
"Apaan sih kak, becanda lo ga lucu tau!" Riri sewot dengan candaan Rima barusan.
"Eh bocah ngapain lo nongol?" Sebenarnya Rima enggan mengajak Riri bergabung karena Ia tak ingin rahasianya terbongkar. Mulut Riri yang suka veplas ceplos dan sering tidak pada tempatnya membuat Rima takut jika Riri berkata yang tidak-tidak.
"Lagi pada ngobrolin apa sih, ajak-ajak dong kak kalau mau makan-makan." Riri memawarkan diri.
"No way, bocah bau kencur dilarang ikut. Acara khusus remaja tanggung, tidak remaja pemula dan remaja pra dewas. Faham?" Rima tak setuju jika Riri ikut. Riri juaranya makan, bisa ngga kebagian Rima nanti kalau Riri ikut. Jatahnya suka diserebot sih.
"Lo pelit banget sih kak. Yang punya acara kan kak Ali." Bibirnya manyun dan terlihat raut kekecewaan diwajahnya. Namun tak menyurutkan semangatnya untuk ikut berpartisipasi dalam acara itu.
"Hai kak Al, salam kenal, boleh dong Riri gabung. Kak Al kan baik hati, tidak sombong dan tidak pelit. Guanteeeeeng pula." Riri berusaha merayu Sang pemilik acara.
"Hai, salam kenal juga. Mmm.. gimana ya? " Ali pura-pura berpikir ingin membuat Riri penasaran.
"Ya udah deh kalau ngga boleh Riri ke dalam lagi." Riri namapak lesu dan tak bersemangat. Wajahnyapun ia buat cemberut dan sedih. Sengaja ia pasang wajah itu agar orang lain mengasihani dirinya.
"Yang bilang ngga boleh tuh siapa? Hmmm?" Ali menjadi gemas dengan Riri. karena tingkahnya itu.
__ADS_1
"Yessss... berarti riri boleh ikut. Makasih ya Kak Al." Riri lonca-loncat saking senangnya.
"Yang bilang boleh juga siapa?" Ali membuat jawaban yang ambigu.
Seketika raut wajah Riri menjadi kesal dan penuh amarah. Dan bantal yang ada di sofa melayang ke wajah Ali.
Riri dan Ali sedang bertengkar kini Rima dan Wusnu hanya menjadi penonton. Sungguh.. mereka ini remaja yang tidak bisa untuk tidak berisik.
"Enaknya ngapain nih Rim, habis mereka ributnya assik banget kayaknya sampek kita dilupain?" Wisnu mulai bosan dengan situasi di riang tamu rumah Rima.
"Gimana kalo kita nyari kado aja buat Ali. Kan bisa hemat. Gimana?" Sebenernya usulan itu hanya modus nya Rima supaya bisa pergi jalan bareng Wisnu.
"Siiip.. oke..!"
Rima dan Wisnu pergi lewat pintu belakang. Ia berpura-pura ingin ke toolet. Sedangkan Rima Ia pamit mau mengambil air minum dan camilan lagi.
Mereka izin keluar dengan mamak Rima dan diizinkan, asal pergi tak terlalu jauh dari rumah dan tak pulang sore.
__ADS_1
"siip.. buk.., nanti Wisnu pulangin dengan utuh dan ga kurang atau nambah sedikitpun. Mungkin nambah item kena sinar matagari.
Wisnu menjawab pesan-pesan dari mamak Rima.
"Awas kalau anak ibuk dipulangin ngga utuh..Tak cincang-cincang pakai golok" Sambil mempraktekan ancamannya mamak Rima menyeringai penuh ancaman.
Yang diancam berekspresi ketakutan. Tapi, tak menyurutkan membawa Dewi Sintanya pergi.
'Apapun akan gue lakuin Rima. Termasuk kena omel mamak lo itu.' Wisnu sangat senang, akhirnya Ia dapat berduan menyusuri mall yang baru kali ini Mereka berdua akan lakukan.
'I..ii..iya mak. Aman pokonya." Wisnu memang menjadi sedikit gugup dan gagap. Ia tak mau salah kata dan tak jadi pergi bersama Wisnu.
15 menit telah berlalu semenjak Wisnu dan Rima ke luar rumah. Dan kini Ali dan Riri menyadari bahwa kakak dab Sahabatnya sudah tidak ada di sana. Mereka kecolongan.
"Kak Rima kok tega sih ninggalin aku?"
"Ya iyalah kalau gue jadi diapun males lama- lama di rumah ketemu elo setiap hari. Tingkah lo aja begitu."
__ADS_1
"Kenapa tingkah gue emang? Kak Ali ngga suka? Ngga usah banyak komentar deh."
Mereka kembali bertengkar. Huuuh.. author juga pusing liat Riri sama Ali.