
Tidak menunggu lama, saat melihat sebuah mobil yang tidak tahu jurusan mana, Darwis melambaikan tangannya kearah mobil itu, mobil pun menurunkan kecepatannya dan berhenti tepat di depan Darwis dan Gilbert.
"Selamat datang di sisi dunia yang lain," ucap Darwis pada Gilbert.
Gilbert terpana melihat isi penumpang dalam mobil itu, dari nenek-nenek tua yang memeluk tas belanjaanya, ibu-ibu dengan make-up menyala, hingga anak remaja yang asyik dengan obrolan mereka. Suara musik yang kencang, dengan genre lagu yang rada aneh di telinga Gilbert.
Kejam ... keejam ... Kejam ... Keeejam!!
Lirik lagu yang Gilbert dengar, diiringi dengan musik yang betempo cepat.
"Woy! Cepat naik, ikanku keburu busuk nunggu kau kelar baca doa!" Teriak salah satu penumpang.
Gilbert segera naik, dan duduk berdesakan dengan penumpang lain.
Gilbert mendekatkan wajahnya ke sisi telinga Darwis. "Musik genre apa ini? aku baru dengar," ucapnya.
"Selamat datang di dunia baru, ini namanya musik dangdut," sahut Darwis.
Setelah iklan aplikasi belanja online berakhir, terdengar alunan nada baru yang lagi-lagi asing di telinga Gilbert.
***
Beredar sang bumi
Mengitari matahari
Merangkaikan waktu
Tahun-tahun berlalu
Namun cintaku
Takkan pernah berubah
Masa demi masa
Kita berdua
Takkan pernah berpisah
Baur dalam cinta
Berlayar bahtera
Mengharungi samudra
Mencapai tujuan
Nun di pantai harapan
Yang datang merintang
Takkan merubah
Haluan cita-cita
Padamu nahkoda
__ADS_1
Kutambatkan cinta
Bawalah daku
Ke pulau bahagia
Beredar sang bumi
Mengitari matahari
Merangkaikan waktu
Tahun-tahun berlalu
Namun cintaku
Takkan pernah berubah
Masa demi masa
Kita berdua
Takkan pernah berpisah
Baur dalam cinta
Berlayar bahtera
Mengharungi samudra
Mencapai tujuan
Nun di pantai harapan
Yang datang merintang
Takkan merubah
Haluan cita-cita
Padamu nahkoda
Kutambatkan cinta
Bawalah daku
Ke pulau bahagia
*Bahtera Cinta, Rhoma Irama.
***
Lagu itu menemani perjalanan mereka hampir 7 menit menit.
Keseharian Gilbert sibuk dengan bekerja, dia tidak punya waktu untuk melihat bagaimana keadaan dunia di luar dunianya yang hanya ada kerja,kerja dan kerja.
Mendengarkan musik, dia terbiasa menyetel lagu-lagu barat untuk menemani gym-nya. Saat di tempat hiburan malam, telinganya juga hanya di sapa musik-musik dugem.
__ADS_1
Pernah sekali Gilbert kaget dengan lagu DJ yang menggunakan lirik bahasa indonesia.
***
Burung puyuh burung ketut
Dimakan biawak
Kadang cantik kadang imut
Kadang mirip-mirip biawak
Kadang-kadang kentut-kentut
Kentut-kentut kadang-kadang
Kadang-kadang kentut-kentut
Kadang kentut ndak bilang-bilang
Burung puyuh burung ketut
Dimakan biawak
Kadang cantik kadang imut
Kadang mirip-mirip biawak
Mama gigit ni
A a awww
Mama gigit ni
A a awww
***
Diiringi suara yang unik dan keterampilan DJ yang luar biasa, membuat Gilbert menyukai lagu itu. Apalagi alunan nada musik DJ yang sangat asyik, saat diiringi lirik:
Aduh buset, srepet
Tet tet tet tet tet, tet, tet, tet, tet
Tet, tet, tet, tet, tet
Tet, tet, tet, tet, tet
Tet, tet, tet, tet, tet
***
"Bagaimana bos? Enak lagunya?" tanya Darwis.
Pikiran Gilbert masih berputar tentang 'Aduh buset, srepet' dia tidak mendengar jelas pertanyaan Darwis. "Apanya?" tanya Gilbert.
"Lagu dangdut yang barusan enak?" tanya Darwis.
__ADS_1
"Enak, sepertinya aku harus searching lagu-lagu itu, banyak dunia lain yang belum aku ketahui, aku sangat asyik dengan duniaku."