CINTA REMAJA TANGGUNG

CINTA REMAJA TANGGUNG
@ Kerinduan @


__ADS_3

WARNING! Cerita ini hanya fiktif, jika terdapat kesamaan nama tokoh, peristiwa dan latar belakang kehidupan pembaca, penulis memohon maaf karena tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya.


@ KERINDUAN


“Rim, Rimaaa...! Jangan! Jangan Pergi! Jangan tinggalkan aku, kumohon! Riiiiiiiiiiimmmmmmaaaa...a.. ! Hosh...hosh..hosh..! Wisnu terbangun dari mimpinya dengan nafas memburu. Ia mengucek-ngucek mata dengan punggung tangannya. Keringat dingin mengucur di dahi dan pelipsnya. Wajah ber-rahang kokoh itu kini penuh dengan peluh.


Ekspresi kekhawatiran akan mimpinya barusan tak mengurangi wajah tampan miliknya. Lelaki itu memang memiliki wajah yang sangat tampan, rambut cepak dengan hidung mancung dan bibir yang tipis membuat dirinya terkesan cool sekali.


“Ah.. mimpi itu lagi. Ada apa dengannya? Kuharap dia akan baik-baik saja!” Ia berharap tidak terjadi hal yang tak diinginkan dari teman kecilnya itu.


Wisnu melirik jam dinding di kamar, waktu masih menunjukkan pukul 04.00 dini hari. Masih ada waktu satu jam lagi untuk membantu ayahnya bekerja di pasar. Meski Ia masih memiliki usia belia, namun dirinya tak punya pilihan lain.

__ADS_1


Ayahnya seorang kuli panggul di pasar dan Ibunya bekerja sebagai buruh cuci keliling. Ia tak tega melihat kedua orang tuanya yang beranjak senja bergelut dengan kerasnya hidup mengais rezeki. Sedangkan kakaknyapun merantau keluar kota. Sebenarnya kedua orang tua Wisnu melarangnya ikut berjibaku menelusuri lorong-lorong pasar yang sesak.


Namun wisnu tak henti-hentinya memohon dan meyakinkan ke dua orang tuanya untuk ikut mengumpulkan pundi-pundi receh itu. Kedua orang tuanya hanya bisa pasrah, mereka tau anaknya belajar untuk dewasa, setidaknya Ia punya uang saku sendiri dan membiayai sekolohnya sendiri.


Ya.. siswa kelas 2 SMP itu sudah membantu ayahnya sejak lulus SD. Ia sadar hasil kerja keras orang tuanya hanya cukup menyukupi kebutuhan harian mereka dan tak lebih.


“ Masih ada waktu satu jam lagi untuk pergi ke pasar.” Ia membuka laci meja belajarnya, menatap sebuah foto yang menggambarkan teman-teman masa kecilnya. Ia mentap intens pada sesok gadis cilik dengan rambut dikucir kepang. Baginya gadis cilik itu begitu memikat hati. Entah mengapa Ia akan sangat senang berada di dekatnya, bermain dan bersenda gurau bersama.


Orang tua rima memindahkannya ke luar kota bukan karena alasan. Pasti ada alasan tersendiri. Namun sampai sekarang hal itu masih menjadi teka-teki bagi seorang wisnu.


Ia pandangi lagi foto itu, foto yang diambil saat mereka ikut study tour sekolah. Diantara seluruh temannya Ia hanya bisa akrab dengan seorang gadis saja. Dan tentunya ia adalah Rima. Baginya Rima tak hanya berwajah manis dan memiliki senyum yang ramah, Ia juga merasa bahwa Rima adalah gadis yang memilki sebuah ketulusan.

__ADS_1


“ Aku merindukannya, sungguh merindukannya.” Wisnu bergumam lirih, ada sesak kerinduan yang memenuhi rongga dadanya. Entah sampai kapan rindu itu akan tertahan. Mungkin semua orang memiliki sebuah kerinduan. Namun dirinya sudah 3 tahun tak bertemu gadis anehnya itu. Gadis yang menurutnya aneh, datang dan pergi tepat pada saat ia butuh atau tak butuh ketika dulu mereka masih berada di kota yang sama. Namun kini mereka terpisahkan oleh jarak.


‘Bagaikan pungguk merindukan bulan. Aku selalu berkhayal, mengkhayalkan bertemu dengannya. Andai aku punya pesawat pribadi, ataupun mobil pribadi. Apalah daya, aku hanya anak seorang kuli. Dengan usiaku yang masih dini, bagaimana aku datang menghampiri.


Tunggu Kelanjutan kisahnya ya Guys...


AKANKAH WISNU BERTEMU DENGAN RIMA KEMBALI DAN MENJALIN HUBUNGAN DI MASA DEPAN?


Like, coment and vote... Please,,,,! (


Thankyou ....

__ADS_1


__ADS_2