
"Heh..," Candra menghela nafas panjang. Dia duduk di kursi rotan di teras rumahnya, dengan kepala tersandar.
Tatapannya jauh ke langit, seakan tengah mencari sebuah jawaban yang ingin dia ketahui.
"Kau ini lemes gitu, seperti orang baru putus aja" Catur yang kebetulan sedang main di rumah Candra merasa heran dengan temannya ini. Tak biasa dia bersikap seperti itu.
"Ini bahkan lebih parah dari orang yang baru putus cinta" jawab Candra
Catur hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Candra.
"Pasti Kirana lagi" tebak Catur
"Catur"
"Hemm"
"Apa kesalahanku ini sangat fatal? Sampai sampai Kirana tidak bisa menerima ku lagi" tanya Candra
Candra bahkan hampir putus asa di buat nya.
Dia sudah minta maaf ribuan kali,tapi tetap saja Kirana tidak bisa menerimanya.
"Menurutmu?" Catur kini balik bertanya.
"Coba bayangkan, di saat kau mencintai seseorang, tapi seseorang itu ternyata hanya memanfaatkannya saja. Bagaimana menurutmu? Apa kau tidak sakit hati?" Catur sengaja berkata seperti itu, supaya Candra sadar.
Bahwa kesalahannya itu sangatlah buruk.
"Aku tau betul siapa Kirana, aku sudah berteman dengannya sejak kecil. Karena perceraian orang tuanya, Kirana menjadi pribadi yang tomboy. Bahkan dia pernah bilang kalau dia membenci pria. Dia menganggap kalau semua pria itu menyakitkan" Catur mulai bercerita
"Kau ini adalah cinta pertamanya, di dirimu dia merubah penilaiannya selama ini pada pria! Tapi apa yang kau lakukan padanya? Kau menghancurkan kepercayaannya! Bagaimana mungkin dengan begitu mudahnya dia menerima mu lagi setelah apa yang kau lakukan padanya!" Catur menjadi ikut kesal karena kebodohan temannya itu.
Candra terdiam, dia merasa bersalah karena telah gegabah saat itu.
Dia hanya memikirkan membalas dendam atas sakit hatinya.
Bukan pada Vita, tapi malah pada Kirana.
Gadis polos yang bahkan tidak bersalah.
Saat itu dia hanya menjalankan tugasnya sebagai seorang teman.
Melindungi aib temannya.
Ya Tuhan!! Aku sungguh berdosa!
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Candra pada Catur
"Aku tidak tau, aku hanya bisa menyarankan. Tebuslah kesalahan mu itu dengan terus berusaha" jawab Catur
"Kemarin aku mengajaknya jalan saat malam pergantian tahun nanti. Tapi dia menolak ku,katanya dia sudah ada janji dengan teman pria nya" kata Candra
"Teman pria? Siapa?" jawab Catur
"Entah? Aku tidak menanyakannya" jawab Candra
__ADS_1
Siapa teman pria Kirana? Aku tau betul siapa Kirana. Selain aku, dia tidak punya teman pria. Dia kan membenci laki laki?
Catur menyadari kalau ada yang di sembunyikan Kirana.
Dan dia berniat ingin mencari tau kebenarannya.
Catur tidak tega melihat Candra seperti itu, dia itu kan playboy yang dengan gampang bisa menarik hati perempuan.
Tapi lihatlah kini, dia seperti terikat oleh maghnet nya Kirana.
Begitu lemah.
"Kau tenang saja, aku akan membantumu. Aku nggak akan ngebiarin temanku ini jadi gila karena Kirana! He..,he.." Catur mencoba menghibur Candra dengan ocehannya.
"Ada satu rahasia yang harus kau tau tentang Kirana" kata Catur.
"Apa?" Candra dengan cepat menjawab nya dan bergeser mendekatkan posisi duduknya dengan Catur.
"Huh!! Semangat sekali sih? Tenang dulu! otakmu ini benar benar bisa gila bila aku tidak membantumu" ejek Catur
"Terus saja mengejekku! Kau bisa bicara begitu karena kau tidak pernah jatuh cinta! Dasar jomblo akut!" ketus Candra kesal
"Cepat katakan! Apa rahasianya?" kata Candra lagi
"Iya..,iya sabar!" jawab Catur sambil mengambil posisi tegang seakan akan ingin mengabarkan hal besar pada Candra
"Sebenarnya Kirana itu masih menyukaimu! Dia sengaja menjauh seperti itu hanya untuk melindungi dirinya darimu. Dia takut kalau kau akan menyakitinya lagi. Dia itu tipe cewek yang tidak mudah untuk jatuh cinta dan melupakan. Jadi untuk sekarang kau hanya bisa berusaha terus meyakinkannya kalau kau tidak akan menyakitinya lagi" Catur menjelaskan semuanya
Mendengar ucapan Catur, Candra menjadi sedikit lega.
"Kalau kau bilang dia masih menyukaimu,lantas yang di maksut kalau dia akan pergi dengan teman prianya saat malam pergantian tahun itu siapa?" tanya Candra
"Entah! Apa mungkin dia sudah jatuh cinta lagi?" Catur semakin menjadi jadi. Dia ingin mengerjai temannua itu.
"Dasar sialan kau! Kau mempermainkan ku ya!huh!" dan Candra berhasil di buat kesal olehnya.
Catur tertawa terbahak bahak melihat kegilaan temannya.
"Seperti nya kau telah mendapat hukumanmu! Bagaimana rasanya? Heh? Sepertinya rasa cintamu bisa membuatmu gila! Wkwkwk" tak henti hentinya Catur menggoda temannya itu.
Kali ini Candra tak membalas ocehan Catur.
Dia merasa kali ini Catur benar.
Ini mungkin adalah hukuman atas kesalahannya dulu.
Wajahnya kembali manyun, dan kepalanya kembali bersandar.
"Sudah! Sudah! Kau tenang saja, aku akan membantumu. Aku pulang dulu ya" kata Catur sembari pergi.
Catur pergi meninggalkan Candra yang masih termenung di teras.
Sementara itu, sembari berjalan.
Catur terus memikirkan perkataan Candra tentang Kirana yang akan pergi dengan teman pria nya.
__ADS_1
"Siapa sih teman pria Kirana? Aku curiga kalau ini hanya akal akalannya saja untuk menghindari Candra" gumam Catur
Langkahnya terhenti saat sampai di depan rumah Kirana.
Dia melihat Kirana tengah duduk di teras sambil asyik memainkan Ponselnya.
Tak menunda lagi, Catur pun menghampiri Kirana.
Tak di pungkiri kalau dia pun penasaran dengan teman pria Kirana.
"Na,lagi apa? Sibuk amat memainkan ponsel" tegur Catur
"Eh, kamu..,dari mana?" tanya Kirana
"Dari..,dari rumah lah!" jawab Catur
Catur sengaja berbohong.
Kalau dia bilang dari rumah Candra, pasti akan lebih sulit mengintograsinya.
"Na"
"Hemm"
"Malam tahun baru nanti, kau akan pergi kemana? Kita jalan yuk!" Catur mulai memancing Kirana
Idih bocah ini! Nggak biasanya dia ngajak aku jalan, biasanya dia lebih memilih pergi dengan Vita. Tumben banget
"Aku sudah ada janji, tumben! Biasanya kau pergi dengan Vita. Kenapa tiba tiba mengajaku jalan?" Kirana balik bertanya.
Kirana curiga ada yang tidak beres dengan Catur.
"Kenapa kalau aku mengajakmu? Kau juga tumben ada janji, biasanya kau lebih senang duduk di teras sambil melihat kembang api. Kau janji dengan siapa?" Catur tidak menyerah begitu saja
"Ada deh..," jawab Kirana
Sial! Pertanyaanku tak berhasil mengecohnya, aku harus mencari cara lain untu mencari tau siapa teman pria Kirana
"Ya sudah kalau kamu nggak mau cerita, aku pulang dulu" jawab Catur bernada kesal
Kirana hanya tersenyum tak menjawab.
Tling!!
Terdengar ponsel Kirana berbunyi, ada sebuah pesan yang masuk.
"Kau berdandan yang cantik,besok aku akan mengenalkanmu dengan nya"
Tertulis sebuah pesan masuk dari teman kerja Kirana.
Karena ingin menghindar dari Candra, Kirana meminta bantuan salah seorang teman kerjanya untuk di kenalkan dengan seseorang.
Dan besok mereka berencana untuk bertemu.
Apa yang aku lakukan ini benar? Aku paling canggung dan risi bila bertemu pria asing. Agh..,sudahlah!! Yang penting di jalani dulu. Siapa tau dengan ini aku bisa lepas dari perasaanku pada Candra
__ADS_1