
Sesampai nya Andi di depan pintu ruang kerja Papa nya yang berada di lantai dua,Andi pun membuka pintu itu dan melihat Papa nya sedang duduk di sofa menunggu diri nya.Setelah Andi duduk di depan Papa nya.
''Bagaimana Di,apa kamu susah membicarakan masalah kantor dengan Danu ?'' tanya Rudi.
''Andi sudah bicara pa sama mertua Andi ,'' jawab Andi.
''Bagaimana keputusan nya ?'' tanya Rudi.
''Tua bangka sialan itu belum memberi keputusan pa ,'' jawab Andi sembari mengumpat Danu.
''Coba Kau desak Rindu ,'' suruh Rudi.
''Andi akan berusaha Pa,'' jawab Andi sembari mengacak rambut nya frustasi.
Andi bisa saja membantu perusahaan Papa nya dengan uang hasil penjualan senjata-senjata ilegal nya,Namun Ia tidak melakukan nya demi satu tujuan nya agar tercapai.
Andi dan Rudi beranjak dari duduk nya dan keluar dari dalam ruang kerja Rudi dan kembali di mana Mama nya dan Rindu berada.
Sedangkan di gedung yang menjulang tinggi,dan bertuliskan PRADANA GROUP.
Tiga gadis memandang takjub pada gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya.
''Eh elo mau kemana ?''tanya Teri sembari menarik tangan Cinta.
''Iya Kamu mau kemana sih Cinta ?'' tanya Linda sembari menatap Cinta.
''Aku mau balik deh,Aku gak yakin mau magang di tempat ini ,'' jawab Cinta sembari menundukkan kepala nya.
__ADS_1
''Kita kan belum nyoba masuk ke dalam,'' ucap Teri sembari menarik tangan Cinta untuk masuk ke dalam lobi kantor.
Mereka bertiga jalan beriringan masuk ke dalam lobi kantor,Mereka pun menuju ke arah Resepsionis.
''Permisi...,'' ucap Linda saat sudah ada di depan meja Resepsionis.
Resepsionis itu memandang ke tiga gadis muda yang ada di depan nya.
''Adek-Adek ini dari kampus Persada ya ?'' tanya Sila yang bertugas di meja Resepsionis.
''Iya benar Mbk,'' jawab Teri sembari menganggukkan kepala nya.
''Mari ikut Saya ,'' ajak Sila sembari berlalu meninggalkan meja kerja nya dan menuju ke ruangan HRD.
Sila dan ke tiga gadis itu masuk ke dalam lift dan menuju ke lantai 10 di mana ruangan HRD berada.
Pintu lift terbuka di lantai 10,Sila membawa ke tiga Gadis itu menuju ke ruangan HRD.Sesampainya di depan ruangan HRD.
Tok...Tok...Tok....
Sila mengetuk pintu ruangan HRD yang ada di depan nya.
''Masuk ,'' suruh Pria yang ada di dalam ruangan.
Cklek
Sila membuka pintu ruangan itu setelah pak Tono menyuruh nya masuk.
__ADS_1
Tono melihat Sila mempersilahkan ke tiga Gadis itu untuk masuk,setelah ke tiga Gafis itu masuk ke dalam ruangan HRD,Sila pun pamit undur diri setelah itu keluar dari ruangan HRD dan tidak lupa kembali menutup pintu.
Tono beranjak dari duduk nya dan memperhatikan penampilan ketiga Gadis yang ada di depannya.
''Kalian dari kampus Persada ?'' tanya Tono sembari memegang dagu nya.
''Iya benar Pa ,'' jawab Teri.
Tono melangkah memutari ke tiga Gadis itu dan memperhatikan penampilan ketiga Gafis itu dari kepala hingga ujung kaki nya.
Cinta yang risih dengan tatapan mesum dari tono, mencoba bersikap seperti biasa.
''Nama Kamu siapa ?'' tanya Tono dan menunjuk ke arah Linda.
''Saya Linda Pak ,'' jawab Linda.
Tono menganggukkan kepala nya setelah melihat penampilan Linda yang modis,dan Tono pun beralih menatap Cinta yang tak menarik perhatiannya.
''Nama Kamu siapa ?'' tanya Tono menatap malas ke penampilan Cinta.
''Nama Saya Cinta Pak ,'' jawab Cinta.
Tono beralih menatap Teri yang terlihat sangat menggoda.
''Apa Kami bisa di terima magang di sini Pak ?'' tanya Linda menatap penuh harap pada Tono.
Tono terdiam dan menatap Linda dan Teri secara bergantian.Ia pun tersenyum saat sebuah ide terlintas dalam kepalanya.
__ADS_1
Sedangkan Cinta,Linda dan Teri bergidik ngeri melihat senyuman dari Tono.