
Sejak saat itu, Candra memutuskan untuk menjauh dulu dari Catur dan Kirana.
Dia benar benar syok karena telah di kelabuhi oleh teman teman nya sendiri.
Sedang di tempat lain, Kirana merasa rindu akan kehadiran Candra.
Candra merupakan cinta pertamanya, cinta pertama yang belum sempat terungkap tapi sudah bermasalah.
"Rasanya sepi sekali" Gumam Kirana.
Hari ini adalah hari di mana telah di nanti kan.
Ujian seni musik, Kirana dan Vita telah berhasil lolos dengan nilai yang baik.
"Semua ini berkat Candra, tapi kenapa aku sebodoh ini malah ikut membohongi nya demi Vita" Gumam Kirana.
Sepulang sekolah, Kirana duduk termenung di teras nya.
Dia masih memikirkan kejadian itu,penyesalan nya tiba tiba muncul di sertai rasa marah pada Vita.
"Vita, kau ini beruntung bisa di cintai oleh Candra, tapi kenapa kau malah menyia nyiakan nya?" Kirana terus bergumam sendiri.
Seakan tidak rela kalau Vita menyakiti Candra.
"Ngelamun aja!" Suara Catur mengagetkan Kirana
"Kau?" Balas Kirana pada Catur.
"Sedang memikirkan apa?" Tanya Catur.
"Tidak, tidak memikirkan apa apa" Jawab Kirana.
"Eh, bagaimana kabar Candra?" Tanya Kirana.
"Tuh kan, pasti tadi sedang memikirkan Candra" Goda Catur.
"Enggak koq" Jawab Kirana malu.
"Aku nggak tau" Jawab Catur.
"Tapi yang pasti, saat ini Candra tengah marah pada kita" Lanjut Catur.
"Kasihan ya Candra" Kata Kirana.
"Andai saja dulu aku berkata jujur, pasti tidak akan seperti ini jadi nya" Kata Kirana lagi.
"Kalau dulu kau berkata jujur, kau akan malah akan mendapat masalah dengan Vita" Jawab Catur.
"Tentu mendapat masalah! Orang itu, bahkan saat ini pun aku sudah mendapat masalah dengan nya, padahal aku sudah menutupinya. Eh.., malah dia menuduhku berkhianat!" Ketus Kirana sebal.
"Setelah ini, kau mau melanjutkan kemana ?" Tanya Catur.
"Aku akan kerja!" Jawab Kirana.
"Kau tidak mau kuliah?" Kata Catur lagi.
"Kuliah? Dapat uang dari mana? Kau ini mengejeku ya!" Balas Kirana sambil tersenyum kecut.
"Ah sudahlah, jangan di fikirkan" Kata Catur.
"Kau mau nyanyi apa? Biar aku yang iringi musik nya" Kata Catur sambil memulai memainkan gitarnya.
"Kita bernyanyi saja, nggak usah memikirkan hal hal lain yang menyakitkan!" Kata Catur lagi.
__ADS_1
Mereka pun mulai berkolaborasi.
Bernyanyi dan mendengarkan musik memang hoby nya Kirana.
Karena dengan bernyanyi, suasana hatinya menjadi lebih baik.
~Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangankau buat remuk seluruh hatiku
Suasana menjadi lumer saat mereka mulai bernyanyi, Kirana berharap dia masih mampu untuk tetap menjaga perasaan cinta nya pada Candra.
Sampai suatu saat nanti, Candra tau kalau dia benar benar tulus mencintainya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Sejak kejadian itu, Candra tidak lagi berhubungan dengan Catur dan Kirana.
Tapi jujur, ada perasaan rindu dengan sosok Kirana dan Catur.
Tapi rasa benci nya pada Vita masih menyumpat hatinya.
Tidak mungkin dia akan pergi ke rumah Catur atau pun Kirana, di sana pasti dia akan bertemu Vita.
Sepekan berlalu,
Kirana sudah menjadi terbiasa dengan keadaan nya.
"Selamat pagi hari ini.., selamat pagi hatiku, selamat pagi cintaku" Gumam Kirana.
Setiap pagi, Kirana selalu memotivasi hatinya sendiri.
Untuk tetap tersenyum dan berfikir positif.
Setelah pengumuman kelulusan, Kirana langsung mencari pekerjaan.
Dan dia di terima di sebuah perusahaan *****.
Dan hari ini adalah hari pertama Kirana bekerja.
"Semangat, semoga hari ini berjalan sangat baik" Guamam Kirana berharap.
Tling,
Suara pesan masuk di ponsel Kirana.
"Sore pulang jam berapa? Aku mau main ke rumah"
Tertulis pesan masuk di ponsel Kirana, tapi Kirana tidak tau nomor siapa itu.
"Nomor baru, siapa? Dari mana dia tau kalau aku bekerja?" Gumam Kirana.
Kirana tidak membalas pesan itu.
Dia kembali melanjutkan aktifitasnya.
Hari ini Kirana benar benar merasa lebih baik.
Hampir dia melupakan rasa sedih nya terhadap Candra ataupun Vita.
Bagaimanapun, hidupku bukan hanya untuk membenci dan meratapi mereka, ada banyak hal yang perlu aku raih
Waktu begitu cepat, hari menjelang sore dan sudah waktunya bagi Kirana untuk pulang.
Kirana pergi dan pulang bekerja dengan menaiki angkot.
__ADS_1
Dia rasa lebih menyenangkan dari pada naik taxsi.
Karena di dalam angkot dia bisa bertemu dengan banyak jenis tipe manusia.
Kadang tak jarang ada beberapa cowok ganteng di sana.
Ya itung itung cuci mata lah.
Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya Kirana tiba di rumah.
"Huh, badanku rasa nya capek sekali. Aku mandi air hangat hari ini" Kata Kirana sambil berberes.
Tak berapa lama, terdengar suara ibu memanggilnya.
"Kirana..., tuh ada tamu. Cepat kamu keluar!" Perintah Ibu.
"Iya bu!!" Teriak Kirana dari dalam kamarnya.
"Siapa sih? Jam segini bertamu! Nggak tau Irang capek apa?" Gumam Kirana.
Setelah mengganti pakaian, Kirana bergegas keluar.
Ingin melihat siapa yang mengganggunya.
Tapi betapa terkejut nya karena Kirana kenal siapa tamu yang datang.
"Candra? Kau kenapa kesini?" Tanya Kirana gugup.
"Aku mengagetkanku ya? Maaf ya" Jawab Candra.
Huh! Mau apa sih dia? Aku sudah hampir hidup normal. Kenapa dia datang lagi?
"Apa ada sesuatu hal yang ingin kau bicarakan padaku?" Tanya Kirana.
"Tidak, aku hanya rindu saja. Maaf ya, waktu itu sudah memarahimu" Kata Candra sambil mainkan Gitarnya.
Heh? Rindu? Pada siapa?Kirana jangan geer!!
Kirana duduk terdiam di samping Candra.
Dia sendiri tak tau mau berbincang apa.
Setelah sekian lama tidak bertemu, rasa nya seperti kembali bertemu dengan orang asing.
"Kau kerja di mana? Aku sering lihat kau naik angkot dari gang depan" Tanya Candra.
"Kau melihatku?" Tanya Kirana.
"Aku bekerja di salah satu perusahaan ****" Jawab Kirana datar.
Jangan tanya kenapa aku lebih memilih bekerja dari pada kuliah !!
Sore itu tidak banyak yang di bahas Kirana dan Candra.
Mereka hanya tenggelam dalam diam dalam iringan Gitar yang terus di main kan Candra.
Jujur Kirana masih syok dengan kedatangan Candra.
Hatinya seperti di putar balikkan ke masa lalu.
Dan dia tidak mau lagi lagi terbawa perasaan.
Walaupun jujur, sampai saat ini Kirana masih menyimpan rapi rasa cinta nya pada Candra.
__ADS_1
Tetapi dia sangat tau diri, sehingga sebisa mungkin dia lebih memilih menjaga hati nya dengan baik.
Jangan sampai rasa cinta nya berbalik menjadi bumerang yang sewaktu waktu bisa kembali menghancurkannya.