Cinta PolosKu

Cinta PolosKu
Part 9


__ADS_3

Sejak saat itu, Candra selalu mengantar jemput Kirana saat bekerja.


Mereka sering pergi berdua ke tempat tempat yang romantis.


Dan Candra selalu memperlakukan Kirana dengan manis.


Kirana benar benar bahagia sekali.


Bahkan dia tidak lagi peduli dengan Vita.


"Masa bodoh dengan Vita! Salah sendiri dia memusuhiku, yang terpenting saat ini aku bisa bersama dengan Candra" Gumam Kirana.


"Oh Candra aku benar benar jatuh cinta padamu"


Kirana seperti di mabuk cinta.


Saat ini yang ada di fikiran nya cuma Candra.


Hidup nya seperti kembali berwarna.


Setelah sekian lama, akhirnya dia merasakan jatuh cinta.


Catur yang menyadari itu merasa sangat kasihan pada Kirana.


"Maafkan aku Na, kali ini kau yang harus aku bohongi" Gumam Catur merasa bersalah saat melihat betapa bahagianya Kirana karena Candra.


Dia tau kalau sahabatnya itu telah lama memendam perasaan suka pada Candra.


Dan kali ini, apa yang Kirana harapkan terjadi.


Dia bisa bersama sama hanya berdua dengan Candra.


Tidak lagi menjadi obat nyamuk seperti dulu.


Yang harus duduk diam menyaksikan orang pacaran.


Catur merasa tidak berdaya.


Dia tau kalau Candra hanya ingin membalas dendam saja.


Tapi Catur sudah terlanjur berjanji pada Candra untuk tidak menceritakan nya pada Kirana.


"Sebagai seorang sahabatmu, sungguh betapa kejamnya aku!" Gumam Catur merasa bersalah.


\*\*\*\*


Sore ini Kirana tidak punya rencana apapun.


Dia duduk di teras sambil meminum secangkir teh.


Dia termenung membayangkan hubungannya dengan Candra yang semakin dekat.


"Huh, bahagia rasanya" Pekik Kirana sambil tersenyum sendiri.


Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati Kirana.


"Aku sudah selama dan sedekat ini dengan Candra. Tapi sampai sekarang, kenapa dia belum menyatakan cinta padaku? Atau setidaknya memintaku untuk jadi pacarnya"


Kirana mulai berfikir dan menerka nerka.


"Kalau seperti ini terus, aku seperti menggantung rasanya.Menjalani hubungan tanpa ada kepastian"


Kali ini rasa bahagia nya berubah menjadi rasa khawatir.


Dia khawatir kalau tidak segera di pasti kan,hubungan nya dengan Candra akan tidak berarti apapun.


"Apa perlu aku menyatakan cinta duluan?" Gumam Kirana.


"Tapi kalau seperti itu,rasanya seperti wanita murahan saja!"


"Huh! Bagaimana ini?"


Lama Kirana memikirkan ini.


Hingga dia yakin dan bertekad kalau dia akan menanyakannya pada Candra.


"Besok aku akan memastikan nya, aku tidak peduli dia akan menilai aku seperti apa! Dari pada aku seperti ini terus, tidak ada kejelasan dan hanya menduga duga!"


Esok hari >>

__ADS_1


Kirana sudah bersiap dari tadi, tapi Candra tak kunjung datang seperti biasanya.


Sesekali Kirana melihat jam tangannya.


"Sudah hampir jam delapan, tapi kenapa dia tidak datang?"


Kirana mulai gelisah, dia mencoba menelfon Candra, tapi nomornya tidak aktif.


"Apa yang terjadi dengannya? Kenapa tiba tiba dia tidak datang seperti biasanya?"


"Apa dia tau kalau aku akan menyatakan cinta padanya? Misterius sekali"


Kirana terus menduga duga.


Akhirnya Kirana pun pergi bekerja dengan menaiki angkot seperti dulu.


Pikirannya terus pada Candra.


Dia merasa takut dan khawatir.


Perlakuan Candra selama ini padanya, membuat Kirana menjadi terbiasa.


Ah Kirana!! Jangan berfikir yang buruk! Semua pasti baik baik saja!


Kirana mencoba menenangkan pikiran dan hatinya.


Dia tidak mau, pekerjaannya terganggu karena ini.


Kirana memang gadis yang bertanggung jawab, dia tau tentang ke profesionalan dalam bekerja.


Dia tidak mau membawa masalah pribadi nya dalam pekerjaannya.


Dia ingin hari ini dia bisa bekerja dengan baik seperti biasanya.


Namun hingga sore tiba, sama sekali tidak ada kabar dari Candra.


Ponselnya pun tidak aktif.


Harapan Kirana kalau Candra sore ini akan datang menjemputnya seperti biasa nya pun tidak terjadi.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Candra?" Gumam Kirana kecewa


Satu dua tiga hari berlalu.


Nomor ponselnya juga masih tidak aktif.


Hal ini semakin membuat Kirana gundah.


Kirana berniat menanyakan ini pada Catur.


"Dia pasti tau apa yang terjadi pada Candra"


Kirana pergi ke rumah Catur, tapi malang nya karena Kirana tidak menemukan Catur.


"Kenapa Catur juga tiba tiba menghilang? Apa dia juga sudah tau apa yang terjadi pada Candra? Sehingga dia mau menghindar dari ku!"


Kirana benar benar di buat gelisah.


Hati dan fikirannya sudah terlanjur terbiasa dengan kehadiran dan sikap Candra.


Dan sekarang tiba tiba Candra menghilang seperti ini.


Membuat Kirana menjadi seperti pasien yang butuh obat tapi obat itu tidak ada lagi.


Hari hari nya kembali menjadi suram.


Tidak ada gairah dan semangat seperti saat dia bersama Candra.


Setiap hari dia mencoba terus menghubungi nomor ponsel Candra.


Tapi hasilnya tetap nihil.


Dan Catur juga seakan akan menghindar dari nya.


"Apa sih yang sebenarnya terjadi?hiks"


Tak terasa Kirana benar benar menangis.


Dia tidak bisa menguasai rasa rindunya pada Candra yang semakin menjadi jadi.

__ADS_1


"Apa ini karma buatku? Karena aku sudah dekat dengan Candra dan mengabaikan Vita"


"Tapi aku tidak merebut nya! Aku hanya mencoba menjalani takdir hiks"


Dari kejauhan Catur yang ternyata terus mengawasi Kirana menjadi tidak tega melihat kondisi sahabatnya saat ini.


Dia pun memutuskan untuk muncul dan menjelaskannya pada Kirana.


"Na..," Sapa Catur tiba tiba sehingga mengagetkan Kirana yang tengah termenung di teras.


"Ya ampun Catur!!kau kemana saja sih!!aku mencarimu, kau ke mana? Heh?" Cecar Kirana kesal bercampur senang.


"Kau kangen ya? Maaf aku tidak bermaksud menghindari mu" Jawab Catur.


"Catur, kau tau tidak? Aku hampir putus asa mencarimu" Kata Kirana.


"Memang ada perlu apa sih? Sekarang aku sudah di sini kan,coba katakan!" Jawab Catur.


Kirana menatap Catur dengan tatapan khawatir bercampur segan.


Dia merasa egois sekali.


Dulu saat bersama Candra bahkan dia tidak pernah ada waktu untuk sahabatnya.


"Katakan saja,tidak usah sungkan begitu" Kata Catur sambil tersenyum.


"Maafkan aku ya, beberapa hari ini aku hampir tidak pernah peduli padamu" Kata Kirana.


"Apa kau tau di mana Candra? Sudah beberapa hari ini dia tidak muncul" Tanya Kirana.


Catur hanya menghela nafas panjang.


Dia tau akan datang saat nya seperti ini.


Candra pasti akan mencampakannya.


"Dia tengah sibuk dengan urusannya" Kata Catur.


"Urusan? Urusan apa?" Tanya Kirana lagi.


Catur menatap wajah Kirana.


Dia benar benar tidak tega mengatakannya.


Kirana yang polos dan tulus seperti ini harus terluka.


Tapi Catur tau, kalau ini harus dia katakan.


"Apa kau tidak tau kalau Candra tengah menjalin hubungan dengan seorang gadis kampung sebelah?" Kata Catur pelan pelan.


Kirana masih tidak mengerti apa maksud perkataan Catur.


"Menjalin hubungan? Apa maksudnya?" Kata Kirana masih tidak mengerti.


"Candra berpacaran dengan gadis di kampung sebelah!" Tegas Catur.


Kali ini Catur ingin bersin tegas pada Kirana.


Dia tidak mau sahabatnya itu terus menerus menerus dalam kepalsuan.


Kirana terlihat sangat syok mendengar itu.


Matanya berkaca kaca.


Dia merasa di tipu oleh Candra.


Hati nya kini terasa hancur dan marah.


"Kau tidak usah memikirkan nya lagi,dia itu penipu! Dia juga playboy" Kata Catur.


"Kau tau dari awal kan?" Tanya Kirana.


"Aku ingin mempringatkanmu, tapi aku melihat kau bahagia sampai tidak pernah ada waktu. Makanya aku tidak pernah punya kesempatan untuk memberitahumu" Kata Catur.


Kirana merasa dirinya seperti hancur.


Baru beberapa hari yang lalu dia bagai menjadi seorang putri.


Yang terbang dengan kebahagian.

__ADS_1


Dan kini sekejap dia bahkan seperti terlempar ke tanah seperti sampah.


Candra!! Kau benar benar tidak punya perasaan!!hiks


__ADS_2