Cinta Menanggung Rindu

Cinta Menanggung Rindu
bab 35


__ADS_3

Iren yang kesal berlalu pergi meninggalkan kantor Kakak tirinya.Sesampainya Ia di parkiran Ia mengeluarkan ponsel yang ada di dalam tasnya.Ia pun membaca pesan singkat yang di kirim oleh Mamanya. Ia tersenyum senang saat mendapatkan target yang sedang Ia kejar berada di salah satu Cafe milik Andri. teman Pria yang menyukainya.


Iren segera masuk dan duduk di kursi penumpang setelah supir membukakan pintu mobil untuknya.


Setelah Iren duduk,Pak supir pun menutup kembali pintu mobil.Lalu Ia pun membuka pintu mobil depan, setelah Ia duduk di kursi pengemudi supir yang bernama Parman itu menutup pintu mobil.Sebelum Parman melajukan mobilnya Ia menoleh ke belakang menatap Iren.


''Mau pulang atau pergi kemana dulu Nona ?'' tanya Parman.


''Kita ke Cafe kejora ya pak ,'' jawab Iren tanpa mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di tangannya.


''Baik Nona ,'' jawab Parman dan segera melajukan mobilnya pergi meninggalkan parkiran Kantor Pradana Group.


Sedangkan di dalam kantor Pradana Group.


Nindi tersenyum menatap kopi pemberian dari Iren,Ia meminum perlahan kopi pemberian dari Iren hingga habis.


Nindi pun kembali fokus pada pekerjaannya.Tiba-tiba Ia merasakan hawa panas di tubuhnya.


''Acnya mati apa ya,kenapa panas sekali ,'' gumam Nindi sambil melihat teman seruangannya yang masih fokus di depan layar komputernya.


''Rudi ,'' panggil Nindi pada Pria yang sedang fokus pada layar komputer yang ada di depannya.


Pria berkaca mata yang sedang fokus menatap layar komputer,menoleh dan detik selanjutnya Ia terkejut saat Melihat Nindi sudah melepas blazer miliknya.Rudi menelan Salivanya susah saat melihat Nindi yang cuma memakai tangtop saja.Dan belahan dada Nindi yang menggoda.


Rudi tersentak kaget saat Nindi sudah duduk di pangkuannya.

__ADS_1


''Apa yang mbak Nindi lakuin?'' tanya Rudi menatap Nindi yang duduk di pangkuannya.


''Bantu Aku ,'' ucap Lirih Nindi sambil menatap Rudi dengan tatapan sayunya yang ingin di belai oleh Rudi.


''Bantu apa Mbak?'' tanya Rudi sambil mengerutkan keningnya.


Rudi membulatkan matanya saat Nindi mencium bibir tebal milik Rudi.Tangan Nindi menuntun Tangan Rudi untuk bermain di area miliknya.


''Akh,'' lenguh Nindi saat tangan Rudi bermain di area sensitifnya.


Rudi sebagai Pria normal,naluri lelakinya bangkit.Rudi langsung mencumbu Nindi dengan bringas.


Nafas keduanya tersengal saat tautan keduanya terlepas.Nindi melepas dasi yang melingkar di leher Rudi,dengan lincah jari-jemari Nindi melepas satu persatu kancing kemeja Rudi,lalu Nindi melepas kemeja Rudi dan melemparnya ke lantai.Jari jemari lentik milik Nindi perlahan memegang dada Rudi yang di tumbuhi bulu di bagian dadanya.


Rudi memejamkan matanya saat tangan Nindi membelai dadanya.


Tangan Nindi melepas sabuk yang di pake Rudi dan melepas celana yang di pake Rudi.Setelah itu Nindi melepas pakaian yang di kenakannya.


''Cepatlah Rudi ,'' suruh Nindi yang sudah tak sabar miliknya ingin di masuki milik Rudi yang sudah mengeras dan membesar.


Rudi memposisikan dirinya di atas tubuh Nindi,dan


Slep.


Sekali hentakan milik Rudi masuk sempurna ke tempat milik Nindi yang sudah basah.

__ADS_1


Rudi tersenyum tipis saat mengetahui Nindi sudah tak perawan lagi.Sudah kepalang tanggung Ia pun memaju mundurkan pinggulnya secara kasar.


Lenguhan dan ******* menggema di ruangan yang cuma Nindi dan Rudi yang ada.


Nindi mengerang saat Ia mencapai *******.Rudi menengadahkan kepalanya saat miliknya memuncratkan benihnya dalam rahim Nindi.


Rudi melepas miliknya dari dalam milik Nindi.


Nindi yang tersadar,menatap terkejut Rudi yang ada di hadapannya sedang memakai celananya.


''Rudi Kau apakan Aku ?'' tanya Nindi dengan muka memerah.


''Bukannya mbak Nindi yang mengajak Saya untuk bercinta ,'' jawab Rudi sambil mengambil kemeja yang terjatuh di lantai.


Nindi dengan kesal,segera memakai pakaiannya dan berlalu meninggalkan Rudi yang tersenyum penuh arti menatap kepergian Nindi.


''Ada apa denganKu,kenapa Aku bisa mengajak Rudi untuk bercinta,bodohnya Aku ,'' sesal Nindi merutuki kebodohannya,Ia pun berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya bersama Rudi.


...****************...


Sesampainya Iren di cafe kejora.


Pak parman membuka pintu mobil untuk Iren,setelah Iren keluar dari dalam mobil,Ia pun buru-buru masuk ke dalam cafe.Iren tersenyum saat melihat Mama nya yang sedang duduk sendiri di dalam Cafe Kejora.Ia pun melangkah mendekati mamanya berada.


''Ma,'' panggil Iren sambil tersenyum menatap Mamanya.

__ADS_1


Plak....


Iren terkejut saat Mamanya menampar dirinya. Padahal Ia tidak ada salah apa-apa pada Mamanya pikirnya.Dan Ia pun menatap sedih pada Mamanya yang sudah tega menamparnya.


__ADS_2