
dari arah belakang terdengar suara tembakan dan juga ledakan yang cukup nyaring, mereka pun langsung melirik kearah sumber suara dan tidak lama seseorang masuk dengan tergesa gesa kedalam ruangan itu
"kinggg.... diluar sudah dikepung"ujarnya dengan tergesa gesa
"sialll..... rupanya mereka sudah tau kedatangan kita"ujar Axell kesal
"hubungi yang lain untuk minta bantuan, cari beberapa ramuan penting disini, setelah itu kita jalan kabur lewat ruangan khusus, dan bawa pak tua menyisihkan itu, aku masih butuh dia"ujar Axell
"baik king"ujar mereka barengan
"king .... memangnya disini ada ruangan khusus"ujar Valden penasaran
"ada, disebelah sana ada sebuah banker menghubungkan ke dekat air terjun" ujar Axell
"king... semuanya sudah selesai, dan kayanya gak ada lagi"ujar Zico
" kalau gitu kita langsung pergi sebelum ruangan ini benar benar meledak, dan kalian bawa pak tua itu "ujar Axell, mereka hanya menganggukan kepalanya dan mulai berjalan kesebuah banker rahasia, ntah dari mana Axell mengetahui banker itu, mereka pun berjalan masuk ke dalam banker itu, banker itu nampak gelap dan salah satu dari mereka menyalakan senter untuk menuntun mereka berjalan
__ADS_1
"king.... disini nampak mengerikan, yakin gak ada hal semacam makhluk aneh sejenis hantu, atau binatang menyeramkan lainnya"ujar Zico yang mulai ketakutan
"jika kau takut peluk saja pak tua itu apa susahnya "ujar Javier
"diam kau"ujar Zico kesal
mereka pun terus berjalan dan tanpa mendengarkan ocehan Zico yang sejak tadi meminta balik lagi dan lebih baik menyerang dari pada melarikan diri masuk kesebuah banker
"sebenarnya apa sih tujuanmu kenapa kau malah memilih melarikan diri dari pada menghadapi mereka, aku seperti bukan melihatmu seorang Axell Stevano"ujar Valden
"aku tidak mau menyia yiakan tenagaku untuk hal gak berguna, mereka hanya bermain main dengan meledakan tempat itu, dan mungkin sekarang tempat itu sudah menjadi abu, dan mereka akan menyangkal kalau kita sudah mati terjebak diruangan itu, masih ada perpertarungan lainnya nanti, kalian persiapan aja"ujar Axell sambil tersenyum devilnya
kini mereka pun hampir sampai diujung banker itu, terlihat sebuah pintu besi itu, Axell dia menekan salah satu tombol itu dan pintu besi itu terbuka dengan sempurna tepat dibelakang air terjun.
"wow..... ini keren"ujar mereka takjub
"king apa mereka akan mengetahui kita berada disini"ujar Calvin
__ADS_1
"tidak!, mereka tidak akan tau"ujar Axell
"dan bagaimana dengan profesor Guino apa kau tidak takut dia memiliki pengedap, GPS di tubuhnya"ujar Ciro
"tidak akan, aku sudah melepasnya, dan pak tua itu sudah aman, sekarang dia berada dikendaliku"ujar Axell sambil tersenyum simik
suara gemuruh air terjun cukup mengema dengan keras, kini mereka hanya duduk sambil memeriksa beberapa racikan racun buatan profesor Guino, mereka mengamati satu persatu jenis jenis racun itu,
"ini benar benar gila king, racun ini susah mencari penawarnya"ujar Ciro yang juga dipercaya sebagai ahli dalam hal ramuan tentang racun dan virus sebagainya
"pantas saja black mamba sangat mengistimewakan profesor Guino untuk dijadikan ahli racun dan ingin menyaingi kita, ternyata ini"ujar Valden
"bukan cuman itu ada satu hal yang membuatku penasaran tentang Shelca, aku belum tau apa itu Shelca sehingga seistimewanya buat Professor Guino dan mau jadi budak black mamba, yang aku tau gak semuadah itu Professor Guino besekutu atau diperbudak"ujar Axell
"Shelca.... apa itu sejenis manusia berwajah cantik king"ujar Zico, mendengar hal itu Zico mendapat jitakan dari Javier
"apa kau tidak dengar, king juga tidak tau apa itu Shelca dan kau malah mengartikan sebagai bidadari"ujar Javier sewot
__ADS_1
"aku tidak bertanya dengan mu wahai Javier"ujar Zico
"kalian bisa berhenti berdebat tidak sih, jika masih seperti ini aku tak segan segan melempar kalian berdua kekandang macan"ujar Axell dengan nada dinginnya dan mampu membungkam kedua orang itu.