CINTA REMAJA TANGGUNG

CINTA REMAJA TANGGUNG
Memastikan Hati


__ADS_3

MEMASTKAN HATI


“Kak wisnu, tunggu kak! Tangan halus mulus Sifa memegang ujung jaket yang dipakai Wisnu.


Awalnya wisnu tak ingin meladeni cewek serem bagaikan mak lampir ini. Bagi wisnu, Sifa adalah cewe yang menyeramkan. Selalu membuntutinya dan mencuri pandang padanya. Wisnu hafal gerak-gerik Sifa yang selalu memperhatikannya. Ia hanya berpura-pura tak tahu. Karena merasa terganggu akhirnya Wisnu buka suara juga.


“ Ada apa, cepat katakan?” Jawab Wisnu ketus.


‘Kamu ngeselin banget sih kak, untung aja ganteng. Lihat aja nanti, aku akan buat kamu bertekuk lutut padaku.’ Sifa benar-benar tergila-gila pada Wisnu.


“ Sifa mau ngerepotin kakak, boleh?”


“Apa?” Sesingkat itu Wisnu menjawab pertanyaan Sifa.


Sedangkan Ali hanya menjadi penonton setia drama di hadapannya itu. Mereka bagaikan artis korea, tampan dan cantik.


“Mmm, kalau kakak ga sibuk, anterin Sifa pulang ya? Supir sifa ga bisa jemput, mobilnya di pakai jemput mama di bandara.” Ia mencari alasan supaya Wisnu mau mengantarkannya pulang.


“Sorry kakak sibuk, kamu pulang sama temen kakak aja!” Wisnu menunjuk Ali untuk mengantarkannya dan Ia langsung mengendarai sepeda motornya itu. Meninggalkan Sifa dengan raut wajah merah padam dengan tangan mengepal.


Sifa hanya menatap nanar cowok yang ia kejar cintanya itu. Penolakan Wisnu hari ini akan dibayar mahal suatu hari nanti. Wisnu telah membangunkan singa betina yang haus akan perhatiannya. Sifa merasa punya segalanya. Orang tuanya adalah pebisnis terkenal di kota itu. Apapun kemauan sifa akan dituruti orang tuanya. Jadi ia tak terima dengan sebuah penolakan. Karena apapun yang Sifa ingin akan dia dapatkan.


“ Sombong banget sih kamu kak, liat aja kamu bakalan tergila-gila padaku.” Gumam Sifa lirih, namun masih dapat didengar Ali yang berdiri tak jauh darinya.


“Jadi gimana nih.. Princes mau aku antar pulang tidak?”


“Ngga usah, aku bisa pulang sendiri kak.” Tolak Sifa.


“Kalau kamu mau aku antar, kamu akan tau mengapa Wisnu selalu menolakmu.” Bujuk Ali.


“Oke, ini karna menyangkut kak Wisnu ya, aku mau pulang bareng kakak.” Tawaran itupun diterima sifa karena ia penasaran pada Wisnu.


Mereka segera menaiki Moge milik Ali. Diperjalanan Ali menceritakan bahwa Wisnu sedari kecil hanya menyukai seorang gadis saja dan itu adalah Rima. Maka dari itu Wisnu tidak bisa move on dan belum ada yang menggantikan posisi Rima di hatinya.


Tak sengaja motor Ali hampir menabrak mobil di depannya. Motor yang ditumpangi Sifa mendadak di rem sontak membuatnya menubruk tubuh Ali. Sifapun terkejut beserta tubuhnya yang telah menempel pada tubuh Ali.

__ADS_1


“Mau cari mati kamu kak? Kakak sengajakan ngerem mendadak supaya bisa nempel-nempel sama aku? Aku turun di sini. Aku bisa pulang sendiri. Sana jauh-jauh.” Di rasa cukup informasi yang Sifa dapatkan. Ia pun mendepak Ali saat itu juga.


Ali : Aishh... kejam banget sih kamu thor. Aku kan lagi pedekate sama doi.


Author : he .. he..Aku kan cuma nyelametin kamu dari nenek lampir Al.


Ali :bilang aja cemburu thor-thor.


Author:Ge er banget sih.. author ga jomblo ya. Punya pasangan gue. Emang elo Jones.


Mendadak Ali dipenuhi ingatan tentang Wisnu dan Rima. Ali tahu betul hubungan mereka di masa kecil. Mereka sering terlihat bersama, berbagi, dan saling membantu. Tak pernah mempermasalahkan hal sepele. Rima mengerti Wisnu begitupun sebaliknya. Wisnu memiliki sifat yang angkuh, dingin dan cuek. Berlainan dengan sikap Rima yang ramah, peduli dan ceria. Rima tak pernah mengeluh akan sikap Wisnu yang cuek. Sebab Rima mengerti bahwa Wisnu butuh perhatian bukan dimintai perhatian. Rima juga tahu kapan Ia harus berada dekat dengan Wisnu dan kapan Ia harus menjauh. Rima juga tahu kehidupan Wisnu yang sulit membuatnya menjadi seorang yang dingin. Rima tak pernah mengungkit hal yang tak ingin di bahas olehnya.


Suatu hari Rima mendengar kabar bahwa Ibu Wisnu mencoba bunuh diri dengan menengguk sebotol racun. Ia kaget, dan bertanya-tanya mengapa demikian. Setahu Rima, Ibu Wisnu adalah sosok seorang Ibu yang Sabar. Teka-teki hidup dan kerasnya cobaan siapa yang akan tahu. Rima memilih diam dan tak pernah mencari tahu kebenarannya bahkan dari Wisnu sekalipun. Karena Ia tahu, hal itu akan membuat temannya itu terluka dan tercoreng harga dirinya. Untuk itu Rima selalu berusaha menghiburnya. Dengan seolah berpura-pura tidak tahu mengenai Ibunya. Sampai saat ini pun Ia menyimpan peristiwa itu dalam-dalam.


Wisnu tengah menuju rumah Rima saat ini. Yang diinginkannya agar Ia segera sampai dan mendepatkan kabar tentang Rima. Tak sengaja, Wisnu memilih rute yang akan melewati sekolah SD nya dulu. Wisnu melihat Pak Sugeng masih setia menjual Es Cendol favorit mereka. Es Cendol Yang akan mereka beli setelah pulang sekolah.


Ketika yang lain ingin membelinya pada jam istirahat, mereka berdua akan membeli setelah jam sekolah usai. Dengan begitu mereka tak akan ikut berdesak-desakkan mengantri. Es Cendol pak Sugeng memang sangatlah laris. Selain karena rasa Esnya yang bikin ketagihan, juga karena semua bahan yang digunakannya alami. Tanpa pemanis dan pewarna buatan.


Wisnupun terkenang akan masa-masa membahagiakan itu. Terutama pada tingkah Rima yang suka menjahili pak Sugeng. Meski Ia tahu Rima sebenarnya juga sering membantu lelaki paruh baya itu. Rima akan dengan suka rela mencuci gelas-gelas kotor yang sudah terpakai. Ia juga akan berteriak-teriak menawarkan dagangan Pak Sugeng jika belum habis terjual. Sungguh, siapapun yang melihatnyapun akan terenyuh dan membeli Es Cendol itu.


Karena Rima juga memiliki sifat jahil. Ia mengajak Wisnu bersekongkol untuk mengerjai pak Sugeng, penjual Es Cendol pada hari itu.


“Wis kamu nanti tugasnya nyuci semua gelas yang kotor itu. Dan aku akan berteriak, supaya ada yang beli esnya. Setelah semua esnya terjual tanpa sisa, kita minta jatah Es 3 gelas gimana?”


“ Itu sih bukan ngerjain namanya neng.” Wisnu sedikit heran dengan rencana Rima yang menurutnya konyol itu.


“Udah kamu tinggal ikutin aja rencanaku. Oke?”


“Terserah.” Wisnu hanya bisa pasrah dan mengikuti rencana Rima.


“Es cendol manis... Seger... Manteeep...!”


“Es cendol manis... Seger.... Manteeep...!”


“Ayo merapat-merapat biar tubuh semakin anteeep.” Teriakan Rima membahana, membuat siapaun yang lewat akan menatapnya. Merekapun tersenyum, dan ada juga yang membeli karena selain iba juga karena mereka gemas dengan gadis cilik itu.

__ADS_1


Setelah mereka selesai mengerjakan semuanya. Rima meminta 3 gelas es. Pak Sugeng bingung kenapa 3 gelas es, biasanya hanya 2 gelas es.


“Kenapa 3 gelas es neng, bapak Cuma ada 2 gelas aja. Nih udah bapak bungkusin buat kalian berdua. Makasih ya udah bantuin bapak.” Kata pak Sugeng sedih karena tak dapat meberikan 1 gelas es lagi.


“ Yang segelas tuh sebenarnya mau dibungkus untuk seseorang pak.” Jawab Rima sendu.


“Emang buat siapa neng?” Tanya pak sugeng.


“Buat bu parti, itu tuh pujaan hati bapak. Wk..Wk..Wk..” ternyata Rima hanya berniat menggoda pak sugeng saja.


“Kabur wis... kabuuuur.... Keburu kuping kita dijewer.” Merekapun lari terbirit-birit.


“Woooo... dasar bocah semprul.” Teriak pak sugeng. Ia merasa malu, seketika wajahnya memerah. Dan tersenyum-senyum mengingat bu parti sang pujaan hati.


“Hosh..hosh...hosh.. aduh wis capek gue. Berenti dulu lari”


“Itu sih bukan ngerjain, tapi godain. Yang ada elu ngerjain gue. Lari-larian kayak gini.” Wisnu kesal dengan Rima yang membuat dirinya lari tunggang langgang.


“Olah raga wis, olah raga.” Rima tersenyum dan memicing-micingkan alis sebelahnya, berharap Wisnu tak marah dengan tingkah konyolnya itu.


“ Dasar cewek jahil.”


“Biarin... wlek.” Rima menjulurkan lidah dan berlari meninggalkan Wisnu. Setelah itu Ia berteriak.


“ Siapa kalah besok yang traktir esnya. Da...dah...” Rimapun telah jauh dari pandangan Wisnu.


Flashback Off


Hampir saja Wisnu melewati rumah Rima, jika Ia tak segera tersadar dari lamunannya. Wisnupun merana karena hingga sampai saat ini. Rima masih saja jauh dari pandangannya. ‘Dengan kerinduan yang tak terarah, tolong aku menuntunnya pada jalan menujumu Rim. Taukah engkau, tiada selain dirimu di rimba hatiku. Kapan engkau kembali, meskipun hanya sekali menyapa. Menguatkanku beberapa tahun lagi lamanya.’


Tunggu kisah selanjutnya. Akan diusahakan UP setiap hari.


Like, coment dan Vote dari readers akan menambah semangat Author untuk terus menulis....


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2