Cinta Tak Bersyarat?

Cinta Tak Bersyarat?
Bab 16


__ADS_3

Wanita itu menatap Cinta dengan tatapan yang sinis. "Pasti mau ngurus izin tinggal buat kuli-kuli gerobak babe lu pan?"


"Karena usaha babe ku bakso gerobak, ya iya tentu buat itu," sahut Cinta.


"Maaf, babe nggak di rumah!"


Mendengar jawaban itu Cinta sangat kesal, entah mengapa Swara sangat dendam padanya.


"Ya sudah, kita balik aja, lain kali kita datang lagi." Cinta mengajak Gilbert dan Darwis untuk pergi.


Swara baru fokus pada 2 lelaki yang datang bersama Cinta, biasanya pegawai cinta bapak-bapak, kali ini hati Swara seakan diguncang gempa dengan skala yang tidak bisa di ukur.


"Eh, tunggu! Aku lupa sepertinya bapak sudah pulang."


Cinta tersenyum dan segera berbalik. "Boleh ketemu? Soalnya kami mau mengurus izin tinggal." ucap Cinta.


"Boleh-boleh ...."


Panasnya rasa kesal Swara pada Cinta, seakan padam oleh ketampanan Gilbert dan Darwis.


"Ini abang-abang Ganteng, namanya siapa?" tanya Swara.


"Aku Bambang," ucap Gilbert.


"Aku Eko," sahut Darwis.


"Statusnya apa?" tanya Swara sedikit genit.


"Saat ini sedang mencari cinta," sahut Darwis.

__ADS_1


Mendengar hal itu Swara terlihat semakin malu. "Tunggu sebentar ya, aku panggil babe dulu." Swara segera masuk kedalam rumah.


Melihat Swara sudah menghilang di balik pintu, Cinta segera mendekati kedua calon pegawai babenya. "Bisa-bisa mengambil hati Swara untuk saat ini."


"Siap!" sahut Darwis.


Beberapa menit kemudian, seorang laki-laki bertubuh tambun dengan perut bulatnya muncul bersama Swara.


"Ini yang izin mau tinggal di wilayah ane?"


"Iya be ...." sahut Gilbert.


"Nama!"


"Saya Bambang."


"KTP sini!" pinta Pak RT.


"Itu dia be, mereka kecopetan, hadphone, KTP, semua raib be."


"Nggak ada KTP nggak ada surat izin!" ucap Pak RT.


"Babe ... itu calon demenan Swara be ...." rengek kesayangan Pak RT.


Atas permintaan Swara, izin tinggal pun diberikan pada Darwis dan Gilbert. Apa yang menjadi tujuan sudah mereka dapat, Darwis dan Gilbert izin undur diri.


"Kenapa cepat-cepat perginya, aa ...." ucap Swara dengan nada genitnya.


"Mau beberes di kontrakan lama, neng ...." sahut Darwis.

__ADS_1


"Owh, sampai jumpa lagi ya aa," ucap Swara. Dia melambaikan tangannya manja, melepas kepergian Darwis dan Gilbert yang dia kenali dengan nama Bambang dan Eko.


"Babe ... akhirnya calon mantu babe hadir di depan mata neng!" Swara sangat bahagia sambil memeluk Ayahnya.


"Eleh neng, emang salah satunya mau sama neng?"


"Ya harus mau, be ...."


***


Perjalanan Darwis, Gilbert, dan Cinta.


Gilbert tidak menduga, masih ada wanita yang mendekatinya, walau saat ini dia tidak memiliki apa-apa. Namun satu yang mengganjal hatinya, Swara mendekatinya karena dia tampan, hal itu yang mengganggu pikirannya.


"Eh, aku bukan ngusir ya, kalian langsung balik saja ketempat kalian, nggak usah ikut ke rumahku Irit tenaga kalian," ucap Cinta.


"Iya, kalau gitu kita berpisah di sini ya?" ucap Darwis.


"Iya, sampai jumpa lagi ya ...." ucap Cinta.


Gilbert tidak menyimak, dia masih memikirkan bagaimana menguji kelayakan Swara untuknya. Darwis memahami kemana pikiran Gilbert ter arah, dia menarik laki-laki itu menuju arah yang benar.


Mereka berjalan cukup jauh dari area sebelumnya, sesampai di wilayah yang cukup aman, Darwis menyetop taksi, dan mereka segera pergi dari sana dan kembali ke hotel.


***


Cinta datang seiring waktu ya tema karya ini, bukan cinta pada pandangan pertama.


Ya cukup di sini dulu, jumpa lagi pada bab akan datang.

__ADS_1


__ADS_2