
rindu bangkit berdiri dan menyambut leon,leon memandang andi dengan tatapan yang sulit di artikan, sedangkan andi sedang berpikir keras seperti pernah melihat leon, Tapi di mana dia lupa pernah melihat pemuda ini.
"pa kenalin ini leon" ucap rindu memberi tahu
"leon om" ucap leon sembari mengulurkan tangan nya
"Saya danu papa nya rindu dan cinta" ucap danu menerima uluran tangan leon, danu menarik uluran tangan nya, leon pun menjabat tangan andi.
"andi...."ucap andi
"leon..." ucap leon
"Silakan duduk" suruh danu
leon pun duduk di kursi tunggal yang tidak jauh dari andi,rindu dan danu
"Siapa pria ini apa ada hubungan nya dengan cinta" kata andi dalam hati, andi terus memandang leon
Danu mengedipkan mata nya ke arah rindu, rindu pun mengerti arti kedipan mata dari papa nya
"Pa,aku sama andi masih ada urusan jadi kami pamit dulu" pamit rindu
"Hati-hati kalian" ucap danu
Sepergi rindu dan andi
"Rindu sudah menceritakan semua pada saya, apa tidak ada syrat yang lain"? tanya danu
"Itu terserah om, kalau om tidak memenuhi syarat dari saya, om silahkan cari orang lain" jawab leon
__ADS_1
Danu menghembuskan nafas kasar
"Baiklah aku terima syarat dari kamu" ucap danu akhirnya
Leon tersenyum misterius
"oke,Lebih baik anda tanda tangan ini durat perjanjian ini" ucap leon sembari melempar map berwarna biru yang ia selipkan di balik jaket nya
"Apa ini"? tanya danu dengan alis berkerut
"Saya cuma berjaga-jaga siapa tahu nanti nya anda membohongi saya" jawab leon santai
Danu yang kesal mengambil map itu dan langsung menandatangi surat itu tanpa membaca terlebih dahulu, setelah itu danu menyerahkan map itu ke leon
"Maaf ini belum di tanda tangani juga" ucap leon memberi tahu
"Apa kau bodoh, itu kertas kosong nanti nya akan di serahkan ke cinta untuk pengalihan harta nya yang di ubah atas nama anda" jawab leon
Danu pun tersenyum setelah menandatangi surat itu, karna dia sudah tidak sabar untuk menguasai semua harta cinta.Sedangkan leon tersenyum menyeringai
"Dasar bodoh" ucap leon dalam hati
"ini ada uang,kamu bisa membeli semua kebutuhan pernikahan mu" ucap danu sambil menyerahkan amplop berwarna coklat yang lumayan tebal
"Terima kasih "ucap leon sembari menerima uang di dalam amplop .leon memasukkan amplop itu di saku jaket nya
"Tidak kau hitung dulu isi nya" ?tanya danu
"Tidak perlu" jawab leon
__ADS_1
"Jangan malu-malu untuk melihat nya nanti takut nya kamu pingsan melihat uang yang puluhan juta itu" hina danu
"Terima kasih atas perhatian nya, " ucap leon " kalau begitu saya pamit permisi, ada hal yang harus segera aku kerjakan" pamit leon
"Ya...ya.... pasti kamu ingin segera melihat uang nya" sindir danu
"Ah anda bisa saja" ucap leon dengan senyuman
Leon pun keluar dari ruangan danu dengan tersenyum misterius
"Tunggu kehancuran mu danu" ucap leon dalam hati
Saat leon ingin masuk ke dalam lift
"leon...." panggil andi
leon menoleh dan melihat andi berjalan ke arah nya
"Andi bukan kah kau sudah pergi, kenapa masih di sini"? tanya leon heran
"Ada hal yang ingin aku bicarakan" ucap andi
leon dan andi masuk ke dalam lift , setelah pintu lift tertutup.
"Ada hubungan apa kamu sama cinta"? tanya andi
Leon mengerutkan kening nya dan menatap andi dengan insten
"Bukan urusan mu,dan urus saja urusan mu sendiri" ucap leon, dan melangkah ke luar dari lift,sedangkan andi memandang leon dengan penuh kebencian.
__ADS_1