Cinta Tak Bersyarat?

Cinta Tak Bersyarat?
Bab 14


__ADS_3

Sekilas Iklan~


Gegara batu babe Mamat, otor jadi inget lagu tentang batu. Kita nyanyi dalam hati dulu, yang emoh nyanyi dalam hati, scroll aja sampe bawah.


*


Neng sayang abang mau bilang. Sekarang semua orang demam batu. Neng sayang tolong bantuin abang, abang pun ingin ikut punya batu


(Abang boleh saja pengen punya batu asal jangan duakan hatiku)


Eneng ... abang mau ke pa~sar. Beli batu bacan yang besar.


(eneng mau ikut, eneng mau


ikut eneng mau, eneng mau ikut)


Eneng abang mau ke kota. Tuk beli batu kalimaya.


(eneng mau ikut, eneng mau ikut eneng mau, eneng mau ikut)


Neng sayang, kasihani abang,


Abang pun pengen kaya orang-orang~~


(abang boleh saja pengen punya batu asal jangan duakan hatiku)


Eneng abang mau kepasar, Beli batu bacan yang besar. Eneng abang mau ke kota. 'Tuk beli batu kalimaya.


(eneng mau ikut, eneng mau


ikut eneng mau, eneng mau ikut)

__ADS_1


***


Iklan selesai.


Wali, Antara Kau Dan Batu Akik ku.


Lirik copas dari bro Goo-gle.


***


Lanjut ...


...


Cinta baru selesai memarkirkan gerobaknya, dia segera kembali menyusul Babenya. Sesampai di sana, Cinta sangat lega melihat babenya akur dengan calon pegawai mereka. "Asyik banget, lagi bahas apa nih?" tanya Cinta.


"Lagi bahas batu akik," sahut Gilbert.


"Ya uji coba dulu neng," sahut babe.


"Mereka butuh tempat tinggal juga be, boleh tinggal di kost-an buat pegawai?" tanya Cinta.


"Boleh." Babe menoleh pada Gilbert dan Darwis. "Kapan kalian mau pindah ke sini?"


"Kapan boleh be?" tanya Gilbert.


"Kalau kalian mau, sekarang juga boleh," sahut babe.


"Baiklah be, kami mau berkemas dulu di kost-an lama, malam ini kami datang lagi," sahut Gilbert.


"Ini kalian nggak punya KTP, bagaimana urus surat izin tinggal sama Pak RT, Pak RT julid abis pula sama babe ...." gerutu babe.

__ADS_1


"Anaknya Pak RT kan si Swara nggak kuat lihat cowok ganteng, bagaimana sebelum pulang kalian urus izin tinggal dulu? Nanti aku temenin," usul Cinta.


"Boleh juga, kan Pak RT nggak kuat nolak permintaan si Swara." Babe merasa ide Cinta sangat-sangat cemerlang.


"Okelah, ayuk kit urus izin tinggal dulu," sahut Darwis.


"Cinta pergi lagi ya be, assalamu'alaikum." Cinta kembali salim.


"Wa alaikum salam," sahut Babe.


Darwis dan Gilbert juga mengikuti langkah Cinta, namun saat Gilbert ingin mencium punggung telapak tangan babe Mamat. Laki-laki paruh baya itu sengaja membenturkan mata cincinnya, hal itu membuat Gilbert meringis sambil mengusap sisa rasa kenangan di jidatnya, akibat ciuman batu cincin babe mamat.


"Wa'alaikum salam!" ucap Babe, karena Gilbert dan Darwis tidak mengucap salam padanya.


"Assalamu'alaikum. Be ...." ucap Gilbert dan Darwis.


"Wa'alaikum salam," sahut babe Mamat.


***


Gilbert, Darwis dan Cinta kembali menyusuri jalanan sebelumnya yang mereka lalui, lalu mereka berhenti di sebuah rumah besar yang dikelilingi pagar dengan tinggi sekitar 1 meteran.


"Nanda Swara itu anak kesayangan Pak RT, orangnya ganjen, siap-siap kalian ditempeli dia nanti," ucap Cinta.


Cinta mendekati 2 hansip yang berjaga di depan pagar rumah Pak RT. "Assalamu'alaikum, bang." ucap Cinta.


"Wa'alaikum salam, neng Cinta. Mau ketemu Pak Solikin ya?"


"Iya, Pak RT ada?" tanya Cinta.


"Babe lagi keluar!" ucap sesorang sinis.

__ADS_1


__ADS_2