
mereka pun meneruskan perjalanan mereka sampe akhirnya mereka menemukan sebuah rumah ditengah hutan bahkan rumah itu tak jauh dari posisi mereka sekarang hanya saja rumah itu berada di dekat bukit.
"king apa itu rumah Professor Guino"ujar Zico, sementara Axell, Ciro, Calvin, dan Valden mereka tenggah mengamati tempat itu, sementara untuk Xavier dan Zico mereka malah duduk rebahan
"king menurutmu di sana banyak penjaga atau pengintai atau tidak" ujar Calvin pada Axell
"aku tidak tau, tapi sepertinya disana penjaganya tidak biasa, seperti pengintai, cctv atau lainnya"ujar Axell yang masih pokus, lalu Axell pun mengambil sesuatu dari dalam tasnya ya.... barang itu seperti drone, namun Axell menyebutnya dengan DroAx, drone yang sudah di setting dengan kemampuan khusus dan juga sudah dilengkapi senjata dan laser bukan cuman itu droAx dilengkapi dengan cctv cangih rancangan Axe.
"kau mau apa king"ujar Zico yang kini menghampiri Axell,
"dari pada kau banyak tanya mending kau diam dan lihat bagaimana king misterius itu bekerja mengerti"ujar Xavier, dan Zico hanya menatap sinis kearah Xavier
Axell pun mengaktifkan droAx itu, dan DroAx itu pun mulai terbang
"Vin..... kirim lagi DroAx untuk mengintai kearah Utara dan Valden ke arah Selatan"ujar Axell memerintah
"baik king"ujar Valden dan Calvin barengan
__ADS_1
"terus kita ngapain king"ujar Zico dan Xavier barengan
"diam"ujar Valden dan Calvin barengan
"kalian rakit bom itu dan pasang di sekitar sudut pohon itu"ujar Axell
"baik king"ujar Zico dan Xavier barengan dan langsung bergegas mengikuti arahan dari king mereka
Axell sudah mendapatkan celah ia pun menandai titik itu, untuk jalan ia masuk kerumah itu
" king apa kau sudah mendapatkan celah"ujar Valden
"kalian hati hati, aku sudah mengingatkannya jika kalian tak hati hati aku tidak akan tanggung jawab jika kalian dijadikan robot sebagai tawanan, dan sudah mengingatkannya"ujar Axell
"kau benaran tega king, kalau kita dijadikan robot oleh Professor Guino itu"ujar Zico melow dan Axell hanya mengacuhkannya
Mereka pun pun mulai bergegas hendak masuk kedalam rumah itu, Axell ia sendiri untuk pergi keruang bawah tanah, dan untuk Xavier, Valden ia masuk kebagian selatan dan Zico dan Calvin mereka dari Utara, dan Axell sendiri dia masuk kebagian depan.
__ADS_1
Axell ia masuk lebih dulu, tak lupa ia melihat kesekitar tentunya, dan Axell langsung dikejutkan oleh robot yang cukup berupa seperti manusia sesunggunya.
"tidak terdeteksi.....musuh...ada musuh masuk"
"siallll....."umpat Axell
Robot itu pun hendak mengarahkan senjata kearah Axell
dorr.....
Axell segera menghindar, dan untungnya tembakan itu tidak mengenai Axell karna tembakan itu melesat, Axell pun mengambil pistol itu dan menembakannya pada titik merah pada robot itu. robot itu pun langsung tumbang begitu saja sementara Axell dia hanya tersenyum simik
" untung aku lebih cerdik dari Professor Guino"ujar Axell sambil menendang robot itu untuk lebih memastikan lagi
Axell pun langsung berjalan kearah pintu khusus dan langsung meretas password itu tidak lama pintu pun terbuka dan Axell hanya tersenyum simik, dan berjalan kearah ruang bawah tanah itu
"sebelum aku menemui Professor Guino untuk bernegosiasi mending aku cari sesuatu yang bisa aku manfaatkan"ujar Axell sambil tersenyum misteriusnya,
__ADS_1
Axell pun masuk keruangan itu dan disana ternyata ruang lab, dan saat Axell masuk dia cukup terpukau dengan ruang lab itu dan mengamati satu persatu racikan milik Professor Guino, dan Axell berjalan kearah ruang ruangan khusus lagi dan saat ia membuka pintu Axell langsung mundur lagi sambil menutup mulutnya dan juga memegang perutnya
"siallll......