
Tling...,
Terdengar bunyi ponsel Kirana,menandakan ada sebuah pesan masuk.
"Kirana,nanti sore kau temani aku ya?"
Sebuah pesan masuk dari Vita.
Kirana malas sekali kalau membahas soal Vita.
Walau Vita itu sebelumnya adalah sahabat lengket nya,tapi sejak mengenal Candra,rasa nya Kirana jadi agak malas meladeni Vita.
Tak lama kemudian,terdengar suara ketukan pintu rumah Kirana.
"Kirana!!!!" Panggil seseorang dari luar rumah nya.
Kirana bergegas keluar membukakan pintu.
"Vita?sejak kapan kau disini?bukankah barusan kau mengirim pesan padaku?" Tanya Kirana heran.
"Pesannya aja belum aku bales,kau sudah disini!mengagetkanku saja" Tambah Kirana kesal.
"Salah kau sendiri!kenapa lama sekali membalas pesanku" Balas Vita.
"Memang mau kemana sih?" Tanya Kirana sambil merebahkan diri di kursi teras.
"Aku mau jalan dengan Candra,kau temani aku ya?please!!" Kata Vita memohon.
"Hah!!kau mau aku jadi obat nyamuk?nggak mau ah!" Ketus Kirana.
"Ayolah Kirana,kumohon" Rengek Vita.
"Kau ini kenapa selalu manfaatkan ku sih!" Kata Kirana kesal.
"Kalau kau tidak ikut, ibuku nggak mungkin ngijinin aku pergi" Kata Vita menjelaskan.
"Iya, iya...,tapi ajak Catur juga!!" Kata Kirana.
"Oke, terserah kamu saja. Kita berangkat jam 5 ya" Kata Vita.
Kirana sangat kesal sekali, dia merasa dirinya di manfaatkan oleh Vita.
Kau ini tega sekali Vita,memanfaatkan teman demi kepentingan dirimu sendiri
Kirana meraih ponsel nya, dia berniat mengirim pesan kepada Catur.
"Catur,nanti jam 5 kau datang ke rumah ku ya, penting!"
Klik.., pesan terkirim.
Setelah beberapa menit, Catur membalas pesan Kirana.
"Oke"
Apa yang akan kulakukan nanti? Ya Tuhan, aku takut sekali!! Aku takut sakit hati ketika nanti menyaksikan kemesraan mereka berdua
Kirana benar benar mempersiapkan kan hatinya, dia harus kuat ketika nanti harus melihat Vita dan Candra berduaan.
Kirana sendiri juga merasa kesal pada hatinya.
Kenapa dia harus jatuh cinta pada orang yang salah??
__ADS_1
Kenapa dia tidak bisa mengendalikan hatinya?
Setelah sekian lama mampu untuk sendiri, kenapa kali ini harus jatuh cinta?
Kirana tengah gelisah, dia bolak balik di teras.
Menunggu Catur yang tak kunjung muncul.
"Gawat!! Kenapa Catur nggak datang datang!" Gumam Kirana Panik.
Ting..,
Suara pesan masuk di ponsel Kirana.
"Kirana, kau di mana? Segera kemari aku menunggu mu"
Tertulis pesan masuk dari Vita.
"Huh, dasar!! Main perintah saja,kau tidak tau aku sedang panik!" Gumam Kirana kesal.
Tak berselang lama, Catur pun datang.
"Terimakasih Tuhan!!" Ucap Kirana girang.
"Kau ini kemana saja sih? Di tunggublama sekali!"
Sesampai nya di rumah Vita. Kirana dan Catur meminta ijin pada ibu Vita, dengan alasan ingin mengajak Vita jalan sebentar.
"Permisi tante,saya dan Kirana minta ijin mau mengajak Vita main sebentar" Kata Catur.
"Iya pergilah, tapi jangan pulang malam malam ya!" Jawab ibu Vita.
Ibu Vita tau kalau Catur dan Kirana adalaha anak yang baik, beliau sudah mengenal mereka berdua dengan dekat. Jadi tidak akan merasa khawatir kalau anaknya pergi dengan Kirana dan Catur.
"Tuh kan ma!! Aku nggak bohong,aku pergi nya sama Kirana dan Catur" Sela Vita.
Kirana hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Vita pada ibunya.
Huh dasar Vita!! Miss drama banget
Setelah berpamitan, mereka bertiga pun pergi.
Kirana melihat Vita yang sedari tadi senyum senyum sendiri.
"Genit banget sih kamu,senyum senyum sendiri seperti itu!!" Tegur Kirana.
"He..,he aku cuma senang, karena akhirnya aku bisa kencan dengan Candra!!" Ucap Vita girang.
Kirana hanya terdiam, dia merasa sedih.
Tapi dia berusaha menutupi kesedihannya, karena dia tidak mau teman temannya tau kalau dia menyukai Candra.
Setelah beberapa menit berjalan.
Akhirnya mereka bertiga tiba di sebuah tempat.
__ADS_1
Terlihat Candra sudah menunggu di situ.
Dia terkejut saat melihat ternyata Vita datang bersama Catur dan Kirana.
"Kalian berdua juga ikut?" Tanya Candra sambil menghampiri Vita.
Kirana hanya terdiam,dia benar benar malas sekali melihat pemandangan ini.
"Iya,soalnya Vita nggak bakal dapat ijin dari ibunya kalau tidak bersama kami" Kata Catur menjelaskan.
Candra hanya mengangguk angguk mengerti,sambil tangannya terus menggengam tangan Vita,dan mata nya terus tertuju pada Vita.
"Ehm, kalian jalan jalan kemana gitu kek!! Ya..,beri kesempatan kami berdua" Kata Vita.
Kirana sungguh sangat geram melihat tingkah laku Vita yang seenaknya seperti itu.
Ya Tuhan, untung kau ini teman dekatku!! Kalau tidak,aku pasti akan memakimu
"Catur,ayo kita pergi! Lagian di sini juga rasanya panas banget" Ketus Kirana sambil menarik tangan Catur untuk pergi.
"Vita itu keterlaluan sekali" Kata Catur.
"Kau baru sadar??" Jawab Kirana.
"Sebenarnya ini salahku, coba waktu itu aku berkata jujur pada Candra, mungkin saat ini mereka tidak pacaran dan kita tidak akan di permainkan seperti ini !" Cecar Kirana.
"Memang Candra bertanya apa ?" Tanya Catur.
"Dia tanya padaku, apakah Vita itu sudah punya pacar ? Terus aku bilang tidak! Huh, bodohnya aku" Kata Kirana sambil meremas remas tangannya dengan gemas.
"Sebenarnya aku juga tidak tega kalau Candra di bohongi begini oleh Vita, dia kan play girl! Pacar nya banyak di mana mana. Aku takut suatu hari nanti Candra akan di labrak oleh salah satu pacar Vita" Kata Catur kuatir.
"Heh!! Semua sudah terlambat" Kata Kirana.
Kirana dan Catur hanya bisa pasrah, mereka juga tidak mungkin menjelek jelekkan Vita di depan Candra.
"Kita lihat saja bagaimana kelanjutannya, bila suatu hari nanti apa yang kita kuatirkan terjadi. Candra pasti akan menyalahkan kita karena telah membohongi nya" Kata Catur.
Setelah beberapa jam berlalu.
Terdengar bunyi pesan masuk dari Vita.
"Kalian dimana? Kita pulang ya..,sudah malam nanti ibu marah"
Kirana sengaja tidak membalas pesan Vita.
"Siapa An ?" Tanya Catur.
"Vita..," Jawab Kirana datar.
"Kenapa dia? Kau tidak membalas pesannya?" Tanya Catur.
"Biarkan saja lah, dia kan sudah besar..,nggak akan nyasar" Ketus Kirana.
Catur hanya terdiam mengikuti Kirana.
Mereka berdua lalu pergi dan berjalan pulang.
Mereka benar benar tidak mau menghiraukan Vita.
Rasanya jauh lebih baik kalau aku mulai menjaga jarak dengan Vita. Bukan apa apa, hanya saja aku tidak mau terus merasa sakit hati. Masalah perasaanku dengan Candra, biarkan sementara aku jaga sendiri. Tak apalah, karena entah kenapa, aku merasa bahagia mempunyai perasaan ini
__ADS_1