
Axell kini kembali ke apartment-nya dan hendak menemui Kimberly dan membawanya pulang ke Jerman. Axell yakin Eric pasti sedang kalang kabut mencari anaknya bahkan sejak tadi Eric menghubungi tapi Axell tidak mengubrisnya
Axell pun berjalan kearah pintu apartment nya dan membuka pintu ruangan itu, dilihatnya sosok yang pernah ia cintai kini tengah tertidur diatas sopa, Axell pun dekat kearah wanita itu.
Axell hanya tersenyum simik melihat Kimberly ya wanita itu ialah Kimberly, Axell pun memperhatikan wajah Kimberly yang sedang tertidur
"kau memang tak pernah berubah Kimberly, kalau saja kejadian dulu tak pernah terulang mungkin kau masih milikku sayang...." ucap Axell yang menyentuh surai rambut Kimberly dan kini Axell tersadar dengan apa yang ia lakukan tadi.
"aku benar benar sudah gila...." ucap Axell yang mulai menjauh dari Kimberly, Axell pun langsung masuk kedalam kamarnya dan mengambil laptopnya dan ia meretas cctv yang berada di mansion milik keluarga Calandra dan Axell hanya tersenyum simik melihat orang orang dari layar laptopnya
"sudah kuduga, mereka mencari Kimberly" ucap Axell, Axell pun mengalihkan pandangannya melihat layar ponselnya dan ternyata Calvin menghubunginya, Axell kembali mengacuhkannya dan Axell pun mulai meretas sistus jaringan dari yang berada didaerah terpencil yang gak lain tempat anaknya tinggal sekarang di salah satu perkampungan terkecil San Marino.
"daddy mengkhawatirkanmu boy, dan ternyata kau baik baik saja, daddy harap kau baik baik saja disana dan untuk sementara mungkin kita tidak akan bertemu, daddy menyayangimu Elxav" ucap Axell lirih,
__ADS_1
Axell melihat satu persatu kegiatan apa saja yang putranya lakukan bahkan Elxav sangat menyukai tempat itu, dimana ia bisa bermain bebebas tanpa harus dikurung didalam mansion.
selama 3 tahun ini Axell tidak pernah membawa Elxav jauh dari mansionnya bahkan Elxav selalu berada didalam mansion jika pun keluar mereka hanya bermain sekitar mansion dan itupun di jaga oleh 10 pengawal dan disana Elxav bisa merasakan kebebasa bermain dengan kedua hewan peliharaan Axell yang ia bawa kesana dan juga disana banyak anak anak yanh kira kira diatas dari Elxav sendiri, dan bukan cuman itu disana ada JA, Justine dan Austine yang kini menjadi kakak angkatnya Axell.
saat Axell tengah pokus memperhatikan layar laptopnya terdengar suara pintu terbuka dan menampilkan sosok wanita cantik dan wanita itu pun langsung menghampiri Axell dan duduk dipangkuannya.
"kau bisa minggir dari pangkuanku tidak" ucap Axell dingin, bahkan Axell langsung menutup layar laptopnya itu,
"memangnya kenapa, bukannya kamu dulu menyukainya bahkan kau sendiri yang selalu menyuruhku untuk duduk dipangkuanku" ucap wanita itu yang gak lain ialah Kimberly yang kini mengalungkan tangannya dileher Axell.
"lakukan saja, bukankah itu yang aku mau agar kamu gak ninggalin aku" ucap Kimberly
"aku gak mungkin ngelakuin hal yang sama yang nantinya berujung penyesalan" ucap Axell tegas dan ia pun beranjak dari duduknya
__ADS_1
"tapi kita sama sama menyukai Axell" ucap Kimberly yang kini beranjak dari duduknya dan menahan tangan Axell
"kau benar benar gila Kimberly, bahkan kau bukan Kimberly yang aku kenal" ucap Axell yang langsung membanting pintu kamar itu
"aku begini karna aku mencintaimu Axell...." teriak Kimberly
dan gak butuh waktu lama Axell kembali kekamat itu dan kini Kimberly terlihat senang, dipikirannya Axell masih mencintainya dan ia akan menarik ucapannya kembali mengenang masalalunya
"kamu kembali sayang, pasti kau menyesal bukan dengan ucapanmu" ucap Kimberly dan Axell tidak menjawab ucapan Kimberly dan ia pun mendekat kearah Kimberly lalu Axell pun menyuntikan sesuatu dilengannya Kimberly
"Axell kau apa yang kau lakukan" ucap Kimberly dengan tatapan bingung
"membunuhmu! dengan racun mudah bukan tanpa harus mengotori tanganku" ucap Axell sambil tersenyum simik kearah Kimberly
__ADS_1
"gila....kau gila Axell kau gila, aku mencintaimu Axell.... jika aku mati kau juga harus ikut mati denganku Axell...." ucap Kimberly yang kini mulai melemah dan jatuh kelantai,
"maafkan aku..." ucap Axell lirih...