
Kirana duduk termenung meratapi nasib nya.
Awal kisah nya di mulai saat dia membantu Vita menutupi semua kebohongannya.
Hingga dia menjadi bodoh saat Candra datang kembali padanya.
"Candra!Aku ingin membenci mu!aku ingin melupakanmu!tapi kenapa kau selalu muncul!"
Kirana merasa benar benar marah.
"Mengenalmu adalah suatu kesalahan!"
Kirana terisak dalam kamarnya.
Dia harus menanggung semuanya sendiri.
Rasa cinta nya pada Candra,membuat nya kini menjadi tersiksa.
"Tuhan! Sebenarnya apa yang ingin kau tunjukan padaku! Aku sungguh sudah lelah!aku ingin pergi dari bayangan Candra!kumohon!dengarkan aku!hiks"
Malam ini Kirana kembali larut dalam tangisnya.
Lelah menangis hingga ia pun tertidur lelap.
Gadis polos yang malang.
Bahkan sedikit pun dia tidak pernah berprasangka buruk pada Candra.
Tetapi sebaliknya,Candra begitu tega padanya.
***
Kring!!!!
"Ya ampun aku terlambat!"
Kirana tunggang langgang bangun dari tidurnya,ketika mendengar jam weker nya berbunyi tepat pukul 7.45
"Kenapa bisa ceroboh begini sih!aku bahkan tidak pernah terlambat sebelumnya!"
Kirana bergegas mandi dan merapikan pakaiannya.
Lalu dengan tergesa gesa dia berangkat.
"Ya Tuhan,kenapa angkot juga nggak ada yang lewat sich!" Kirana benar benar panik sekarang.
"Apa aku jalan kaki saja ya?tapi?ah sudahlah!sementara menunggu angkot lewat,aku berjalan saja!"
Kirana nekat untuk berangkat kerja dengan berjalan kaki.
"Ini lebih baik daripada hanya diam menunggu angkot yang tak kunjung lewat!bagai di php mantan saja!"
Kirana berjalan sambil mengomel.
Hingga dia tidak terasa kalau telah sampai di tempat kerja nya.
"Huh!aku benar benar gila!aku mampu berjalan sejauh itu!huh" Gumam Kirana tak percaya dengan kemampuannya sendiri.
Tak tau kekuatan itu dari mana?
__ADS_1
Tapi rasa lelahnya mampu membuat hatinya merasa lebih baik.
"Berarti aku harus membuat diriku sibuk! Agar tidak ada tempat di pikiran dan hatiku untuk meratapi atau mengingat cowok tak ber perasaan itu!"
Kirana merasa telah menemukan solusi terbaik.
Supaya hidupnya bisa kembali normal.
"Mulai sekarang aku harus membuat jadwal kegiatan ku setiap hari,dari senin sampai minggu.supaya aku bisa sibuk!"
Kirana mulai menyusun semua jadwal kegiatannya.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Dari senin sampai minggu.
Bahkan dari yang sebelumnya tidak Kirana ingin lakukan.
Kini akan mulai dia lakukan.
Sampai naik gunung dan camping pun masuk dalam jadwalnya.
Kirana..,Kirana!niat banget sih
****
"Jadwal yang padat memang melelahkan"
Kirana merebahkan tubuhnya ke ranjang tempat tidurnya.
Tak biasa dia melakukan banyak hal seperti ini.
"Semoga semua ini segera cepat berlalu!aku bisa jadi tua kalau terus menerus capek begini!"
Tling,
Bunyi pesan masuk di ponsel Kirana membuat nya terkejut.
Kirana meraih ponsel nya.
"Aku menunggumu di luar,kau segera keluar!"
Tertulis pesan dari Catur.
"Huh!mau apalagi sih dia kemari?jangan bilang kalau ingin membahas nya!"
Kirana benar benar seperti parno ketika nama cowok itu di sebut.
"Ada apa kemari?aku capek sekali hari ini"
"Kau ini,tega sekali padaku!bahkan setelah memakiku kemarin apa kau tidak ingin meminta maaf padaku?" Kata Catur.
"Eh,soal kemarin ya?maaf aku tidak sengaja. Aku tidak sengaja memakimu,maaf ya" Balas Kirana sambil tersenyum.
"Tidak bisa begitu!tidak bisa hanya dengan meminta maaf! Malam ini kau harus temani aku duduk mengobrol di sini" Kata Catur.
"Idih!kau ini! Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" Balas Kirana.
"Iya oke special untuk sahabatku" Kata Kirana.
__ADS_1
Kirana lalu duduk di sebelah Catur.
"Oke,sekarang apa?katanya mau aku menemanimu mengobrol" Kata Kirana.
Catur hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya yang sudah mulai bisa melucu.
Itu artinya Kirana sudah mulai bisa hidup normal tanpa kesedihan.
"Na,kau benar benar sudah kuat ya" Kata Catur.
"Kuat?apa maksutku?" Balas Kirana.
"Iya,aku pikir kau sudah tidak sedih lagi karena Ca.."
"Stop!!jangan teruskan!"
Belum selesai berbicara Kirana tiba tiba memotong kalimat Catur.
"Kalau kau ingin aku tetap jadi temanmu,tolong jangan pernah sebut nama itu!"
nama itu sudah jadi momok yang menakutkan bagiku
"Kenapa?sampai kapan kau akan menghindarinya?" Balas Catur.
"Kalau kau ingin bisa melupakannya, kau harus bisa terbiasa mendengar namanya!dan jangan menghindar!" Kata Catur.
Catur berusaha membantu sahabatnya untuk bisa hidup normal.
Tidak bersembunyi seperti ini dan lari dari kenyataan.
"Kau ini! Kalau hanya teori memang mudah!tapi disini aku yang menjalani nya!" Ketus Kirana.
"Pokoknya aku nggak mau mendengar apapun tentang nya titik!"
"Dasar keras kepala!" Balas Catur.
"Biarin!" Ketus Kirana.
Catur hanya bisa pasrah.
Yang penting sebagai seorang sahabat dia sudah memberi nasehat yang terbaik.
"Na"
"Hemm"
"Kemarin aku bertemu lagi dengannya,dia lagi lagi menanyakan tentang keadaanmu" Kata Catur pelan.
"Tuh kan lagi! Aku kan sudah bilang jangan bahas dia lagi! Dia itu jahat!" Ketus Kirana terlihat marah.
"Entahlah,tapi aku melihat dia merasa bersalah padamu" Kata Catur.
"Sudahlah Catur, kumohon jangan bahas dia lagi! Aku sudah tidak percaya dengan apapun yang dia katakan!" Balas Kirana.
"Aku sudah bertekad untuk membuang semua kenangan tentang nya,hati ku sudah terlalu sakit!" Kirana tidak sanggup lagi menahan sakit hati nya.
"Maafkan aku ya" Balas Catur.
Catur mengerti apa yang di rasakan Kirana.
Rasa sakit karena telah di permainkan dan di buang begitu saja.
Memang tidak mudah melalui nya.
__ADS_1
Dan tidak seharusnya dia ikut campur terlaku jauh.