
mereka kini sudah sampai disebuah rumah yang cukup kecil, mereka pun langsung turun dari mobilnya Axell.
"Stev.... apa benar ayahku tinggal disini" ucap Harlen yang keluar lebih dulu,
"harusnya sih, mana mungkin AxRed salah beri informasi" ucap Axell yang berjalan kearah pintu dan Axell pun mulai mengetuk pintu rumah itu.
"permisi....." ucap Axell, sambil mengetuk pintu rumah itu
"ayahh..... apa kau ada didalam, anakmu datang" teriak Harlen
"kau bisa pelankan suaramu tidak, jika kau berteriak seperti itu sama saja kau mengundang kegaduhan kesini" ucap Axell dengan nada datarnya
"ya.... aku diam" ucap Harlen yang langsung mundur dan ia pun duduk dikursi teras itu dan juga Harlen mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan matanya mulai pokus dengan layar ponselnya.
"kalian cari siapa" terdengar suara dari arah belakang dan Axell pun membalikan badannya melihat siapa yang datang, dan Axell ia menggerutkan keningnya menatap siapa yang menghampiri mereka.
Harlen dia beranjak dari duduk dan melangkahkan maju mendekat kearah orang itu,
__ADS_1
"Ayah....." ucap Harlen, Harlen pun langsung memeluknya
"kau siapa...." ucap orang itu yang melepaskan pelukannya
"kau sudah lupa, aku anakmu Harlen" ucap Harlen yang tak abis pikir kenapa ayahnya bisa melupakannya.
"aku tidak punya anak sepertimu" ucap orang itu yang melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya sedangkan Axell ia hanya mengerutkan keningnya melihat drama ayah dan anak itu
"Paman Henri.... apa kita bisa bicara sebentar, ada yang aku tanyakan denganmu" ucap Axell yang melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah itu.
"kau siapa, aku tidak mengenalmu, tapi aku rasa pernah mengenalmu wajahmu seperti tidak asing bagiku" ucap orang itu yang gak lain ialah tuan Hanri ayah dari Harlen
"ka....kau masih hidup, bukannya....." ucap tuan Hanri dengan mode setengah kaget, bahkan ia nampak tak percaya kalau yang didepannya adalah Axell Timofey,
"banyak hal yang gak bisa aku ceritakan paman, panjang ceritanya dan aku kesini mau menanyakan sesuatu tentang professor Guino, aku yakin paman tau hal itu" ucap Axell dan tuan Hanri dia hanya diam dan ia pun duduk disalah satu kursi itu
"sudahlah ceritakan saja pak tua jika kau tau sesuatu aku sudah bosan berada disini" ucap Harlen yang langsung masuk
__ADS_1
"aku tidak mengajakmu berbicara, memangnya kau siapa, mengaku aku ayahmu" ucap tuan Hanri
"ckkk.... sepertinya kau sudah pikun pak tua, aku anakmu Harlen Marcoza apa kau sudah lupa dengan nama itu, kalau saja ibuku masih ada dan tau kelakuanmu yang tidak menganggap putranya sebagai putranya sendiri aku yakin, kau gak akan dikasih jatah selama satu minggu oleh ibuku" ucap Harlen hal itu membuat tuan Henri kesal dan menarik telinga Harlen
"kau bocah nakal beraninya bawa bawa istriku yang paling aku cintai, dan jika kau putraku kemana saja kau selama 2 tahun ini, kau saja tidak pernah menemuiku terakhir kau menghubungiku 2 tahun yang lalu dan sekarang kau kesini dan masih menganggapku ayahmu" ucap tuan Hanri yang melepaskan tangannya dari telinga Harlen
"dasar pak tua, selalu saja kau tarik telingaku bagaimana jika sebagian persen ketempananku hilang dan gak ada wanita yang tertarik denganku" ucap Harlen sambil mengusap telinganya
"ckk... kalian ini selalu saja berantem apa kalian sudah lupa dengan umur kalian tak muda lagi, huh.... aku datang kesini hanya ingin bertanya soal professor Guino bukan melihat perdebatan kalian yang membosankan" ucap Axell dan mereka pun langsung menetralkan sikap mereka.
"memangnya apa yang ingin kau tanyakan tentang professor Guino bukan kah kau punya AXRed yang bisa menjangkaunya" ucap tuan Hanri
"ya kau benar tapi semua data data itu masih belum lengkap, dan aku ingin mendengar cerita darimu sambil melangkahkan semuanya" ucap Axell
"baiklah aku akan ceritakan sedikit yang aku tau, tapi apa kau memiliki pengedap suara aku takut ada yang mendengar pembicaraan kita" ucap tuan Hanri dan Axell pun melirik kearah Harlen
"kenapa kalian meliriku aku bukan mata mata.... huh... baiklah aku akan mencarinya dimobilmu" ucap Harlen yang melangkahkan kakinya keluar dari rumah
__ADS_1
"aku hanya berpesan kau harus berhati hati dengan Guino, dia juga peracik racun dan dia banyak menciptakan beberapa virus dan sebelum kau berani menemui kau harus menyiapkan segalanya, kau tau jika kau menemuinya apalagi kau keturunan Timofey dan juga duplikat dari tuan Stevanus sama saja mengantarkan nyawamu pada professor Guino" ucap tuan Hanri dan Axell hanya menganggukan kepalanya, gak lama Harlen datang dan mulai memasang pengedap suara itu dan ia pun langsung ikut duduk dan mendengarkan pembicaraan ayahnya dengan Axell bahkan pembicaraan itu terlihat serius dan Harlen dia hanya menyimak dari pembicaraan itu tanpa ikut buka suara ya karna sejujurnya Harlen tidak terlalu paham dengan isi dari pembicaraan itu termasuk dengan Mafia karna menurutnya ia masih ingin menghirup udara dan menikmati hidupnya yang bebas.