Cinta Tak Bersyarat?

Cinta Tak Bersyarat?
Bab 5


__ADS_3

Tidak menunggu lama, saat melihat sebuah mobil yang tidak tahu jurusan mana, Darwis melambaikan tangannya kearah mobil itu, mobil pun menurunkan kecepatannya dan berhenti tepat di depan Darwis dan Gilbert.


"Selamat datang di sisi dunia yang lain," ucap Darwis pada Gilbert.


Gilbert terpana melihat isi penumpang dalam mobil itu, dari nenek-nenek tua yang memeluk tas belanjaanya, ibu-ibu dengan make-up menyala, hingga anak remaja yang asyik dengan obrolan mereka. Suara musik yang kencang, dengan genre lagu yang rada aneh di telinga Gilbert.


Kejam ... keejam ... Kejam ... Keeejam!!


Lirik lagu yang Gilbert dengar, diiringi dengan musik yang betempo cepat.


"Woy! Cepat naik, ikanku keburu busuk nunggu kau kelar baca doa!" Teriak salah satu penumpang.


Gilbert segera naik, dan duduk berdesakan dengan penumpang lain.


Gilbert mendekatkan wajahnya ke sisi telinga Darwis. "Musik genre apa ini? aku baru dengar," ucapnya.


"Selamat datang di dunia baru, ini namanya musik dangdut," sahut Darwis.


Setelah iklan aplikasi belanja online berakhir, terdengar alunan nada baru yang lagi-lagi asing di telinga Gilbert.


***


Beredar sang bumi


Mengitari matahari


Merangkaikan waktu


Tahun-tahun berlalu


Namun cintaku


Takkan pernah berubah


Masa demi masa


Kita berdua


Takkan pernah berpisah


Baur dalam cinta


Berlayar bahtera


Mengharungi samudra


Mencapai tujuan


Nun di pantai harapan


Yang datang merintang


Takkan merubah


Haluan cita-cita


Padamu nahkoda

__ADS_1


Kutambatkan cinta


Bawalah daku


Ke pulau bahagia


Beredar sang bumi


Mengitari matahari


Merangkaikan waktu


Tahun-tahun berlalu


Namun cintaku


Takkan pernah berubah


Masa demi masa


Kita berdua


Takkan pernah berpisah


Baur dalam cinta


Berlayar bahtera


Mengharungi samudra


Mencapai tujuan


Nun di pantai harapan


Yang datang merintang


Takkan merubah


Haluan cita-cita


Padamu nahkoda


Kutambatkan cinta


Bawalah daku


Ke pulau bahagia


*Bahtera Cinta, Rhoma Irama.


***


Lagu itu menemani perjalanan mereka hampir 7 menit menit.


Keseharian Gilbert sibuk dengan bekerja, dia tidak punya waktu untuk melihat bagaimana keadaan dunia di luar dunianya yang hanya ada kerja,kerja dan kerja.


Mendengarkan musik, dia terbiasa menyetel lagu-lagu barat untuk menemani gym-nya. Saat di tempat hiburan malam, telinganya juga hanya di sapa musik-musik dugem.

__ADS_1


Pernah sekali Gilbert kaget dengan lagu DJ yang menggunakan lirik bahasa indonesia.


***


Burung puyuh burung ketut


Dimakan biawak


Kadang cantik kadang imut


Kadang mirip-mirip biawak


Kadang-kadang kentut-kentut


Kentut-kentut kadang-kadang 


Kadang-kadang kentut-kentut


Kadang kentut ndak bilang-bilang 


Burung puyuh burung ketut


Dimakan biawak


Kadang cantik kadang imut


Kadang mirip-mirip biawak 


Mama gigit ni


A a awww 


Mama gigit ni


A a awww 


***


Diiringi suara yang unik dan keterampilan DJ yang luar biasa, membuat Gilbert menyukai lagu itu. Apalagi alunan nada musik DJ yang sangat asyik, saat diiringi lirik:


Aduh buset, srepet 


Tet tet tet tet tet, tet, tet, tet, tet


Tet, tet, tet, tet, tet


Tet, tet, tet, tet, tet


Tet, tet, tet, tet, tet


***


"Bagaimana bos? Enak lagunya?" tanya Darwis.


Pikiran Gilbert masih berputar tentang 'Aduh buset, srepet' dia tidak mendengar jelas pertanyaan Darwis. "Apanya?" tanya Gilbert.


"Lagu dangdut yang barusan enak?" tanya Darwis.

__ADS_1


"Enak, sepertinya aku harus searching lagu-lagu itu, banyak dunia lain yang belum aku ketahui, aku sangat asyik dengan duniaku."


__ADS_2