Cinta Sang King Mafia

Cinta Sang King Mafia
eps 4 - Logo itu


__ADS_3

sesampainya dimansion Zico langsung membawa Elxav masuk kedalam mansion banyak yang menatap bingung kearah mereka apalagi mereka datang tanpa king mereka dan juga anak dari king mereka yang sedang menangis.


saat Zico membawa masuk Elxav dan mereka berpapasan dengan Gladis, Dania dan Zela mereka yang datang dari markas untuk bertemu king mereka, tapi mereka malah berpapasan dengan Zico yang sedang mengendong Elxav, serta dibelakang ada Darel yang mengikuti Zico


"Elxav kenapa" ucap Gladis. Gladis adalah ketua dari sniper wanita yang ditunjuk oleh Axell mengantikan posisi Astrid.


"ada masalah tadi dijalan, Elxav mungkin dia masih syok mendengar suara tembakan" ucapan Daren karna Zico masih sibuk dengan Elxav


"Gla...bisakah kau tenangkan Elxav, aku pusing sejak tadi Elxav menangis dan merengek" ucap Zico yang terlihat mulai frustasi sedangkan Gladis yang diminta bantuan ia hanya tersenyum tipis kearah Zico dan mengambil alih Elxav


"El mau daddy aunt....hikss...hiks...mau daddy...." ucap Elxav sambil menangis


"iya nanti daddynya Elxav pulang yah... udah jangan nangis lagi ya..." ucap Gladis yang menenagkan Elxav


"Zic...Daren emang king kemana kenapa gak bersama kalian " ucap Gladis


"mungkin king masih tempat, karna kami pergi lebih dulu dari tempat kejadian membawa Elxav" ucap Zico


mereka pun langsung membawa masuk Elxav dan Gladis yang mengendong Elxav, dengan diikuti Daren dan Zico, sedangkan kedua temannya Gladis memerintahkan untuk pergi lebih dulu mengambil barang yang diperintahkan oleh Candra.


sementara ditempat lain mereka baru saja sampai dimarkas, dan mereka menyeret orang itu untuk masuk keruang penyiksaan yang berada dimarkas, ruangan itu juga banyak tawanan Axell yang ia kurung penjara bawah tanah dekat ruang penyiksaan, ditempat itu juga penjaganya khusus dan juga sangat ketat ya walaupun penjaga ruangan itu bukan manusia tapi hewan peliharaan Axell yang terkenal keganasannya, sama dengan pemiliknya yang sangat kejam.


saat Axell berjalan kedalam ruangan itu bahkan dari luar saja sudah cukup mencengkaram siapa aja yang masuk sana pasti akan menyidik ngeri bukan karna angker tapi tapi menjaga disana yang bikin takut.

__ADS_1


suara aungan serta gonggongan dari dalam ruangan itu cukup mengema ketika sang pemilik atau king mereka memasuki ruangan itu bahkan semua hewan yang berjaga disana seakan memberi hormat pada king mereka ketika king mereka lewat.


"ikat orang itu" ucap Axell dingin, dan Axell pun langsung duduk dengan 2 binatang kesayangan Axell menghampirinya.


setelah selesai diikat orang itu hanya bisa terduduk lemah apalagi racun dari peluru yang ditembakan oleh Axell sudah menyebar dipembulu darahnya. Axell pun menghampiri orang itu dan mencengkram kuat rahang orang itu


"cepat katakan siapa yang menyuruhmu untuk menyerangku" ucap Axell dingin namun orang itu hanya diam dengan tersenyum sinis kearah Axell


"JAWAB! SIAPA YANG MENYURUHMU" ucap Axell dengan nada tingginya apalagi Axell mengeraskan cengkraman dan orang itu masih belum mau buka mulutnya.


Axell pun melepaskan cengkraman dan mengambil cambuk dan beberapa kali Axell mencambuk orang itu untuk buka mulut namun tetap saja seakan akan orang itu bisu dan tidak menjawab pertanyaan dari Axell, Axell yang dilanda emosinya ia melemparkan cambuknya kesembarang arah


"Leo....Tiger...Fox...Spike...." ucap Axell dengan nada tinggi yang dipanggil namanya pun langsung menghampiri Axell dan langsung duduk berbeda dengan Fox yang sudah memasang wajah garangnya itu


"logo itu....apa mungkin orang itu bagian dari perkumpulan itu" batin Axell


"cukup...." ucap Axell dan mereka pun langsung diam


"buang orang itu kasih buat makan siang para buaya" ucap Axell


"Daren suruh Joe buat mandikan dan sterilkan mereka, dan kasih makan mereka daging" ucap Axell yang langsung pergi, keempat hewan kesayangannya itu kini cukup kotor dengan darah yang bercipratan dibulu mereka.


Axell pun langsung pergi dari ruangan itu dan saat hendak berjalan kearah kamarnya kini Axell baru bisa merasakan kalau tangannya terluka, dan dilihatnya satu peluru yang masih bersemayam ditangan kirinya bahkan lengan bajunya saja sudah dilumuri darah dari tangannya, Axell kali ini benar benar melindungi putranya dari musuhnya sendiri.

__ADS_1


"King...." panggil orang itu dari arah belakang, ia adalah Calvin dan Alexso


"ada apa..." ucap Axell dingin


"aku hanya ingin mengobati tanganmu, aku dengar dari David kalau tanganmu terluka" ucap Alexso


"hanya luka kecil" ucap Axell yang langsung masuk kedalam kamarnya


"luka kecil apanya Ax.... kau terkena tembakan ditanganmu, dan lihat saja wajahmu sudah pucat seperti itu, sebaiknya kau diam biarkan Alexso mengobatimu" ucap Calvin dengan nada dinginnya, bahkan kali ini Calvin yang memerintahkan Axell untuk mau diobati lukanya, mendengar ucapan Calvin, Axell hanya menurut dan Alexso pun langsung mengobati tangannya Axell dengan membuang peluru yang masih mencap di tangannya, Axell hanya bisa meringis saat Alexso mengeluarkan peluru itu.


Alexso pun selesai mengobati luka ditangannya Axell, dan Axell menyenderkan kepalanya dikepala ranjang bahkan Axell terlihat sangat lemas dengan wajahnya yang masih terlihat pucat


"beruntung sekali kau tidak kehabisan darah king, stok darahmu sangat langka" ucap Alexso dan Axell hanya tersenyum simik menanggapinya


"Sebaiknya kau istirahat king, kondisimu masih belum stabil" ucap Alexso


"Cal...hubungi Zico tanyakan soal Elxav, aku takut dia syok dengan kejadian tadi" ucap Axell yang kini teringat dengan anaknya.


"baik king" ucap Calvin dan Calvin pun langsung pergi dari tempat itu


"Ax...sebenarnya siapa yang menyerangmu" ucap Alexso penasaran


"aku tidak tau pasti tapi orang itu memiliki logo ular hijau yang memakai mahkota dikepalanya" ucap Axell dan Alexso pun sedikit berpikir tentang logo yang diucapkan oleh Axell

__ADS_1


"ular hijau pakai mahkota, aku seperti pernah mendengar logo itu" ucap Alexso yang masih berpikir keras tentang nama dari perkumpulan yang memiliki logo yang disebutkan oleh Axell.


__ADS_2