Cinta PolosKu

Cinta PolosKu
Part 19


__ADS_3

"Sebentar lagi tahun baru,agh!!dasar jomblo akut,lagi lagi sendiri lagi" gumam Kirana ketika melihat kalender yang sudah hampir habis.


Dia meratapi nasibnya menjadi jomblo sejati.


Hampir setiap pergantian tahun tiba, dia selalu melewatkan nya sendiri.


Kadang juga bersama teman temannya.


Tapi dia bahkan lebih menderita, karena hampir semua temannya berpasangan. Hanya dia yang selalu sendiri.


Bukan karena tidak laku.


Tapi memang Kirana cenderung memilah milah cowok.


Kalau dia tidak merasa nyaman, seganteng apapun, jangan harap Kirana mau menerimanya.


Tapi nasib!


Ketika dia sudah merasa nyaman bersama cowok, malah di sakiti.


"Ugh..,aku benci moment itu. Jujur aku iri melihat orang orang bahagia bersama pasangan mereka di malam pergantian tahun" gumam Kirana kesal


"Na.., kau kenapa?" tegur Iis


"Egh.., enggak pa pa koq" Kirana tidak ingin Iis tau apa yang sedang dia fikirkan.


"Sebentar lagi pergantian tahun, kau ada acara?" tanya Iis


"Acara apa? Heh.., aku sudah terbiasa menghabiskan waktu pergantian tahun di teras rumah sambil melihat kembang api. Kalau kau?" Kirana balik bertanya


"Kasihan ya kamu,memang kamu tidak punya teman atau cowok gitu, ya sekiranya kamu nggak sendiri kan?" Iis berusaha memancing Kirana


Kirana tau siapa yang di maksut Iis.


Dia pun tersenyum kecut.


"Maksudmu Candra?" balas Kirana


"Mungkin" jawab Iis


"Kalau kau ingin membahas Candra, lupakan saja! Sana gih kembali ke tempat kerjamu!" Kirana kesal sekali mengetahui Iis tengah menjebaknya.


"Kau ini galak sekali sih! Kalau memang tak ada hubungan apapun kenapa harus marah!" jawab Iis sambil berlalu pergi


"Huh!!" Kirana menghela nafas panjang untuk mengumpulkan kesabarannya.


"Candra lagi Candra lagi! Kenapa nama itu terus saja bersarang di telingaku!" Kirana merasa hidupnya terus menerus di bayangi Candra.


Semua apapun yang ada di sekitarnya, selalu ada hubungan nya dengan Candra.


Dari mulai sahabatnya Catur, yang selalu menceritakan tentang Candra.


Kini di tempat kerja, Iis juga membahasnya.


"Ya Tuhan!! Kalau begini terus bagaimana aku bisa melupakannya!" geram Kirana kesal


Hari sudah sore,waktu pulang pun tiba.

__ADS_1


"Na, kenapa kamu belum pulang? Hampir semua karyawan sudah pulang lho" kata salah seorang teman kerja Kirana


"Aku.., masih ada urusan sebentar" kata Kirana sambil berpura pura membereskan map yang ada di mejanya.


"Oh..,ya sudah. Aku duluan ya" kata teman Kirana


"Ehm" Kirana sengaja keluar belakangan.


Dia tidak ingin pulang bersama Candra.


Dia yakin, kalau Candra pasti tengah menunggunya di depan seperti biasanya yang muncul dengan tiba tiba.


Setelah kiranya cukup lama mengulur waktu.


Kirana pun akhirnya keluar.


"Kalau kali ini aku tidak dapat angkot lagi, aku akan naik ojek online saja" Kirana bahkan sudah memperhitungkan waktunya.


Benar saja, karena hari sudah semakin senja.


Tidak satupun angkot yang lewat.


Kirana pun mengambil ponselnya dan memesan ojek online.


Tak berapa lama, ojek online yang di pesan Kirana pun datang.


Dan Kirana pun pulang.


Selama di perjalanan, Kirana senyum senyum sendiri.


"Kau pikir aku tidak punya cara apa untuk menipumu" Kirana merasa senang sekali


Hingga tak berapa lama, sampailah Kirana di rumahnya.


Namun betapa terkejutnya dia ketika melihat penampakan di teras rumahnya.


Sesosok pemuda dengan jaket biru dan topi di kepalanya sedang duduk di kursi teras nya.


"Candra!! Ya Tuhan!! Kenapa dia malah disini!" kini Kirana yang merasa di tipu.


Ugh! Susah payah aku mengatur semuanya, kenapa dia malah di sini!


"Kau, kenapa di sini?" tanya Kirana canggung


"Tadi pagi kau bilang aku tidak boleh menjemputmu, jadi ya sudah..,aku menunggumu di sini saja" Candra menjelaskan dengan nada tenang, membuat Kirana malah semakin merasa bodoh.


Astaga! Aku bahkan lupa kalau sudah melarangnya menjemputmu! Kenapa ini tidak terfikirkan oleh ku!


Kirana bahkan menjadi bodoh karena terus parno akan kedatangan Candra.


Oke!! Aku akan ikuti permainannya, aku tidak akan mengusirnya. huh!! Kirana.., tenangkan dirimu


"Aku masuk dulu ya" kata Kirana sembari membuka pintu rumahnya.


Di dalam rumah, Kirana tak sanggup menahan rasa canggung nya pada Candra.


Dia pun meremas remas tangannya sembari terus mondar mandir tak karuan.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Apa aku tawari dia minum? Agh!! Nggak perlu! Nanti dia makin betah dan nggak pulang pulang! Tapi? Dia kan tamu? Aduh!! Aku harus apa?" Kirana seperti di kerjai oleh pikirannya sendiri.


Padahal Candra sendiri dengan tenang duduk di teras sembari bermain gitar.


Kirana lalu pergi menyusul Candra di depan.


Kini,mereka pun duduk berhadapan.


Candra sama sekali tidak merasa canggung berhadapan dengan Kirana, dia bahkan malah bernyanyi sembari menatap Kirana.


~ Aku lah yang tetap memelukmu erat ~


~ Saat kau berfikir, mungkinkah berpaling ~


~ Aku lah yang nanti, menenangkan badai ~


~ Agar tetap tegar, kau berjalan nanti ~


Suaranya tidak terlalu buruk, kalau dari dekat begini..,wajahnya makin terlihat tampan


"Astaga!! Apa yang aku fikirkan?" Kirana menepuk keningnya untuk menyadarkan dirinya supaya tidak berfikir terlalu jauh.


"Na, kau kenapa?" melihat Kirana bertingkah seperti itu, Candra ingin memastikan keadaan Kirana.


"Ee..,tidak koq. Aku cuman agak pusing" Kirana mulai ber drama.


"Kau sakit? Aku belikan obat ya?" kata Candra


"Eh! Nggak usah,nggak perlu repot repot. Aku nggak pa pa koq" Kirana panik sendiri. Dia bisa bayangkan apa yang akan di lakukan Candra.


Dia pasti akan membawa banyak obat Untuknya.


Setelah mendengar ucapan Kirana kalau dia baik baik saja, Candra pun kembali duduk.


"Na"


"Hem"


"Malam tahun baru,kau mau kemana?"


Kirana tau maksud Candra menanyakan itu,


Dia pasti mau mengajaku jalan, huh! Terpaksa aku bohong lagi


"Aku..,sudah ada janji dengan seseorang" Kirana terpaksa berbohong. Dia tidak mau terjebak dengan suasana yang mengharuskan dia pergi berdua dengan Candra.


"Begitu ya" Candra terlihat kecewa mendengar jawaban Kirana.


Maafkan aku, tapi dengan begini mungkin lebih baik


Kirana merasa bersalah karena terus membohongi Candra.


Tapi mau bagaimana lagi.


Kirana memang harus menjaga jarak dengan Candra.


Sampai dia benar benar yakin kalau Candra tidak akan menyakitinya lagi.

__ADS_1


__ADS_2