CINTA REMAJA TANGGUNG

CINTA REMAJA TANGGUNG
Aku Cemburu Rim


__ADS_3

Rima menarik Wisnu menuju Kantin sekolah mereka. Ia melihat Awin kakak kelasnya yang menjadi MC acara PENSI beberapa minggu yang lalu.


Ya.. Rima telah mendapat sedikit info tentang kakak kelas yang membuatnya jatuh hati pada pandangan pertama.


"Wis..Wis.. itu kan kak Awin, gantengnya... ganteng banget. Udah tinggi, keren, jago voli lagi. Cowok idaman gue banget."


Rima sengaja memanas-manasi Wisnu. Meski sebenarnya Rima memang menyukai Awin. Begitulah sifat Rima yang cenderung labil. Ia masih menganggap cinta yang mereka miliki diusia mereka yang sekarang hanyalah cinta monyet saja.


Berbeda dengan Wisnu yang entah mengapa Rimalah satu-satunya wanita yang ia suka dan ia sayangi. Wisnu hanya bisa merasa nyaman dengan Rima. Tidak dengan yang lain.


"Manisan juga gue. lo tu ngimpi jangan ketinggian, tinggiin dulu badan lo. Mana cocok lo sama dia. Nih ya ibarat lo tuh sayur toge dia kacang panjang. Ibarat sapu, lo sapu lidi dia sapu lantai. lo bunga putri malu dia bunga mawar. Ibarat gunung lo bukit rendah. Lo kurcaci dia manusia jangkung. Ibarat..."


Wisnu mengibaratkan berbagai ibarat Rima dengan Awin. Yang diibaratkan tidak terima.


"Sekalian aja ibarat bumi dan langit."


Rima menjadi sensi dan sebal, bibirnya sudah mengerucut menyerupai mulut bebek.


'Rese banget sih si Wisnu ga bisa liat orang seneng dikit aja. Padahal gue kan ngga pernah protes kalau dia dikejar-kejar siswi lain. Masak sih lo cemburu? Apa lo beneran anggap serius omongan tempo hari tentang sahabat atau pacar? Tau ah gelap.'


Rima terus saja memasang muka bete dengan bibir masih manyun beberapa senti kedepan.


"Nah itu lo nyadar." Wisnu malah mengatakan hal yang membuat Rima semakin kesal.


'Andai lo pacar gue Rim, udah gue cium lo. Ups .. apaan sih otak gue. Jadi ngeres gini. Sabar-sabar, ini ujian keimanan. Habis lo nggemesin sih Rim kalo lagi ngamnbek gitu.'


Wisnu mencoba mengendalikan diri agar tidak khilaf.


"Tapikan lo tau Wis, kak Awin cinta pada pandangan pertama gue. Dia tu pujaan hati gue, pangeran yang bisa buat gue tersenyum bahagia."


Rima sengaja mengkompori Wisnu, sejauh mana Wisnu akan tersulut emosi. Sambil mnyengir kuda memamerkan deretan gigi kelincinya.


'Bakal cemburu ngga lo wis, gue ngomong gitu?'


'Argh.. kenapa lo jadi suka sama Awin sih Rim. Gantengan gue kemana-mana kali. Lo tuh sadar ga sih udah bikin gue jeolus. Gue cemburu, apa artinya gue di mata lo Rim. Nih cewek cepet banget sih ngerubah perasaannya. Gue ngga akan biarin lo jadi pacar Awin. Lo bakal jadi milik gue doang Rim.


Terdengar posesif memang, Wisnu hanya dapat membatin tanpa bisa mengatakannya langsung pada Rima. Selain karena Ia gengsi juga karena status mereka hanya sahabat untuk saat ini. Ditambah lagi Rima yang masih labil. Wisnu tahu sifat Rima yang begitu, namun ia sudah terlanjur bucin pada Rima yang tak dapat membuatnya ilfil. Cinta ya cinta ngga peduli Rima akan bagaimana. Itulah Wisnu yang sudah kadung cinta.


"Bentar lagi ada yang mau baca puisi berabad-abad nih? Eh gue kasih tau ya di dunia ini ngga cuman dia yang bisa bikin lo senyum bahagia, gue juga bisa."


Wisnu mengatakannya penuh percaya diri dan menepuk-nepuk dadanya dengan sebelah tangan.

__ADS_1


"Yang ada lo tuh selalu bikin gue tersenyum kecut bukan senyum bahagia."


Rima tak terima dengan pernyataan Wisnu barusan.


"Gue akan buktikan."


"Silahkan kalau bisa 'Bambang'!"


"Nama gue Wisnu bukan Bambang Rima. Wisnu setiadi Pangestu. Yang artinya?"


Wisnu menegaskan namanya dan meminta Rima mengartikannya.


"Wisnu tampan sperti dewa Wisnu, Setia yang artinya selalu setia, pangestu yang artinya selalu direstui. Dahlah.. gue dah hafal dah. Elo dah jelasin ratusan kali."


"Nah tu inget."


Wisnu selalu gemas dengan Rima, jadilah ia mengacak rambut pada pucuk kepala Rima.


"Eh bambang bukan itu arti sebenernya.Gue tau, emak lo ngasih nama pasti ada maknanya ngga ngasal kayak yang lo jelasin."


"Anggap gitu napa sih Rim, nama-nama gue juga."


"Terserah lo aja Bambang."


"Rima Mawar Melati semuanya Indah, awas lo ya."


Wisnupun berlari mengejarnya. Yang dikejar malah terus meledek dan tertawa terbahak.


Ketika akan melewati tangga lantai dua yang berada di tengah antara ruang kelas yang satu dengan yang lain. Rima menabark seseorang.


Siapakah dia? Guru Bk super galak atau Pak Rudi kepala sekolah berkumis tebal?


Jantung Rima berdebar kencang tak karuan. Antara cemas, tegang, kuatir dan ngarep.


Cemas jika yang ia tabrak Kepsek berkumis tebal, ia akan dihukum karena melanggar peraturan berlari tidak penting di lingkungan sekolah. Hukumannya keliling kelas dan memperkenalkan diri dengan bahasa jepang atau inggris pada jam pelajaran di mualai.


Jika ingin dikenal caranya mudah bukan. Tinggal menabrakkan diri saja pada pak Rudi.


Tegang jika yang ia tabrak Pak Mahesa. Pasti hukumannya berkali lipat.


Ngarep jika yang ia tabrak sang pujaan hati.

__ADS_1


Rima tak punya nyali untuk melihat siapa yang Ia tumbur. Ia terus memejamkan matanya.


Sampai sesorang yang ditabrak mengguncang bahunya pelan dan menyurunya membuka mata.


Sedang tak jauh dari sana, Wisnu memandang mereka dengan tatapan penuh amarah. Mungkin Ia terbakar cemburu. Sampai Ia melampiaskan kemarahannya pada daun bunga disebelahnya. Memetiknya dan mengunyahnya. Ingin sekali Ia mengunyah cowok yang memegang wanita terkasihnya.


Wisnu : Emang gue kambing thor? makan daun segala, yang bener aja thor.


Author : Lo kan cemburu buta, ngga bakalan ngeliat apa yang lo samber.


wisnu : huuh.. lo bukannya hibur gue thor malah bikin gue tambah emosi


Author : Kabur ah.. sebelum lo ngamuk membabi buta


"Bruah... bruah.. bruah.. pahit."


Wisnu menyemburkan daun dari mulutnya. Kekonyolannya itu mendapat gelak tawa dari siswa lain yang melihatnya.


"Apa lo ngetawain gue, berenti ngga atau gue sumpel mulut lo pakek kaos kaki gue yang wangi dari dalam sepatu gue ini."


Wisnu tak terima dirinya ditertawakan.


Ia kembali menatap Rima dengan tatapan kesal, tak ingin orang lain menyentuhnya. Meski orang itu tak sengaja menyentuhnya. Apalagi yang menyentuhnya adalah Awin, lelaki yang disukai Rima.


'Lo dah bikin gue galau Rim. Hati gue rim, sakit liatnya. Hancur hati gue, jadi berkeping-keping.'


Wisnu merasakan sesak di dadanya.


Awin mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Rima. Memastikan gadis itu telah membuka matanya atau belum.


Awin terus menatap wajah gadis di depannya, mengamatinya.


'Wajahmu manis juga dek, bulu matamu juga lentik.'


Awin lama terpukau dengan pemandangan cantik di hadapannya. Kemudian ia menyadari dan tersenyum meliahat gadis itu masih memejamkan matanya.


"Rim..Rima.." Awin memanggil gadis di depannya dengan suara lembut sedikit tegas.


Merasa tak asing dengan suara yang memanggil namanya. Rima memberanikan diri membuka matanya.


"Kak Awin." Rima refleks menyebut cowok di hadapannya.

__ADS_1


Jantungnya kini berdegup kencang. Ia menjadi grogi dan salah tingkah.


Sedangkan Wisnu bingung bagaimana membawa pergi Rima dari Lelaki yang ia anggap menjadi saingannya.


__ADS_2