
sudah 2 hari Axell berada di Singapore dan selama 2 hari ini Axell sibuk mengurus perusahaannya, walaupun ada Jhony yang menghandle pekerjaanannya, dan sekarang Axell tengah menyelidiki menyusul diperusahaannya dan Axell menemukan 2 orang penyusup bahkan orang itu terikat kontrak dengan pesaing bisnis dari Axell sendiri.
Axell menyuruh 2 orang itu untuk menemuinya diruangannya dan juga Axell membawa 2 orang dari the Axe sendiri untuk ikut membereskan yang gak lain membuang mayat itu.
aura diruangan itu sangat berbeda dan kedua orang itu masuk dengan diikuti Jhony bahkan kedua orang nampak ketakutan saat dihadapkan dengan Axell.
"apa kau tau kesalahanmu, sampe kau bisa ada diruangan ini" ucap Axell dengan santainya dan melipatkan kedua tangannya didepan dadanya
"ti...tidak tuan" ucap orang itu gugup
"apa kalian tau akibat dari berkhianat denganku" ucap Axell menghampiri kedua orang itu bahkan 2 orang itu terlihat ketakutan apalagi dengan Axell yang mengambil 2 buah suntikan dari atas mejanya
"siapa saja yang berkhianat denganku dia pasti akan menerima akibatnya, aku tidak akan membunuhmu disini tapi aku hanya ingin lihat kau mati perlahan, kau tau aku ahli racun sekali saja suntikan ini menancap dipermukaan kulitmu kau bisa merasakan bagaimana indahnya racun ditubuhmu bekerja tanpa harus aku mengotori tanganku untuk membunuhmu" ucap Axell yang melangkahkan kakinya mendekat kearah 2 orang itu
"saya mohon tua jangan bunuh saya, saya masih memiliki keluarga yang harus saya hidupi" ucap orang itu
"aku tidak peduli, apa mau keluarga kalian merasakan apa yang kalian rasakan juga" ucap Axell sambil tersenyum devilsnya
"jangan tuan, saya mohon jangan sakiti keluarga saya tuan, saya mohon tuan Stevano, saya akui saya salah tapi saya mohon jangan sakiti keluarga saya tuan" ucap orang itu yang berlutut didepan Axell, Axell yang tak peduli ia menyuntikan racun itu ditubuh 2 orang itu
"aku akan kasih bonus untuk kalian dan mengirimkan pada keluarga kalian anggap saja sebagai bonus dari kematian kalian, selamat menunggu tiket kematian kalian" ucap Axell sambil tertawa, Jhony yang berada disitu hanya mengidik ngeri bahkan hanya senyum dan ketawanya saja sudah membuat mereka menyidik apalagi kalau harus melihat Axell marah.
Axell pun menyuruh orang itu yang gak lain 2 orang dari golongan the Axe untuk membawa pergi 2 orang penghianat itu
"bawa orang itu ketempat biasa" ucap Axell memerintah
"baik king" ucap 2 orang itu yang langsung membawa paksa kedua pengkhianat itu.
"kau urus sisanya" ucap Axell dan Jhony pun hanya bisa mengangguk dan segera pergi dari ruangan Axell
__ADS_1
"sepertinya aku harus segera menemui Harlen dia pasti tau tentang Quino" ucap Axell dan hendak pergi dari ruangannya.
saat melewati karyawan perusahaannya banyak yang menatap kagum kearah Axell termasuk sekertaris perusahaan yang sekarang terlihat merubah penampilannya dengan pakaian yang cukup terbuka dibagian dadanya.
"tuan Stevano anda mau kemana"ucap sekertaris itu yang menghentikan langkah kakinya Axell
" urus saja pekerjaanmu"ucap Axell acuh dan langsung pergi
saat didepan loby terlihat seorang wanita yang tengah meminta repsesionis perusahaan untuk mengijinkannya masuk dan menemui pemilik perusahan itu, tapi repsesionis itu melarang wanita itu menemui presdir mereka dengan beralasan presdir mereka sibuk bahkan tak hentinya repsesionis itu mengatakan wanita itu gila dan tidak mau mendengarkannya ucapannya.
"saya mohon izinkan saya menemui CEO kalian, sebentar saja" ucap wanita itu memohon
"tidak! CEO kami sedang sibuk dan tidak bisa diganggu" ucap repsesionis itu dengan nada sombongnya
"Kimberly...." ucap seseorang
"saya mohon....izinkan saya menemuinya" ucap wanita itu sambil memohon
"lepasskan tanganmu" ucap Axell dingin
"Tu...tuan Stevano" ucap repsesionis dengan nada bergetar
"apa begini tindakanmu terhadap tamu" ucap Axell dingin
"maafkan saya tuan, tapi wanita ini mengaku kekasih anda" ucap repsesionis
"Axell..." ucap wanita itu yang gak lain ialah Kimberly yang langsung memeluk erat tubuh Axell
"kenapa kamu bisa disini, apa Juna tidak menjagamu, disini bahaya bagimu Kimberly" ucap Axell datar,
__ADS_1
"sebaiknya kamu pulang aku antarkan kamu pulang ke Jerman" ucap Axell dan dengan cepat Kimberly mengelengkan kepalanya
"aku tidak mau, aku hanya ingin bersamamu Axell" ucap Kimberly
"Jhon urus dia" ucap Axell, dan Axell pun mengajak Kimberly masuk kedalam mobilnya
"aku tidak mau pulang ke Jerman, aku mohon Ax.... aku tidak ingin pulang ke Jerman" ucap Kimberly yang sambil menangis
"sudah jangan menangis, aku izinkan kamu untuk tinggal disini untuk sementara waktu" ucap Axell datar, Kimberly memang tau dimana kelemahan Axell, Axell memang tidak suka melihat wanita menangis didepannya apalagi wanita itu pernah jadi bagian dari hidupnya.
Axell bertekad melupakan Kimberly tapi tetap saja Axell tidak tidak bisa membohongi perasaan pada wanita didepannya yang pernah jadi cinta pertamanya tapi karna penghianatan dari Kimberly seakan semuanya memudar.
mereka pun sampai diapartmen milik Axell dan Axell pun membawa Kimberly keapartment
"sebaiknya kamu istirahat, ada hal yang harus aku kerjakan dan jangan keluar dari apartment jika tanpa seizinku" ucap Axell dingin dan Kimberly hanya diam mengamati setiap sudut ruangan itu
"kenapa tidak ada photo kita berdua disini" ucap Kimberly dan Axell hanya mengercutkan kening
"apa maksudnya, apa dia sudah lupa dengan kejadian dulu" batin Axell.
"sudahlah kamu istirahat disini, dan jangan tungguin aku, karna mungkin aku tidak akan pulang ke apartment malam ini" ucap Axell yang masih bersikap dingin pada Kimberly
Kimberly pun mendekat kearah Axell, bahkan Axell masih bersikap acuh pada Kimberly, dan sekarang yang berada dipikiran Kimberly hanya Axell dan Axell ia pun mendekat kearah Axell lalu mencium bibir Axell dengan cukup agresif, Axell yang hanya diam mengikuti permainan Kimberly dan kini Axell sadar dengan apa yang Kimberly lakukan dan Axell tidak ingin kejadian dimana ia ********** Shelena Aling sahabatnya karna Axell dipenuhi oleh egonya sampe ia melakukan itu dalam keadaan mabuk dan salah sasaran bahkan yang ia lihat dulu bukan Shelena Aling melainkan Kimberly kekasihnya yang telah berkhianat.
Axell pun mendorong tubuh Kimberly ketembok dan mengunci kedua tangannya bahkan tatapan Axell begitu tajam
"jangan pernah melakukan hal bodoh hanya karna keegoisanmu, dan aku tidak suka dengan wanita agresif sepertimu, aku tidak tau kenapa kau jadi seperti itu seakan bukan Kimberly yang aku kenal" ucap Axell
"aku tidak suka dengan caramu, aku pria normal jika kamu seperti jangan salahkan aku jika aku membuatmu hamil, dan aku tidak mau kejadian seperti dulu terulang kembali hanya karna kebodohanmu"ucap Axell yang langsung pergi bahkan wajah Axell terlihat sangat memerah apalagi dengan tatapan yang sangat tajam aura yang Axell pancarkan juga sangat berbeda,
__ADS_1
" Axelll....."teriak Kimberly tapi Axell lebih dulu pergi meninggalkannya.
"aku hanya ingin kamu menjadi milikku seutuhnya Axell... aku tidak mau kehilanganmu....." teriak Kimberly sambil menangis