Cinta PolosKu

Cinta PolosKu
Part 3


__ADS_3

Tling...,


Terdengar suara ponsel Kirana berbunyi.


"Nanti sore jangan lupa untuk datang latihan"


Pesan chat masuk dari Catur.


Kirana hanya membaca nya tapi tidak membalasnya.


"Kenapa jadi nggak mood begini?"


Kata Kirana lemas.


Entahlah, Kirana yang awalnya sangat menggebu gebu ingin belajar Gitar untuk niat kan ujian,kini malah menjadi sangat tidak tertarik.


Kehadiran Candra yang berhasil menarik hati nya,membuat Kirana menjadi takut.


Takut kalau dia akan jatuh hati pada Candra.


 


\*


 


Waktu sudah menunjukan pukul lima sore,


Candra dan Catur sudah berada di rumah Vita.


Tapi Kirana tidak kunjung datang.


"Aku ke rumah Kirana dulu ya, dia pasti ketiduran!" Kata Catur berpamitan.


"Oke, aku tunggu di sini saja ya" Balas Candra.


Catur bergegas pergi ke rumah Kirana, sementara itu Candra dan Vita terlihat semakin akrab.


"Kau sekolah di mana ?" Tanya Vita.


"Aku sudah lulus, sekarang aku bekerja di sebuah sorum mobil di daerah ****" Jawab Candra sambil memainkan gitarnya.


"Owh..,kau sudah bekerja ya? Berarti umurmu lebih tua ya dari aku" Kata Vita sambil tersenyum dan terus berusaha mendekati Candra.


"Kau sudah punya pacar?" Kata Vita memberanikan diri.


"Kau?kenapa bertanya seperti itu? Itu privasi tau" Balas Candra.


Vita tidak menyerah begitu saja.


Dia terus mencari perhatian Candra dengan wajah dan sikap manjanya.


"Candra...," Panggil Vita.


"Hemm..,apa?" Jawab Candra.


"Kalau lama lama aku jadi suka padamu bagaimana ya?" Kata Vita terus terang.


Candra di buat terkejut oleh pertanyaan Vita.


Tapi dia pura pura tidak mendengarnya.


Jujur sebenarnya Candra juga suka dengan Vita, tapi dia ingin lebih dulu mengenal Vita.


Dia ingin tau sifat dan hal hal lain tentang Vita terlebih dahulu sebelum dia memutuskan untuk memacari Vita.


Setelah beberapa menit,Catur dan Kirana pun datang.


Kirana yang melihat Candra semakin akrab dengan Vita, hati nya merasa cemburu.


[ Entah kenapa, aku koq cemburu ya melihat mereka berdua semakin akrab ]


"Eh!!kenapa bengong? Ayo kita mulai latihan" Kata Catur pada Kirana, yang sedari tadi terlihat bengong melihat Candra.


"Eh iya, maaf" Jawab Kirana sambil mengambil posisi duduk di samping Catur.


Sudah berkali kali Catur mengajari Kirana, tapi tetap saja Kirana tidak bisa melakukannya dengan benar.


"Kau ini sedang memikirkan apa sih? Fokus dong!!" Kata Catur kesal.


"Eh iya maaf" Jawab Kirana merasa bersalah.


"Catur..,kita latihan di sebelah sana aja yuk,supaya bisa lebih bisa berkonsentrasi" Ajak Kirana.


Catur merasa bingung dengan Kirana, tidak biasanya dia bersikap seperti ini.

__ADS_1


Tapi Catur tidak mau menanyakan sesuatu pada Kirana.


"Begitu ya?? Ayo lah !!!" Jawab Catur sambil beranjak pergi.


Candra dan Vita yang melihat tingkah Kirana juga merasa heran.


"Eh! Kenapa kalian pindah?" Tanya Candra.


"Nggak pa pa,sudah kalian berdua terus latihan saja" Jawab Catur.


Baguslah, sepertinya Kirana dan Catur mau memberi kesempatan aku dan Candra untuk bisa dekat, he..,he..


Vita terlihat sangat senang dengan kepergian Kirana dan Catur.


Dengan begini kan aku bisa berduaan dengan Candra


Sementara itu.


"Kirana,kau tidak apa apa kan?" Tanya Catur.


"He? Memang aku kenapa?" Jawab Kirana sambil tersenyum.


"Kau memilih menjauhi mereka bukan karena kau cemburu kan?" Tanya Catur.


"Cemburu? Ya nggak lah!!" Jawab Kirana sambil menepuk bahu Catur.


"Bagus lah kalau begitu" Kata Catur.


"O iya, aku lupa..,kau kan tomboy!! Sejak kapan kau tertarik pada cowok!" Ledek Catur sambil tertawa.


"Ihh! Sialan, walau aku tomboy tapi aku normal!" Balas Kirana protes.


memang selama ini aku tidak pernah punya perasaan pada cowok, karena seperti ini lah yang aku takutkan. Aku takut sakit hati. Jujur perceraian orang tuanya membuat nya trauma untuk menjalin kasih dengan seorang pria


Di tempat masing masing, mereka mulai latihan bermain Gitar.


Candra dan Vita,sedangkan Catur bersama Kirana.


Tak terasa waktu sudah hampir maghrib.


Mereka pun mengakhiri latihan.


Sebelum pulang Kirana sengaja menghampiri Vita dan Candara terlebih dahulu.


"Kalian belum selesai?" Tanya Kirana.


"Sudah hampir maghrib, kita lanjutkan besok saja ya" Kata Candra.


"Kalian berdua sudah selesai?" Tanya Candra pada Catur.


"Sudah dong, kalau fokus maka cepat selesai" Jawab Catur sambil merangkul Kirana.


"Kalian berdua serasi" Kata Candra.


Huh, serasi?? Dasar!!!aku kan suka nya sama kamu!! Kenapa malah bilang kami serasi ?


Wajah Kirana terlihat tidak menyukai perkataan Candra, dan dia pun langsung melepaskan tangan Catur dari pundaknya.


Catur yang tersenyum melihat gelagat Kirana, dia tau kalau dua sahabat nya ini menyimpan rasa pada cowok yang sama.


Vita..,Kirana..jangan sampai karena cowok, persahabatan kalian jadi terpecah


 


\*


 


Hampir sepekan waktu berjalan, Vita dan Candra juga terlihat semakin akrab.


Sedang kan Kirana semakin hari menjadi semakin tersiksa dengan perasaannya.


Entahlah, baru kali ini Kirana merasa tertarik dengam seorang cowok.


Tapi nasib, cowok yang dia suka malah lebih memilih sahabatnya sendiri.


Kirana termenung di dalam kamarnya,tidak tahu harus menyesal atau bahagia.


Ini pertamanya dia merasakan jatuh cinta,tapi kenyataannya akan sulit baginya untuk meraih nya.


Tling..,


Suara pesan masuk dari ponsel Kirana.


Dia pun segera meraih ponselnya,tapi begitu terkejutnya melihat kalau pesan yang masuk itu dari Candra.

__ADS_1


Cowok yang sedang dia suka dan yang sedang dia pikirkan saat ini.


"Hah,panjang umur..,baru saja di fikirkan sudah mengirimkan pesan" Kata Kirana senang.


"Nanti setelah maghrib, aku mau main ke rumahmu. Ada yang ingin aku kata kan padamu. Tapi jangan bilang Catur ataupun Vita kalau aku akan datang"


Tertulis pesan chat dari Candra.


Hati Kirana mendadak senang setelah membaca pesan dari Candra.


"Kenapa dia mau kesini??apa jangan jangan dia sudah tau kalau aku menyukainya?" Terka Kirana.


"Huh!!!kenapa jadi deg deg an begini sih !!"


Waktu menunjukan pukul tujuh malam, tapi sosok Candra yang di tunggu tunggu pun tak kunjung datang.


Kirana terlihat resah, dia bolak balik keluar masuk tidak jelas.


Tak lama kemudian.


"Assalamualaikum"


Terdengar suara salam dari luar.


Nampak seorang laki laki berperakawan sedang dengan mengenakan kaos biru dan celana jeans tengah berdiri di teras rumah Kirana.


"Waallaikuam sallam" Balas Kirana sambil berdiri kaku.


Huh!!kenapa saat berhadapan dengan nya selalu gemetar seperti ini sih?? Tenang Kirana...,tenang..


"Duduk lah" Kata Kirana mempersilahkan Candra.


Candra duduk di kursi yang ada di teras rumah Kirana.


Sedang Kirana duduk di kursi yang tak jauh dari Candra.


"Kau,kenapa kesini?" Tanya Kirana gugup.


"Aku ingin menanyakan sesuatu hal padamu" Jawab Candra.


Ya ampun, kalau di lihat secara dekat seperti ini..,dia sangat terlihat sangat manis!! Kirana.., sadar!!! Sadar!!!


"Apa?" Jawab Kirana.


"Kau kan sahabat nya Vita,jadi kau pasti tau banyak hal tentang Vita kan ?" Kata Candra.


Vita??jadi dia ke sini hanya mau menanyakan soal Vita?? Huh!! Menyebalkan..,tidak seharusnya aku geer seperti ini


"Iya,memang kenapa?" Jawab Kirana.


"Kau tau siapa pacar Vita?" Tanya Candra.


Huh!! Mati aku, nggak mungkinkan aku jawab kalau Vita punya banyak stok cowok


Kirana hanya terdiam tidak menjawab.


"Kirana??kenapa?kau pasti tau kan semua tentang Vita" Kata Candra.


"Iya,aku tau semuanya tentang Vita" Jawab Kirana.


"Vita...,belum punya pacar" Jawab Kirana.


Huh, aku terpaksa harus berbohong..,maafkan aku Candra, demi sahabatku aku rela mengabaikan perasaanku


"Huh, baguslah" Kata Candra senang.


"Kau bantu aku mendekati Vita ya" Pinta Candra.


Hah!!aku?? Ya ampun!!! Kenapa seperti ini??kau tau lama lama aku bisa mati karena sakit hati bila melihat kalian berdua


"Kenapa harus aku??" Jawab Kirana.


"Kenapa?kau tidak mau?" Tanya Candra.


"Aku kan juga temanmu, saat teman meminta pertolongan, tega sekali kalau kau tidak mau membantu" Kata Candra


"Ih!!kau ini!! Iya iya..,aku mau" Jawab Kirana.


Sudahlah,memang sudah jalan Kirana seperti ini.


Tapi Kirana tidak mau menyerah begitu saja.


Dia yakin kalau cinta nya yang tulus pada Candra, lama lama akan membuat luluh hati nya.


Mungkin bukan saat ini,tapi suatu hari nanti.

__ADS_1


Bersambung...


😉😉😉


__ADS_2