Cinta Sang King Mafia

Cinta Sang King Mafia
eps 1 - setelah 5 tahun


__ADS_3

sudah 5 tahun lamanya Axell berhasil melupakan Kimberly dan 3 tahun yang lalu Axell mulai menyukai sahabatnya yang sedang mengandung anaknya tapi tuhan berkata lain Axell harus kehilangan sahabatnya saat melahirkan anaknya,


dan kini anaknya yang sudah berumur 3 tahun anak itu anak laki lakinya yang mungkin kelak akan jadi penerusnya.


Axellio Elxaviero Stevano T. anak laki laki yang memiliki mata biru bahkan Axell mewarisi semuanya pada sang putra terbukti wajah tampannya sangat mirip dengan sang daddy sewaktu kecilnya.



Axell yang tengah duduk diruang kerjanya dan tiba tiba dihampiri oleh putra kesayangannya yang baru saja masuk keruangan itu bersama Daren tapi setelah itu Daren langsung pergi lagi


"daddyyy........." teriaknya dan menghampiri sang daddy yang tengah sibuk dengan layar laptopnya.


"ada apa mmm....." ucap Axell yang masih acuh bahkan Axell hanya pokus pada layar laptopnya membuat sang putra kesal dan langsung menutup laptop milik Axell

__ADS_1


"dad....." ucapnya lagi


"yaudah ada apa panggil daddy...." ucap Axell yang langsung mengendong putranya itu


"dad....El bosen disini, El pengen jalan jalan dad..." ucap putranya sebut saja namanya Elxav diambil dari nama tengahnya Elxaviero


"El...dengerin daddy.... daddykan pernah bilang kalau diluaran sana sangat bahaya daddy gak mau kalau El kenapa napa" ucap Axell dan Elxav terlihat murung mendengar ucapan Axell, Axell juga paham apa yang dirasakan putranya karna Axell pernah berada diposisi itu waktu ia kecil bahkan Axell juga dulu selalu ditekan oleh daddynya Antonius untuk tidak keluar dari mansion dan hanya bisa bermain disekitar mansion.


"daddy juga selalu pergi keluar, bahkan uncle Zic juga selalu bilang kalau diluar itu sangat menyenangkan, aku juga ingin tau dad...." ucap Elxav dan membuat Axell menghela napas kasarnya bahkan Axell gak habis pikir dengan Zico bisa bisanya mengajak meracuni pikiran putaranya dengan bercerita tentang dunia luar, Zico ia memang cukup dekat dengan putranya bahkan Zico yang selalu membelikan mainan untuk Elxav namun itu semua juga atas perintah Axell sendiri.


"itu lama dad, El maunya sekarang" ucap Elxav yang langsung turun dari pangkuan Axell


"kalau daddy gak mau El akan marah sama daddy " ucap Elxav yang kini membelakangi Axell dan melipatkan kedua tangannya didepan dadanya, Axell lagi lagi membuang napas kasarnya

__ADS_1


"iya ok, nanti kita pergi tapi setelah pekerjaan daddy selesai ok" ucap Axell, Elxav yang mendengar itu ia membalikan badanya dan langsung menatap intens wajah daddynya itu


"daddy tidak bohongkan..." ucap Elxav


"tidak! daddy tidak bohong, tapi El harus janji sama daddy El harus nurut apa yang diucapkan oleh daddy" ucap Axell dan Elxav hanya mengangguk dan tersenyum kearah Axell, Elxav pun langsung memeluknya dengan sangat erat.


"El janji dad...El akan dengerin apa yang diucapkan daddy, El sayang daddy" ucap Elxav yang melepaskan pelukannya dan kini Elxav duduk dipangkuan Axell


"daddy juga sayang sama El" ucap Axell yang langsung mencium kening sang putra


"dan sekarang El duduk disini daddy mau kerja dulu, dan nanti setelah selesai pekerjaan daddy kita pergi" ucap Axell dan Elxav pun mengangguk mengerti dan turun dari pangkuan Axell lalu berjalan kearah kursi yang terdapat mainannya dan duduk disana.


Axell pun menghubungi Zico untuk datang ke mansionnya dan juga Axell memerintahkan 3D untuk ikut dengan mereka, tak lupa 4 anggota the Axe untuk ikut dengan mereka dan beberapa anggota yang memiliki keahlian sebagai sniper khusus untuk diajak dan menjaga mereka dari jarak jauh, apalagi mengingat siapa Axell dan juga semata hanya untuk melindungi putranya Elxav.

__ADS_1


Axell yang masih berkutik dengan layar laptopnya dengan meretas beberapa jaringan, dan juga Axell selalu mengawasi pergerakan dari musuhnya itu.


Axell pun melirik kearah putranya yang sudah terlelap, Axell menghubungi Daren untuk memindahkan putranya kekamar pribadinya. setelah Daren memindahkan Elxav, Axell masih sibuk dengan laptopnya dan setelah semuanya selesai Axell pun merebahkan badanny dipangkal sopa, bahkan pikirannya kini malah tertuju pada seorang wanita yang pernah menjadi istrinya itu, walaupun pun belum genap satu tahun wanita itu yang pernah menjadi istrinya malah meninggalkannya disaat Axell mulai menyukai istrinya, pernikahan Axell memang bukan didasari cinta melainkan rasa bersalah.


__ADS_2