SANDI..."Teriak Maya yang tak dihiraukan oleh Sandi. Dan Sandi pun langsung naik angkot yang didepannya.


"Maafkan aku May, aku akan menjauhimu. Aku lakukan ini semua demi keluargaku dan demi kamu juga." Batin Sandi dengan sedikit meneteskan air matanya. Dan lebih parahnya ni, Sandi tak tau kalau yang duduk disampingnya itu adalah Lia.


"Eehh bocah ngapai lu mewek-mewek segala, cem drama tv aja?" Getak Lia yang sontak membuat Sandi terkejud bukan main.

__ADS_1


"Lo ngapain disini?Ngagetin gua aja lu,pergi sana!" Ucap Sandi dengan nada kesal.


"Ehh somplak, kutil angkot ditanya malah sewot kek gitu, gua nyesel dah udah tanyak lu,main ngusir gua juga, apes 2 kali dah.Udah ban kempes naik angkot dimarahin pulak. Punya masalah tuh cerita gak main nyolot ke orang kek gitu. Aduh gua yang gak tau apapun jadi kena dah.Cobak cerita ke gua, siapa tau gua bisa bantu." Ucap Lia dengan nada cerewetnya.


"Gue habis didatengi papanya Maya." Ucap Sandi lesu


"Terus terus...?" Tanya Lia kepo


(Dasar temen bokeh, gak tau ada orang sedih nih malah kepoin terus. Batin Sandi)


"hhuuuhhh...Gue dilarang deket-deket lagi sama Maya kalau tidak papanya akan hancurin keluarga gua." Jawab Sandi.


"Terus kenapa lho nangis tuh kayak anak kecebong jalan yang dipites?" Tanya Lia menggoda Sandi


"Jangan-jangan lu suka yaaa pada Maya?Ayo ngaku ayo ngaku ! Ciiyyeee..." Lia makin menggoda Sandi.


"Kalo iya kenapa?" Ucap Sandi dengan datar.


"Lo serius... Gua gak salah dengerkan ada cowok sesolehah lu jatuh cinta?" Ucap Lia tidak menyangka.

__ADS_1


"Solehah? soleh kalee gua kan cowok." Ucap Sandi kesal


"Maya juga suka banget kali samap lo!" Ucap Lia tidak sadar dengan membuka bungkus gula-gula.


"haaa apa? Ulangi cakap lu tadi! gue gak salah dengerkan, serasa ada pelangi sesudah hujan." Jawab Sandi dengan semangat.


Lia lupa karena itu rahasianya dengan Maya.Tapi apalah daya Lia keceplosan dan Sandipun mendengarnya.


"Aduh Lia kenapa lu pikun kutil.Ini gara-gara lu gue jadi keceplosan. Maafkan gue Maya,gue hilaf." Ucap Lia dengan tangan memohon.


***


Maya pun sampai rumah dan tanpa mengucap apapun dia langsung pergi kekamarnya dan langsung membanting pintu.


BBRRRUUUAAAAKKK.....


"Tuh anak kenapa lagi, datang tiba-tiba senyum sekarang dia mewek lagi, dasar kecebong. kalo dia kecebong brarti aku kodok dong kan aku mamanya. Eh biarin dah, mungkin sedang khilaf."


Maya pun tak mau keluar kamar sampai hari menjelang siang lagi karena udah selesai UNASnya dia tidak kesekolah hanya tinggal menunggu hasilnya.

__ADS_1


"Maya, ayo makan nak. Makanannya udah siap dari kemarin kamu tak makan nanati sakit loh." Teriak mama depan kamr.


"Suruh bi Itis bawakan kesini!" Jawab Maya terisak isak


__ADS_2