
Axell yang baru saja terbangun ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 10 pagi, Axell hanya diam sambil mengingat kejadian semalam,
"karnamu aku jadi gila Kimberly, kau terus mengodaku dan jika aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri mungkin kau akan bernasib sama dengan Aling mengandung benihku" ucap Axell sambil tersenyum getir
"dan terpaksa aku menyuruh Jhony untuk mencari wanita untuk memenuhi hasratku, ini benar benar gila" ucap Axell, ia pun mengambil ponselnya dari atas nakas
"aku harus segera menemui Harlen untuk menanyakan tentang Quino mungkin saja dia mengetahuinya, huh... sangat menyebalkan kenapa hidupku selalu di penuh oleh teka teki dari masalalu kakek benar benar menyebalkan" ucap Axell yang beranjak dari atas ranjangnya dan Axell pun pergi kekamar mandi.
setelah selesai mandi dan juga Axell memakai baju yang tidak terlalu mencolok sebagai mafia elit dan kini Axell sangat tampan style casualnya, Axell pun melangkahkan kakinya keluar dari area hotel dan pergi menuju mobilnya.
setelah masuk kedalam mobilnya Axell melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan kini tujuan pergi kesalah satu tempat untuk menemui temannya yang juga tinggal di Singapore.
sesampainya ditempat itu Axell langsung masuk kesalah satu apartement milik temannya, ya walaupun pintu apartment itu memiliki password tapi dengan mudahnya Axell bisa membuka pintu itu, dan saat masuk pemadangan yang tak diinginkan terjadi saat Harlen sedang asik minum alkohol dengan ditemani 2 wanita seksi.
"cihh.... benar benar menyebalkan" ucap Axell dan orang itu pun mengarahkan pandangannya pada Axell yang tengah berdiri didekat pintu
"Stevano....apa itu kau, atau pencuri yang masuk tanpa seizinku" ucap Harlen yang langsung mendekati Axell, Axell dan Harlen menang cukup akrab apalagi saat ayahnya yang dulu pernah membuatkan Axell ruangan komputer yang cukup canggih dan membantu Axell menjalankan AXred saat pertama kali
"Kau ini, harusnya kau menyambutku dengan baik bukan pemandangan yang membosankan" ucap Axell yang melangkahkan kakinya lebih dulu dari Harlen
"salah kau sendiri datang tidak memberitahukan dulu" ucap Harlen yang ikut menyusul Harlen lalu duduk didekat para wanita tadi.
__ADS_1
"Stev.... kemana saja kau selama ini bahkan aku mendapat rumor kalau kau tewas dalam ledakan dan sekarang?... kau datang secara tiba tiba dengan mengemparkan seluruh dunia" ucap Harlen yang begitu penasaran dengan cerita Axell, Axell hanya diam dan belum menjawab pertanyaan Harlen, Harlen yang paham kalau Axell merasa tidak nyaman dengan adanya 2 wanita disamping, Harlen pun hendak menyuruh 2 wanita itu untuk pergi meninggalkan bersama Axell,
"hah....untuk para wanitaku yang paling aku cintai kalian boleh pergi dan ingat nanti malam kita bertemu lagi sampai nanti" ucap Harlen yang menyuruh kedua wanita itu untuk pergi.
"baiklah kita akan pergi sampai ketemu nanti" ucap mereka dan mereka pun mencium Harlen secara bergantian
"manissss...." ucap Harlen pada kedua wanita itu, Setelah kedua wanita itu pergi Harlen pun hendak menghampiri Axell.
"Stev.... apa kau tidak tertarik dengan kedua wanita tadi, kau lihat bukan mereka wanita sempurna tentunya sangat ahli memanjakanku diatas ranjang" ucap Harlen sambil terkekeh
"mereka tidak ada apa apanya dengan wanita yang pernah bisa mencintai bukan karna hanya hasrat semata, kau tau tidak ciuman tertama itu lebih manis dari pada ciuman bekas orang lain apalagi mengambil hal yang paling berharganya bukan sepertimu" ucap Axell dan membuat Harlen mendengus kesal
"ya... kau lebih beruntung dariku tapi kau tidak bisa menandingiku berapa banyak wanita yang pernah aku tiduri" ucap Harlen yang tak mau kalah
"ya... kau memang gila sama gilanya dengan Zico " ucap Axell
"mereka yang memulai duluan, ingin bermain denganku" ucap Axell sambil tersenyum devilsnya
"kau sungguh gila, pantas saja banyak yang menyebutmu dangerous devils" ucap Harlen
"kau tau pas aku mendengar berita kematianmu, ledakan di beberapa negara besar dalam waktu bersamaan dan juga ledakan dan pembantaian di markas the Axe, jantung ku saja hampir berhenti mendadak. aku tidak mengerti lagi dengan isi otakmu tuan Stevano" ucapnya lagi
"terus sekarang kau mau apa datang kesini menemuiku tanpa memberitahuku dulu" ucap Harlen lagi dan Axell ia menuangkan podka dan langsung meminumnya.
__ADS_1
"aku hanya ingin bertanya denganmu, apa kau tau professor Quino" ucap Axell dan Harlen pun langsung diam dan seakan sedang mengingat nama itu
"professor Quino, aku tidak pernah mendengar nama itu, mungkin ayahku tau tentang itu" ucap Harlen
"dan dimana sekarang ayahmu, aku perlu bertanya dengannya" ucap Axell
"huhh.... sudah beberapa tahun ayahku tidak pulang ke Singapore dan dia sekarang sedang menikmati hidupnya di di Kamboja" ucap Harlen yang menungkan podka itu kedalam gelasnya
"kalau gitu kita segera kesana" ucap Axell, seakan dia tidak mengingat jika Kimberly ada bersamanya
"apa tidak besok saja, aku masih ingin menemui para wanitaku" ucap Harlen yang menolak
"Astaga...." ucap Axell yang baru ingat
"kenapa aku bisa lupa kalau Kimberly masih bersamaku, huh.... terpaksa aku harus menundanya dan membawa Kimberly kembali ke Jerman" batin Axell
"kau kenapa" ucap Harlen
"Tidak! Harlen aku harus pergi dulu ada masalah yang harus aku selesaikan 2 atau 3 hari kita berangkat ke Kamboja menemui ayahmu" ucap Axell
"okay... lebih baik begitu jangan terburu buru" ucap Harlen
Axell pun beranjak dari tempat duduknya
__ADS_1
"okay selamat bersenang senang dengan wanitamu, 2 atau 3 hari lagi aku akan kesini lagi dan aku tidak ingin mendengar alasan apapun dari mulutmu" ucap Axell yang hendak pergi
"ya.... baiklah, aku akan bersenang senang dengan wanitaku, setelah itu kita berangkat ke Kamboja menemui ayahku" ucap Harlen.