Cinta Menanggung Rindu

Cinta Menanggung Rindu
bab 33


__ADS_3

Tono tersenyum kecut setelah menutup telphone dari atasan nya,rencananya gagal sudah untuk menikmati tubuh kedua Gadis yang ada di hadapannya.Tono meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


''Kalian bertiga di terima untuk magang di kantor ini ,'' ucap Tono sambil duduk di kursi kerjannya.


Ke tiga Gadis itu tersenyum senang saat mendengar Mereka di terima di kantor besar ini,Mereka pikir Mereka tidak akan di terima untuk magang di kantor terbesar di kota Mereka.


Sedangkan di ruangan CEO.


''Bagaimana ?'' tanya Leon menatap Liam yang menutup panggilan dari ponsel milik Leon yang Ia gunakan untuk kepentingan kantor.


''Sesuai dengan keinginanMu ,'' jawab Liam sambil menatap ipad yang ada di tangannya.


Leon kembali duduk di kursi kebesarannya kembali ingin mengecek beberapa pekerjaannya yang tertunda.


''Le,hari ini Kita ada pertemuan dengan klien lo ,'' ucap Liam mengingatkan Leon.


''Hm ,'' Leon cuma menjawab dengan deheman.


''Ingat habis makan siang Le Kita ketemu di Cafe dengan Klien ,'' ucap Liam lagi dan menatap Leon yang sedang fokus menatap berkas-berkas yang ada di hadapannya.


''Iya ,'' jawab Leon singkat.


''Aku balik ke ruangan Ku dulu ,'' pamit Liam sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Leon yang sibuk dengan berkas-berkas yang ada di hadapannya cuma menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke arah Liam.


Liam keluar dari ruangan Ceo dan melangkah menuju ke ruangannya yang tidak jauh dari ruangan Leon, Liam celingukan mencari keberadaan dua sekertaris yang ada di meja resepsionis di lobi lantai 45 tempat Mereka berada.


''Kemana Mereka ,'' gumam Liam yang tidak melihat dua sekertaris yang standbay di mejanya.


Liam yang haus akhirnya memutuskan untuk menuju ke pantri yang ada di lantai dasar.Liam masuk ke dalam lift dan memencet tombol samping pintu lift untuk turun ke lantai dasar di mana tempat pantri berada,karna banyak hal yang di pikirkan oleh liam.Ia pun sampai lupa kalau di ruangan Leon ada pantri nya juga.


''Kak Liam ,'' panggil Cinta yang melihat Liam baru keluar dari dalam lift.


''Sial ,'' umpat Liam saat melihat Cinta ada di lantai dasar.


Liam pun dengan terpaksa tersenyum yang melihat Cinta melambaikan tangan ke arahnya.


''Kakak kerja di sini ?'' tanya Cinta ketika berada di depan Liam.


''Iya,Kakak kerja di sini ,'' jawab Liam tersenyum canggung sambil melirik para Anak buahnya yang sedang berbisik-bisik.''Kamu lagi apa di sini ?'' tanya Liam yang melihat Cinta sendiri di lobi.


''Cinta lagi nungguin teman Kak ,'' jawab Cinta.


''Sedang cari apa?'' tanya Liam yang melihat Cinta sepwrti mencari seseorang.


''Em itu,apa Kak Leon juga kerja di sini ?'' tanya balik Cinta.

__ADS_1


Liam terdiam bingung ingin menjawab apa.


''Kak Liam ,'' panggil Cinta yang melihat Liam diam saja.


''Itu iya,Leon juga kerja di sini ,'' jawab Liam akhirnya tidak mau berbohong.


''Kalau boleh tahu Kak Leon kerja apa Kak ?'' tanya Cinta.


''Jadi OB,'' jawab Liam spontan yang terlintas dalam benaknya.


Cinta melihat teman-teman nya yang baru keluar dari dalam lift.


''Kak Cinta pamit pulang dulu ya,sampai ketemu besok ,'' pamit Cinta sambil melambaikan tangannya.


Liam pun bernafas dengan lega saat Cinta sudah keluar dari lobi kantor bersama-sama temannya.Liam melajutkan kembali langkahnya ke pantri kantor. Sesampai nya Ia di pantri,Ia mengambil cangkir dan membuat kopi.


Liam terkejut saat seseorang menepuk bahunya.


''Sedang apa Kau di sini ?'' tanya Liam melihat sekilas Iren Adik tiri Leon.


Iren tersenyum menatap Liam yang sedang sibuk membuat kopi,


Liam berlalu pergi melewati Iren yang ada di depannya,Iren menghentikan langkah Liam dengan memegang tangannya.

__ADS_1


Iren penasaran dengan sikap dingin Liam yang tidak tersentuh dengan godaan darinya,walaupun sebenarnya target utamanya adalah Leon.


__ADS_2