
Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun tak ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku
Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau meninggalkanku
Disaat ku mulai mengharapkan mu
Dan kumohon maafkan aku
"Ku mohon tetaplah disini!" Pinta Candra sambil terus meraih tangan Kirana yang ingin menghindar.
Darah di tubuh Kirana seperti membeku.
Hatinya bergemuruh tak karuan.
Rasa marah bercampur kesal.
Ingin sekali bisa menghilang jauh dari hadapannya.
Kirana menghela nafas panjang mencoba menenangkan dirinya.
"Aku tidak mengenalmu!aku bahkan sudah membuang semua ingatanku!"
Ketus Kirana sambil menangkis tangan Candra supaya melepaskannya.
Tidak sedikitpun mata Kirana melihat Candra.
Jujur, Kirana tak berani menatap Candra.
Hatinya belum kuat betul untuk itu.
"Aku tau aku salah!aku mohon dengarkan aku dulu!sekali saja!" Candra tak melepaskan tangan Kirana.
Dia terus memohon agar Kirana mau mendengarkannya.
Kirana benar benar tak sanggup menghadapi situasi seperti ini.
Dirinya terlalu lemah.
Tak bisa di pungkiri, Candra adalah cinta pertamanya.
Dan tak mudah baginya melupakan begitu saja.
Kirana kembali menampis tangan Candra.
Namun kali ini dia melakukannya dengan pelan.
__ADS_1
Kirana lalu duduk di samping Candra.
Baik, kali ini aku akan mencoba menuruti permintaannya. Aku ingin lihat mau apa dia?
Candra merasa lega dan senang karena akhirnya Kirana mau mendengarkannya.
Kirana duduk terdiam.
Tatapannya pun di buat sebisa mungkin agar tidak melihat Candra.
"Sekarang aku sudar!" Kata Candra.
"Kau sadar?kenapa?apa selama ini kau itu gila?" Ketus Kirana.
"Aku sadar aku salah, aku salah karena sudah menyakitimu"
"Aku salah karena sudah mengabaikan mu! Menjadikan tumbal balas dendam ku!"
Mendengar ucapan Candra, Kirana tak kuasa menahan gemuruh hatinya.
Pikirannya seakan flash back pada kejadian yang lalu.
Di mana dia di perlakukan bak seorang putri.
Lalu setelah itu di campakan seperti sampah.
Tangan nya mulai menggeram menahan amarah.
Dan matanya mulai berkaca kaca.
"Aku sudah menghabiskan waktu ku menjalin hubungan dengan beberapa wanita,aku berharap bisa menghapus rasa bersalah itu. Aku mencoba dekat dengan wanita! Berusaha untuk mencintai! Tetapi tetap tidak bisa!"
"Aku sendiri tidak tau rasa apa ini?itu benar benar menyiksaku! Aku rindu bersamamu,seperti dulu lagi"
Candra mencurahkan semua yang selama ini menjadi beban dalam hatinya.
Dan Kirana sendiri tak kuasa menahan bendungan air di matanya yang mulai mengalir membasahi pipinya.
Kirana sengaja membuang muka nya,karena dia tidak ingin Candra tau kalau dia menangis.
"Aku mohon beri kesempatan sekali lagi"
Candra terus memohon pada Kirana.
"Dulu aku memang mencintaimu seperti orang bodoh! Tapi saat aku sadar betapa jahat nya dirimu, sekarang aku membencimu! Aku sudah membuang nya jauh jauh!" Pekik Kirana tidak bisa menahan nya lagi.
Air mata nya terus menetes.
Rasa cinta yang bercampur kebencian membuat hatinya menjadi sesak.
"Aku tidak percaya itu!" Balas Candra.
"Aku masih melihat cinta dari matamu"
__ADS_1
Kirana menghapus air matanya.
Dan berbalik menghadap Candra.
"Lihat! Kau lihat apa di mata ku heh!" Ketus Kirana marah.
"Tidak ada apapun di sini! Selain kebencian ku padamu!"
Amarahnya membuat nya berani untuk menatap Candra.
Tetapi Candra sama sekali tidak marah.
Dia bahkan membalas nya dengan senyuman.
"Kau bohong! Kalau kau membenciku,apa arti air mata itu?" Kata Candra.
"Aku benar benar kehilanganmu Kirana, perhatianmu,ketulusanmu,semua itu membuatku sadar kalau aku butuh dirimu" Kata Candra sambil mencoba meraih tangan Kirana.
Kali ini Kirana merasa ingin sekali pingsan.
Tenaganya sudah terkuras habis menghadapi Candra.
Aku benci situasi ini! Kenapa dia tidak menyerah saja!
"Tolong beri aku satu kesempatan lagi" Kata Candra.
"Kau ini benar benar jahat! Kau sudah mendekati Iis, dan sekarang kau ingin memintaku untuk kembali memberimu kesempatan?" Ketus Kirana.
"Aku minta maaf, aku memang jahat! Tapi aku tidak pernah punya perasaan pada Iis. Aku hanya ingin berteman dengannya! Dan aku juga tidak tau kalau ternyata Iis menyalah artikan nya" Jawab Candra.
"Aku tidak mau masuk dalam jurang yang sama! Kau begitu menyepelekan perasaan orang lain! Aku tidak mau kembali merasa sakit!" Balas Kirana.
Perlahan Kirana mampu menguasai emosinya.
Dia mampu membalas semua ucapan Candra.
"Aku berjanji! Aku tidak akan kembali menyakitimu, aku tau kau belum bisa menerimaku. Tapi setidaknya ijinkan aku untuk kembali dekat denganmu dan menjadi temanmu, dan jangan hindari aku" Pinta Candra.
Kirana sudah sangat lelah.
Dia ingin sekali pergi dari situasi ini.
Akhirnya ia pun mengabulkan permintaan Candra.
Bukan untuk jadi kekasih nya, tapi hanya menjadi teman.
Ya Tuhan! Betapa lemahnya aku! Kenapa kau membiarkannya datang kembali?
Kenapa engkau tak membiarkan aku melupakannya?
Apa ini jawaban dari doa ku?
Aku meminta agar Kau jauhkan dia dari ku bila memang bukan jodohku!
__ADS_1
Tapi sekarang Kau malah membiarkannya datang kembali!
Aku harus bagaimana?