Cinta Menanggung Rindu

Cinta Menanggung Rindu
bab 36


__ADS_3

''Mama,kenapa menampar Iren ?'' tanya Iren sambil meneteskan air matanya karena mendapat tamparan pertama kali dari Mamanya.


Desi tidak menjawab pertanyaan dari Iren putrinya.


Desi mengeluarkan beberapa foto dari dalam tasnya dan melemparkan foto itu di atas meja.


Iren membulatkan matanya terkejut saat melihat beberapa foto dirinya yang sedang menggoda Liam, ada juga foto dirinya yang berciuman dengan Liam.


''Maaf Ma,Iren tidak akan mengulanginya lagi ,'' ujar Iren sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap Mamanya.


''Ingat target Kita Iren ,'' ucap Desi mengingatkan Iren pada tujuan Mereka.


''Iya Ma,Iren ingat ,'' jawab Iren.


Sedangkan di tempat yang berbeda.


Leon dan Liam masuk ke dalam Cafe untuk bertemu dengan Klien.


''Maaf Mr Kami terlambat ,'' ucap Leon kepada Pria yang sedang duduk di cafe sambil membaca buku menu.


Pria itu meletakkan buku menu di atas meja,Ia pun mendongak dan terkejut saat melihat Leon dan Liam ada di hadapannya.Pria itu membenarkan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.Ia tidak menyangka bisa bertemu dengan Leon setelah sekian tahun tidak berjumpa.


Leon dan Liam pun sama terkejutnya saat melihat Pria yang akan menjadi Kliennya.


''Lama tidak bertemu Leon ,'' ucap Pria itu beranjak dari duduknya dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Leon tersenyum dan menerima uluran tangan dari Pria itu yang tak lain Hendra teman semasa Sma dulu. Mereka berpisah setelah lulus SMA,Hendra memutuskan untuk kuliah ke bandung dan tinggal bersama Neneknya,Sedangkan Liam dan Leon di kirim kuliah ke luar Negri oleh Papanya.


Setelah berjabat tangan dengan Leon,Hendra gantian berjabat tangan dengan Liam.


''Kau makin ganteng aja Dra ,'' puji Liam.


''Kau bisa aja Liam ,'' jawab Hendra tersenyum menanggapi pujian dari Liam.


Leon dan Liam pun duduk di samping Hendra.


''Bisa kita mulai metingnya?'' tanya Leon tanpa basa-basi.


''Kau tidak pesan makan atau minum Le ?'' tanya Liam.


Leon menggelengkan kepalanya,dan menatap tajam Liam.


''Le lihat itu ,'' bisik Liam sambil menunjuk pintu masuk Cafe.


Leon melihat arah tunjuk Liam.


Leon menelan salivanya susah saat melihat tiga Gadis baru masuk ke dalam Cafe.Leon pun menutup wajahnya dengan buku menu yang ada di atas meja.


Hendra dan Liam saling berpandangan saat melihat Leon menutup wajahnya dengan buku menu .


Hendra menatap Liam meminta penjelasan ada dengan Leon,Liam cuma mengendikkan bahunya pura-pura tidak tahu.Tidak mungkinkan Dia bilang itu ada istrinya.

__ADS_1


Leon bernafas lega saat Cinta dan temannya duduk di tempat yang berbeda.


''Hendra Kami harus kembali ke kantor lagi ,'' pamit Leon.


''Tidak makan dulu Le ?'' tanya Hendra.


''Lain kali saja ,'' jawab Leon sambil beranjak dari duduknya.


Leon menoleh dan menatap Liam yang tidak ikut beranjak dari duduknya.


''Ayo Liam Kita kembali ke kantor ,'' ajak Leon.


''Ck,Kau duluan saja,nanti Aku menyusul ,'' tolak Liam yang ingin duduk di Cafe sebentar.


Leon pun akhirnya membiarkan Liam di cafe bersama Hendra.


Leon mengambil kaca mata yang ada di saku jasnya dan memakainya.Ia berjalan dengan tangan kanannya Ia masukkan dalam saku celana.


Setiap Wanita yang berpapasan dengan dirinya menatap kagum pada ketampanannya.


Pak sopir yang sedang menunggu di parkiran melihat Tuannya yang sedang berjalan kemari segera membuka pintu mobil agar Tuannya segera masuk kedalam mobil.Setelah Leon masuk ke dalam mobil,Pak Supir pun menutup pintu mobil itu kembali.Pak supir lalu membuka pintu mobil bagian pengemudi,setelah Ia duduk lalu Ia pun menutup pintu itu.


''Kita pergi sekarang atau menunggu pak Liam Tuan?'' tanya Pak Supir.


''Biarkan saja,biar Dia nanti naik taksi,'' jawab Leon.

__ADS_1


Pak supir yang mengerti melajukan mobilnya meninggalkan parkiran Cafe.


__ADS_2