
Andi masih diam terpaku, dia terkejut dengan yang rindu ucapkan,
Sedangkan di lain tempat seorang gadis sedang duduk menangis di salah satu bangku taman yang ada di dekat perumahan nya , Gadis itu tak lain cinta.Cinta terkejut saat ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan ke arah nya , Cinta lalu mendongak dan terdiam saat melihat seorang pemuda yang kira-kira usia nya lebih tua 3 tahun darinya, kulit putih, hidung mancung, dan wajah tampan nya , yang akan menghipnotis kaum hawa yang melihat nya.Walaupun pandangan cinta buram dia sempat terpesona,Walaupun pemuda itu mengenakan pakaian casual dan dengan jaket kulit tidak memudarkan ketampanan nya ,
" Ayo ambil " suruh pemuda itu masih menyodorkan sapu tangan nya
"Terima kasih " kata cinta menerima sapu tangan dari pemuda itu
Tanpa permisi pemuda itu duduk di sebelah cinta
" Pasti patah hati ya " ? tuduh pemuda itu
Cinta melihat pemuda itu,Cinta menggelengkan kepala nya
"Terus kalau bukan patah hati ..." kata pemuda itu terputus saat cinta melotot ke arah nya
"Oke....oke... gue akan diem " kata pemuda itu
Hening tak ada yang bersuara , Cinta sudah tak menangis lagi
"Rangga " ucap pemuda itu memperkenalkan dirinya
Cinta kaget saat melihat pemuda itu masih di samping nya, Cinta pun mengernyitkan kening nya
"Kita kan belum kenalan,nama gue rangga" kata rangga lagi mengulurkan tangan nya
" Cinta " kata cinta menerima uluran tangan rangga
"Kamu mau masih di sini atau mau pulang"? tanya rangga
__ADS_1
"Kalau kamu mau pergi, pergi aja" ketus cinta
"Ck" Ayo aku antar pulang " ajak rangga
"Tidak usah aku bisa pulang sendiri" Tolak cinta
Rangga tak bergeming dari tempat duduk nya,
"Terima kasih sudah mau nemenin aku" kata cinta tulus
"Ayo aku antar pulang" kata rangga
Cinta pun akhirnya di antar oleh rangga sampai di depan rumah yang berlantai 2 ,
"Terima kasih rangga" kata cinta
Setelah rangga pergi cinta pun masuk ke dalam rumah,
"kamu udah pulang sayang "? tanya diana mama rindu
"iya ma " heran cinta melihat sikap mama nya yang lembut
Di sini cinta berpikir siapa yang anak kandung dan anak tiri,
"Ayok masuk, kok malah bengong" ajak diana
"Eh,Iya ma? jawab cinta gugup
Saat mereka berada di ruang tamu, cinta melihat papa nya duduk dengan pria paruh baya
__ADS_1
"Cinta sini sayang " kata pak danu lembut
Cinta pun heran ada apa dengan kedua orang tua nya sehingga berbicara lembut kepada cinta.
Cinta pun duduk di sebelah papa nya
"Kamu sudah besar ya cinta " kata pria paruh baya
cinta cuma menjawab dengan tersenyum
"Cinta ini pak hartono pengacara di kantor papa" kata danu memperkenalkan
"Sebentar lagi cinta berusia 22 tahun dan it...." kata hartono terputus
"Cinta pasti capek, masalah ini kita bicarakan nanti lagi" potong diana dan membawa cinta masuk ke dalam kamar, setelah itu diana meninggalkan cinta di dalam kamar dan bergabung kembali di mana suami dan hartono berada.
"Biarkan cinta mandi dulu pak" kata diana
"Tapi saya tidak bisa menunggu lagi " kata hartono
"Kalau bapak ingin menyampaikan sesuatu bicara saja pada kami" pinta danu
"Baiklah kalau begitu, saya cuma mau menyampaikan wasiat terakhir orang tua cinta, kalau cinta sudah genap berumur 22 tahun , cinta harus segera menikah dan warisan itu akan jatuh sepenuh nya untuk cinta" terang hartono
"" kalau cinta belum menikah "? tanya diana
" warisan itu terpaksa di berikan ke panti asuhan" jawab hartono
diana dan danu saling berpandangan...
__ADS_1