
Liam ke luar dari dalam ruangan Leon,saat Liam ingin membuka pintu ruangan nya,seseorang menghentikan langkah Liam untuk memasuki ruangan nya.
Liam berbalik dan melihat sekertaris yang bernama Nindi itu melangkah ke arah nya.
''Pak Liam,ini berkas milik anak magang ,'' ucap Nindi sembari memberikan map yang berisikan identitas Anak-Anak magang yang akan bekerja di perusahaan tempat Dia bekerja.
Liam menerima berkas itu dari Tangan Nindi.dan Ia pun kembali ke ruangan Leon untuk memberikan berkas itu ke Leon.
Nindi menghembuskan nafas kasar saat melihat Liam yang bersifat dingin pada nya.
Leon menatap sekilas ke arah Liam yang kembali masuk ke dalam ruangan nya,dan Ia pun kembali fokus dengan berkas yang ada di hadapan nya.
''Apa ada yang tertinggal Lia?'' tanya Leon tanpa mengalihkan perhatian nya pada berkas yang ada di hadapan nya.
''Ck ,'' Liam berdecak sebal saat lagi-lagi Leon memanggil nama nya dengan Lia.
Leon yang mendengar decakan dari Liam cuma menggelengkan kepala nya.
''Ini berkas anak magang dari kampus unifersitas persada ,'' ucap Liam sembari meletak kan berkas itu ke atas meja kerja Leon.
Leon mengalihkan perhatian nya dari berkas yang ada di hadapan nya dan menatap Liam saat mengatakan dari kampus istrinya.Lalu Leon beralih menatap berkas yang di letakkan Liam tadi.
__ADS_1
Liam mengurutkan keningnya saat Leon mengacak-acak berkas itu seperti ada yang di cari nya.
''Nyari apa Kau Le ?'' tanya Liam
Leon diam saja tidak menjawab pertanyaan dari Liam, Ia masih fokus mencari berkas yang sedang di cari nya,Leon membulat kan matanya terkejut saat Ia melihat nama Cinta tertera ikut dalam magang di perusahaannya.Leon menelan Salivanya susah,Ia belum siap untuk menemui cinta seperti ini,dan belum waktu nya Ia berkata jujur.
''Ada apa Le ?'' tanya Liam penasaran yang melihat Leon terkejut.
''Anak-anak magang itu sekarang ada di mana Lia ?'' tanya Leon balik menatap Liam.
''Ada di ruang HRD ,'' jawab Liam.
Liam mengerutkan keningnya melihat tingkah aneh Leon.
''Ada apa Le ?'' tanya Liam yang melihat Leon panik.
Leon tidak menjawab pertanyaan dari Liam,Ia masih sibuk memikirkan bagaimana caranya agar Cinta tidak bertemu dengan dirinya di kantor.
Liam memutar bola mata malas saat melihat Leon yang mandar mandir di dalam ruangannya.
''Le,Kau kenapa si,Aku pusing yang melihat Kamu mandar mandir seperti itu,'' tegur Liam yang melihat Leon mondar mandir seperti setrikaan.
__ADS_1
''Di luar ada istri Ku lo Lia,gimana Aku gak panik ,'' jawab Leon sambil mengacak rambut nya frustasi,Ia pun mendudukkan bobot tubuhnya di kursi sofa di samping Liam duduk.
''Lo serius bini Kamu di kantor Kita ?'' tanya Liam yang tak percaya kalau Cinta ada di kantor milik Leon.
Leon menatap tajam Liam yang tidak percaya dengan perkataannya.
Liam tersenyum mendapat tatapan tajam dari Leon.
Sedangkan di ruangan HRD.
''Nama Kamu siapa ?'' tanya Tono menatap malas penampilan Cinta.
''Saya Cinta Pak ,'' jawab Cinta sambil tersenyum menatap Tono.
''Kau...,''
ucapan Pak Tono terhenti saat tiba-tiba ponsel nya berdering,Ia pun lalu mengambil ponsel itu yang ada di atas meja kerja nya dan melihat siapa yang menelponnya.
''Pak Presdir,tumben nelpon Saya ,'' ucap Tono dalam hati saat melihat siapa yang menelphonenya.
Ia pun menekan tombol hijau dan menempelkan hpnya ke telinganya,Ia pun terkejut dengan apa yang barusan Ia dengar,Ia pun dengan terpaksa menyetujui permintaan Atasannya untuk menerima ke tiga Anak magang itu,padahal yang akan Ia terima cuma ke dua teman Cinta.
__ADS_1