
Tak peduli nanti nya harus berakhir seperti apa.
Yang ada di fikiran Candra hanya lah sekedar ingin balas dendam saja pada Vita dan sahabatnya.
Candra merasa sakit hati karena telah di bohongi oleh mereka.
Meskipun Candra tau maksut Kirana bersikap seperti itu karena ingin melindungi sahabatnya.
Sore itu Candra kembali bermaksud ingin mengajak Kirana pergi.
Lewat sebuah pesan singkat dia mengirimkan pada Kirana.
"Nanti sore aku akan datang menjemputmu"
Pesan itu pun langsung sampai pada Kirana.
"Apa sih maksud nya?" Gumam Kirana.
Kirana benar benar tidak tau apa maksut dari Candra kembali datang di hadapannya setelah insiden itu.
Tapi jujur, Kirana merasa dirinya kembali tertarik pada rasa cinta nya yang lama dia ingin lupakan dan sekarang kembali datang.
Dengan sikap dan pemikiran polosnya, dia bahkan menganggap kalau Candra sudah mulai membuka hati untuknya.
Dia tidak tau, kalau Candra datang hanya untuk balas dendam.
Kirana melanjutkan pekerjaannya dengan semangat.
Dia tidak sabar menunggu sore tiba.
Waktu yang di nantikan pun datang.
Kirana bergegas membereskan barang nya dan pergi ke gerbang.
"Apa dia sudah datang? Aku tidak mau membuatnya menunggu"
Kirana berjalan dengan tergesa gesa.
Setelah tiba di gerbang, dia melihat sosok lelaki sedang duduk menunggu di atas motornya.
Kirana hafal betul motor itu,
"Ahhh! Dia sudah datang" Pekiknya senang.
"Apa aku sudah rapi?" Gumam Kirana sambil merapikan rambut dan pakaiannya.
Dengan hati hati,Kirana mendekati Candra.
"Kau,sudah datang? Apa lama menunggu?" Tanya Kirana pelan.
__ADS_1
"Belum lama koq, ini pakai helmnya!" Perintah Candra.
Kirana menerima helm itu dan memakainya dan membonceng Candra.
Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam.
Kirana sendiri sebenarnya merasa penasaran.
"Kita mau kemana?" Tanya Kirana pelan sambil berbisik di telinga Candra.
Candra hanya tersenyum tidak menjawab.
Membuat Kirana semakin penasaran.
Huh! Dia ini kenapa cuma tersenyum?membuatku makin penasaran saja
Sesekali Candra bersikap nakal memainkan rem motornya.
Sehingga membuat tubuh Kirana tesungkur menempel memeluk Candra.
"Eh maaf aku tidak sengaja!" Kata Kirana merasa tidak enak karena rem itu, dia hampir memeluk Candra.
Candra hanya kembali tersenyum.
Dia bahkan tidak tau kalau aku sengaja memainkan rem ku. Kirana.., betapa polosnya pemikiranmu
Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun sampai di sebuah tempat.
Sangat tenang dan nyaman.
"Kita duduk di sana" Kata Candra sambil menggandeng tangan Kirana.
Kirana yang sejak awal memang telah jatuh cinta pada Candra, tidak menolak ketika dia di perlakukan seperti itu.
Kirana terus mengikuti permainan Candra.
Sikap dan pemikirannya yang sangat polos, sampai sampai dia tidak tau kalau sebenarnya dia telah di permainkan oleh Candra.
Mereka duduk berdua di sebuah bangku.
Suasana yang sejuk dan tenang membuat Kirana bahagia.
Ya Tuhan, mimpi aku semalam bisa bersama nya
Kirana sangat menikmati pemandangan di hadapannya saat ini.
Menikmati wajah manis yang rupawan dan bau harum yang begitu khas wangi Candra.
"Kirana" Panggil Candra membuyarkan lamunan nya.
__ADS_1
"Ehm, iya" Jawab Kirana.
"Apa kau bahagia?" Tanya Candra sambil terus menatap mata Kirana.
Membuat Kirana menjadi salah tingkah.
"Entahlah, aku tidak tau" Jawab Kirana sambil menundukan wajahnya.
Candra berdiri dari bangku, dan dia berdiri di belakang Kirana.
Tak lama kemudian Candra merangkul kan tangan nya ke leher Kirana.
"Aku merasa lebih baik sekarang" Kata Candra sambil memeluk Kirana dari belakang.
Hal itu membuat Kirana gugup.
Dia gemetar dan berdebar.
Tak tau harus bersikap seperti apa, Kirana hanya terdiam membiarkan Candra memeluknya.
Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?
Candra tau, sikapnya kalu ini pasti sudah membuat Kirana baper.
Secara Candra tau betul kalau dari awal Kirana memang telah suka padanya.
Betapa jahatnya aku, maafkan aku Kirana. Tapi dengan begini aku merasa lebih baik
Sepanjang mereka bersama, Candra terus bersikap romantis.
Dia menggandeng tangan Kirana dan terus bersikap lembut.
Dia ingin Kirana menjadi terbiasa dan kecanduan cinta nya sendiri.
Aku akan membuatmu tergila gila padaku, setelah itu. Maafkan aku karena aku akan meninggalkanmu, seperti yang telah temanmu lakukan padaku
Candra terus bersikap manis pada Kirana.
Bahkan saat perjalanan pulang, dia nekat menarik tangan Kirana untuk memeluk pinggangnya.
Kirana!!sadar!sadar!
Kirana benar benar di mabuk cinta.
Dia benar benar telah terpancing oleh Candra.
Kasihan gadis polos itu
ini adalah cinta pertamanya, dan ini adalah kali pertamanya dia mencintai.
__ADS_1
Dia tidak sadar kalau cinta polos tulusnya sebenarnya terbalas oleh kepalsuan.