
Masih di dalam kafe kejora
"Andi, aku harus segera pergi, ada hal yang ingin aku kerjakan" pamit rindu
"Rin tunggu sebentar" ucap andi memegang tangan rindu
"Ada apa di"? tanya rindu
"Minggu depan aku ingin melamar kamu" ucap andi
Rindu diam, rindu masih mencerna ucapan andi, "Gak mungkin, pasti gue salah denger" kata rindu dalam hati sambil menggelengkan kepala nya
"Rindu,kenapa diam,kamu gak mau aku lamar"? tanya andi saat melihat rindu menggelengkan kepala nya
"eh bukan itu andi," ucap rindu tak enak hati
"aku pikir,aku salah denger" ucap rindu lagi
"Kamu mau kan aku lamar"? tanya andi lagi
"apa tidak terlalu cepat di"? tanya rindu balik
"Dalam prinsip ku kalau aku udah suka ma seseorang aku akan langsung ajak dia nikah du, dan kamu cewek yang beruntung" ucap andi meyakinkan
"Rindu mau di" kata rindu tersenyum
Mereka keluar dari dalam kafe,
__ADS_1
Setelah kepergian rindu,ketika andi akan masuk ke dalam mobil nya handphone nya pun berbunyi,Andi melihat di layar handphone nya tertera nama papa nya memanggil, dia pun mengusap tombol warna hijau, dan setelah itu menempelkan di telinga nya
"Bagaimana di, "? tanya papa andi saat sambungan telphone terhubung
"Berjalan dengan sesuai rencana pa" jawab andi
"Bagus memang kamu anak yang bisa papa andalkan" ucap papa andi
pembicaraan pun selesai
Sedangkan seorang pria berada di salah satu hotel milik nya, sedang menunggu asisten sekaligus sahabat nya yang belum juga kelihatan batang hidung nya, pria itu sesekali melihat arloji dan pintu kamar hotel miliknya. tangan nya yang mengetuk-ngetuk meja berhenti saat seseorang membuka pintu kamar milik nya.
Tatapan nya yang dingin seakan menusuk siapa saja yang melihat nya,pantas saja dia di juluki si mata dingin , ketua mafia paling di takuti oleh anggota gangster lain.
"Mana laporan nya"? tanya pria itu dingin dan jangan lupakan tatapan matanya yang mengerikan
"Ais sabar kenapa" jawab asisten nya
"Aku banyak kerjaan lia" ucap pria itu
"Liam le, nama ku liam" jelas liam
"Aku tidak peduli" ucap pria itu,
Lalu pria itu menengadahkan tangan nya
"Apa ..."? tanya liam pura-pura tak tahu
__ADS_1
"Jangan main-main lia" ucap pria itu
"harus berapa kali aku ingatkan le, namaku liam, liam " kesal liam , sambil menyerahkan berkas ke tangan pria itu tak lain leon
Leon rangga pradana anak dari salah satu pebisnis no 1 di kota itu, dia dan beberapa teman nya mendirikan sebuah kelompok mafia, dan sekarang dia menjadi ketua mafia berdarah dingin dan di takuti oleh mafia lain. leon di juluki oleh anggoto lain si mata dingin.
Leon menerima berkas itu dan mulai membaca satu persatu isi di dalam berkas itu,
Leon pun tersenyum misterius, liam pun melihat senyuman itu bergidik ngeri pasti ada sesuatu yang direncanakan oleh pria itu .
"Kerja bagus lia" puji leon
liam mendengus kasel lagi-lagi seenak nya saja leon menyebut nama nya seperti nama perempuan.
"le kalau sampai mereka tahu kalau kamu menyebut nama ku lia, wibawa sebagai tangan kanan mafia paling di takuti pasti di tertawakan" protes liam
Leon mengedikkan bahu nya tak peduli dengan protesan liam.
"Apa sudah ada kabar dari denis"? tanya leon
liam cuma menggelengkan kepala nya
"Bilang ke denis kalau sore ini tidak memberi laporan, dia akan di pindahkan ke tempat terpencil" ancam leon
"Sadis..." gumam liam
Leon kembali melihat berkas nya lagi dan tersenyum menyeringai.
__ADS_1
"Permainan akan segera di mulai" gumam leon
liam yang melihat leon tersenyum menyeringai, cuma menggelengkan kepala nya.