
Axell, dia tak bisa menunggu lagi apalagi sudah cukup beberapa bulan misinya itu tertunda, dan kini Axell sudah cukup menemukan titik terang dan ia berniat menemui orang tersebut yang sudah lama menjadi buronannya seorang Axell Stevano.
Axell yang ditemani oleh para tangan kanannya seperti Calvin, Zico, Valden, Javier dan Ciro yang ikut menemani Axell ke India menemui Professor Guino, seorang ilmuan tua yang cukup meresahkan The Axe.
mereka pergi ke India dengan mengunakan helikoper, mereka pergi kesalah satu tempat yang cukup terpencil di Bangladesh bahkan tak banyak yang tau tempat itu dan juga sulit untuk dijangkau termasuk oleh jaringan AxRed yang perlu diperbaharui lagi.
Helicopter yang ditumpangi mereka mendarat dengan sempurna, mereka pun langsung turun dari helicopter dan melihat lihat kesekitar tempat itu.
"kayanya disini cukup dilalui masyarakat setempat buktinya di sini banyak jejak kaki" ujar Javier yang terlihat sedang meneliti
"tapi mungkin aja kalau itu jejak kaki pemburu gimana, kau tak bisa berpendapat itu jejak kaki masarakat setempat, dan liat disitu juga akan terlihat jejak kakimu dan kau juga bukan masyarakat setempat bukan" ujar Zico yang ikut menimpal ucapannya Javier
"sudahlah turup mulutmu aku tak menerima mendapatmu" ujar Javier kesal
"sudahlah sebaiknya kalian diam, dan jangan berisik terutama kau Zico" ujar Calvin dingin.
"huh!!!.....menyebalkan"
"pasangkan beberapa pendeteksi disini, dan juga AxCam disekitar sini, aku takut ada yang mengetahui kedatangan kita" ujar Axell dan diikuti anggukan oleh yang lain.
__ADS_1
mereka pun mengikuti apa yang diucapkan oleh Axell, dan setelah semuanya siap mereka meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri hutan itu, dan juga mereka menganti baju mereka seperti layaknya penjelajah hutan agar tidak ada yang mencurigai kedatangan mereka, dan juga mereka sudah menyiapkan semua dari berjagai jenis senjata yang mereka bawa untuk berjaga jaga.
mereka terus menyusuri hutan itu bahkan semakin mereka masuk ketengah hutan dan hari pun semakin gelap.
"King.... apa kita akan terus melanjutkan perjalanan atau justru mau istri dulu, besok kita lanjutkan perjalanan" ujar Ciro bahkan Zico, Valden, Javier mereka sudah duduk ditanah lebih dulu ya karna perjalanan yang mereka tempuh cukup jauh
"king... istirahat dululah besok kita lanjut lagi" ujar Zico bahkan terlihat sedang mengatur napasnya karna cukup kelelahan.
"yasudah kita istirahat dulu" ujar Axell final
mereka pun hendak istirahat dan Calvin dia yang sejak tadi sibuk sendiri ia pun membuka suara tentang perjalanan yang mereka akan tempuh lagi
"dari sini tak jauh lagi king, ya... kita cukup nengikuti aliran sungai dan titik itu berhenti tepat diujung sungai yang menghubungkan 2 tempat king" ujar Calvin
"bagaimana kau tau kalau aliran sungai itu tidak jauh dari sini" ujar Valden
"apa kau tidak dengar suara gemuruh air sungai hah!" ujar Ciro
"ya... sepertinya telingamu sangat tajam Ciro, dan jika kau tidak memakan itu" ujar Valden yang menatap sinis kearah Ciro dan Ciro hanya terkekeh.
__ADS_1
mereka pun langsung istirahat sejenak, Axell yang tak bisa istirahat ia kembali duduk dan menatap keatas langit yang penuh dengan bintang bintang,
"kali ini harus selesai, agar aku bisa bersama Elxav lagi" ujarnya lirih,
"king.... apa yang kau pikirkan" ujar seseorang yang terbangun ya dia Calvin, Calvin ikut duduk
"tidak ada" ujar Axell singkat
"kau tidak pandai berbohong denganku Axell Stevano, aku tau bagaimana kau, apa kau sedang memikirkan Axell junior" ujar Calvin dan Axell hanya menghela napas kasarnya
"kita selesai semuanya sekarang Ax, ya... agar kau bisa bersama dengan jagoan kecilmu itu, ya aku tau bagaimana kau, setelah kita menemui Professor Guino apa yang akan kau lakukan" ujar Calvin
"jika pak tua itu tidak mau di ajak kerja sama kita lenyapkan orang itu dan kita lakukan pembantaian besar besaran dimarkas utama Black mamba" ujar Axell
"kau serius king" ujar Calvin memastikan
"ya!... menurutmu apa Axell Stevano selalu becanda tentang apa yang diucapkannya" ujar Axell dan Calvin hanya mengelengkan kepalanya
"persiapkan dirimu untuk pembantaian nanti dan rahasiakan dulu dari mereka" ujar Axell
__ADS_1
"baik king" ujar Calvin,
Calvin sendiri tidak mengerti dengan jalan pikir seorang Axell Stevano, dulu ia menyuruh mengikuti permainan Black mamba dan sekarang malah menpersiapkan untuk pembantaian besar besar di markas Black mamba.