Cinta Tak Bersyarat

Cinta Tak Bersyarat
Chapter 10 | Cinta Tak Bersyarat


__ADS_3

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم


"Jangan menilaiku hanya dari ucapan dan perkataan pedasku. Karena itu hanya sebuah topeng untuk menutupi jati diriku yang sesungguhnya."


-Siska-


♡♡♡


"Bu Siska pamit kerja dulu," pamitnya seraya mencium punggung tangan Ratih.


"Shakira mau bareng Teteh gak berangkat sekolahnya?" tanya Siska pada Adiknya.


"Tunggu bentar, Teh tanggung sesuap lagi," sahut Shakira dengan mulut penuh nasi goreng.


"Kebiasan, kalau lagi makan jangan sambil ngomong, Shakira!" tegur Ratih mengingatkan.


Shakira hanya nyengir kuda tanpa dosa lalu menegak habis air putih yang ada di hadapannya. "Shakira berangkat dulu yah Bu," pamit Shakira mencium punggung tangan Ibunya.


"Salamnya mana?" sindir Ratih kepada kedua Putrinya.


"Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh," salamnya lengkap, tapi kentara sekali ada nada kekesalan disana. Sedangkan Shakira hanya cekikikan geli melihat raut wajah kesal Kakaknya.


Ratih tersenyum lalu membelai pucuk kepala Siska dan Shakira bergantian. "Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh, hati-hati di jalan," sahutnya.


Siska dan Shakira berangkat dengan menggunakan sepeda motor peninggalan Ayah mereka, dengan Siska yang bertugas sebagai pengendaranya. Perjalanan dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh hanya memerlukan waktu tempuh sekitar lima belas menit saja.


"Gih sana masuk, kalau ada yang ngajak ribut bilang sama Teteh biar Teteh kasih mereka pelajaran," ucap Siska mewanti-wanti Adiknya.


"Mau ngasih pelajaran apa Teh? Boleh deh asal jangan itung-itungan pusing masih pagi," ucap Shakira berlagak tak mengerti dengan maksud sang Kakak.


"Serah kamu lah, inget ini kota bukan desa. Jangan lugu-lugu amat jadi orang, dimanfaatin baru tau rasa kamu," tutur Siska.


"Muhun Teh Siska," sahut Shakira.


"Iya Kak Siska."


Baru saja Shakira akan mengambil tangan Kakaknya untuk disalami. Namun, sang Kakak malah sudah pergi begitu saja tanpa salam terlebih dahulu. Shakira hanya bisa mengelus dada dan mengembuskan napas kasar melihat tingkah Kakaknya.


♡♡♡


Sesampainya Siska di tempat kerja dia langsung disambut dengan suara Shinta yang sangat menganggu gendang telinganya. "Lo kemana aja? Dari kemaren gak ada kabar? Baru juga kerja udah bolos tanpa alasan. Mau dipecat lo?" cerocosnya.


Siska menutup kupingnya yang sedikit pengang akibat suara cempreng nan keras yang Shinta miliki. "Tuh mulut atau petasan hajatan?"


Refleks Shinta langsung membekap mulutnya sendiri. "Hehe, sorry abisnya sih lo meliburkan diri sendiri tanpa kasih kabar gue. Gue, kan nyariin lo."


Siska mendengus sebal. "Emang lo siapa gue? Sampe gue harus laporan dulu ke lo!"


"Udah ahk buruan lo jelasin semuanya sama gue. Kemana aja lo selama gak kerja?" todongnya begitu penasaran.


Siska mendaratkan bokongnya di kursi. "Kepo banget sih lo jadi orang!" cibir Siska tanpa mau repot-repot menjawab ke-kepoan Shinta.


Shinta mencebikan bibirnya kesal, lalu pergi begitu saja meninggalkan Siska yang tengah duduk santai dengan senyuman kemenangannya.


"Siska," panggil Hasna apoteker senior di rumah sakit ini.


"Iya, Mba ada apa?" sahut Siska menghampiri Hasna.


"Ikut saya ke ruangan konseling," tutur Hasna yang sudah diberi mandat Elang untuk mengajarkan Siska mengenai seluk beluk profesi apoteker yang sesungguhnya.


Konseling obat adalah suatu aktivitas pemberian nasihat atau saran terkait terapi obat dari apoteker (konselor) kepada pasien dan atau keluarganya. Konseling untuk pasien rawat jalan maupun rawat inap di semua fasilitas kesehatan dapat dilakukan atas inisitatif apoteker, rujukan dokter, keinginan pasien atau keluarganya. Pemberian konseling yang efektif memerlukan kepercayaan pasien dan atau keluarga terhadap apoteker.


Pemberian konseling obat bertujuan untuk mengoptimalkan hasil terapi, meminimalkan risiko reaksi obat yang tidak dikehendaki, dan meningkatkan cost-effectiveness yang pada akhirnya meningkatkan keamanan penggunaan obat bagi pasien (patient safety).


Secara khusus konseling obat ditujukan untuk meningkatkan hubungan kepercayaan antara apoteker dan pasien. Menunjukkan perhatian serta kepedulian terhadap pasien. Membantu pasien untuk mengatur dan terbiasa dengan obat. Membantu pasien untuk mengatur dan menyesuaikan penggunaan obat dengan penyakitnya.


Meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Mencegah atau meminimalkan masalah terkait obat. Meningkatkan kemampuan pasien memecahkan masalahnya dalam hal terapi. Mengerti permasalahan dalam pengambilan keputusan. Dan


membimbing serta mendidik pasien dalam penggunaan obat sehingga dapat mencapai tujuan pengobatan dan meningkatkan mutu pengobatan pasien.


Kegiatan dalam konseling obat meliputi : Membuka komunikasi antara apoteker dengan pasien. Mengidentifikasi tingkat pemahaman pasien tentang penggunaan obat melalui Three Prime Questions, yaitu menggali informasi lebih lanjut dengan memberi kesempatan kepada pasien untuk mengeksplorasi masalah penggunaan obat. Memberikan penjelasan kepada pasien untuk menyelesaikan masalah pengunaan obat. Melakukan verifikasi akhir dalam rangka mengecek pemahaman pasien dan dokumentasi.


"Ada beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan dalam konseling obat. Yang pertama Kriteria Pasien. Pasien kondisi khusus (pediatri, geriatri, gangguan fungsi ginjal, ibu hamil dan menyusui). Pasien dengan terapi jangka panjang atau penyakit kronis (TB, DM, epilepsi, dan lain-lain). Pasien yang menggunakan obat-obatan dengan instruksi khusus (penggunaan kortiksteroid dengan tappering down/off). Pasien yang menggunakan obat dengan indeks terapi sempit (digoksin, phenytoin). Pasien yang menggunakan banyak obat (polifarmasi), dan pasien yang mempunyai riwayat kepatuhan rendah. Yang kedua. Sarana dan Peralatan, seperti ruangan atau tempat konseling, dan alat bantu konseling (kartu pasien/catatan konseling)," terang Hasna panjang lebar sebelum mereka memasuki ruangan konseling.

__ADS_1


Siska hanya manggut-manggut saja tak tahu harus berkomentar apa. karena penjelasan Hasna yang kelewat panjang.


"Pake ini dulu," ucap Hasna memberikan sebuah masker kepada Siska.


"Buat apa?" tanya Siska heran.


"Pasien kita menderita TB aktif jadi harus pake masker," jelas Hasna yang langsung dianggguki olehnya.


"Selamat pagi Bu. Silakan duduk," ucap Hasna menyambut kedatangan pasiennya sedangkan Siska, dia hanya duduk santai di sebelah Hasna. Merekam semua obrolan dan gerak-gerik Hasna dan keluarga pasien.


"Pagi, Bu terima kasih," sahutnya. Kedua wanita berbeda usia itu duduk berhadapan dengan Hasna dan Siska. Keduanya juga memakai masker sama seperti Hasna dan Siska untuk menimalisir terjadinya hal-hal yang tidak diingankan.


"Baik, Bu sambil menunggu asisten apoteker menyiapkan obatnya. Saya Hasna selaku apoteker di rumah sakit ini akan memberikan sedikit informasi tentang obat yang akan di dikonsumsi saudari Susan," jelas Hasna setelah membaca copy resep yang diberikan pasiennya. Lalu menyerahkannya kepada asisten apoteker untuk mempersiapkan obatnya.


"Iya, Bu silakan," sambutan hangat Hasna dapatkan dari Yanti yang merupakan Ibu dari pasien.


"Apa yang Dokter katakan mengenai pengobatan saudari Susan?" Hasna memulai konselingnya dengan serius.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan, Dokter mengatakan kalau saya terkena penyakit tuberkulosis BTA positif, dan bakteri telah menyebar ke paru-paru saya," terang Susan selaku pasien.


Tuberkulosis (TB) yang juga dikenal dengan singkatan TBC, adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini ditularkan dari penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik-titik kecil air liur kepada orang sehat yang tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.


"Apa yang Dokter katakan mengenai kegunaan obat-obat yang diberikan?" Hasna kembali mengajukan sebuah pertanyaan.


"Kata Dokter obat tablet yang diminum untuk memperlambat bahkan memusnahkan bakteri yang terdapat dalam paru-paru saya agar tidak menyebar ke organ tubuh lainnya," jawab Susan.


"Apa yang Dokter katakan tentang cara penggunaan obat-obat tersebut?" tanya Hasna masih dengan senyuman ramah dibalik masker yang menutupi wajahnya sedangkan Siska, dia sudah mendumel dalam hati agar konselingnya segera selesai sekarang juga.


Mana bisa Siska bersikap manis dan menebar senyuman pada semua orang? Dia itu paling anti dengan sikap bermanis-manis manja seperti itu. Bukan Siska banget!


"Saya harus meminum tabletnya tiga kali sehari setelah makan pagi dan malam," jawab Susan.


Hasna hanya menanggapinya dengan anggukan kepala saja.


"Apakah ada efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan obat-obat tersebut?" Yanti bertanya dengan penuh kecemasan dan rasa penasaran.


Hasna kembali mengangguk dengan senyuman tipisnya. Meskipun tak terlihat tapi dia selalu mempertahankan senyumannya, "Pasien akan merasakan gejala seperti tidak napsu makan, mual, sakit perut, demam, meriang, sakit otot dan sendi, sakit kepala, mudah lelah, kesemutan, bahkan urine yang saudari Susan keluarkan akan tampak berwarna orange kemarahan."


Raut wajah cemas dan gelisah sangat kentara sekali diwajah Yanti dan Susan yang kebetulan tertutup masker.


"Bisa Bu," singkat Hasna yang membuat Yanti dan Susan bernapas lega.


"Jika efek samping berupa urine yang berwarna orange kemarahan itu merupakan efek samping dari rifampisin. Anda tidak perlu khawatir akan hal itu, karena itu tidak berarti bahaya hanya berupa buangan dari obat yang dikonsumsi saja. Adapun jika anda merasa tidak napsu makan, mual, dan sakit perut, maka anda dapat menggunakan isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid pada malam hari sebelum tidur. Jika anda merasa kesemutan setelah mengkonsumsi obat dapat diatasi dengan sering meminum piridoksin (vitamin B6). Adapun jika demam, meriang, dan sakit kepala segera konsultasikan dengan dokter." lanjutnya.


Yanti dan Susan mengangguk paham dengan penjelasan yang Hasna berikan.


"Apakah saudari Susan masih kuliah atau sudah bekerja?" tanya Hasna, lalu setelahnya melirik Siska yang duduk dengan sangat gelisah kentara sekali jika dia sudah tidak betah.


'Ini kapan selesainya? Bosen gue lama-lama di sini. Mana dari tadi bibir gue keram lagi gara-gara harus senyum-senyum gaje. Padahal gak bakal keliatan juga kan pake masker,' keluh Siska dalam hatinya.


"Sudah bekerja Bu," jawab Susan.


"Memangnya kenapa?" tanya Yanti.


"Saya menanyakan hal itu hanya untuk membantu pasien membuat jadwal meminum obat. Karena kepatuhan pasien dalam meminum obat sangat dibutuhkan dalam pengobatan tuberkulosis ini, agar tidak terjadinya resistensi atau kebalnya bakteri terhadap obat yang diberikan," ungkap Hasna.


Keduanya mengangguk mengerti. "Bagaimana dengan peluang saya untuk sembuh?" tanya Susan.


"Jika anda memiliki ketekunan dan ketepatan dalam mengkonsumsi obat, kemudian melakukan pemeriksaan seperti yang sudah dijadwalkan insya allah anda akan dapat sembuh. Anda harus menjalani pengobatan selama enam bulan tanpa putus, dan obat yang diresepkan ini untuk dua bulan. Sebelum obatnya habis anda harus kembali konsultasi dengan Dokter yang bersangkutan," ucap Hasna.


"Saya senang mendengarnya," ungkap Susan.


"Baiklah, untuk meyakinkan saya bahwa tidak ada informasi yang terlewatkan. Bisa saudari Susan ulangi apa saja yang telah saya jelaskan?" seloroh Hasna.


Susan menganggukkan kepalanya tanda bersedia. "Saya harus minum tabletnya tiga kali sehari setelah makan. Terus bila warna urine saya berwarna orange kemerahan tidak perlu khawatir. Jika saya merasa tidak napsu makan, mual, dan sakit perut saya dapat menggunakan obat isoniazid, rifampisin, dan pirazinamid pada malam hari sebelum tidur. Jika saya merasa kesemutan setelah mengkonsumsi obat dapat diatasi dengan sering meminum piridoksin (vitamin B6)."


"Iya benar, yang paling penting anda harus patuh dan selalu tepat waktu meminum obatnya agar pengobatan berhasil. Apakah ada yang ingin ditanyakan lagi?"


"Cukup, Bu terima kasih atas informasi yang telah Ibu sampaikan. Ini sangat membantu kami," ujar Yanti.


"Ya, itu memang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami. Ini kartu nama saya, jika ada yang ingin ditanyakan bisa langsung hubungi nomor yang tertera di kartu," ucap Hasna seraya mengulurkan kartu namanya.


"Iya, Bu sekali lagi terima kasih," sahut Yanti menerima kartu namanya.

__ADS_1


"Untuk obatnya bisa diambil di bagian farmasi, sudah disediakan oleh asisten apoteker kami," ucap Hasna kembali mengulas senyumnya.


"Semoga lekas sembuh," lanjutnya yang diamini Yanti dan Susan. Lalu keduanya berlalu untuk mengambil obat.


"Huft, akhirnya," gumam Siska bernapas lega saat sesi konseling selesai dilakukan. Dengan segera dia melepas masker yang terpasang di wajahnya.


"Mengerti?" tanya Hasna.


Siska hanya mengangguk saja, sedari tadi dia tidak fokus mendengarkan apa yang mereka obrolkan. Pikirannya malah melanglang buana kemana-mana.


"Saya harap kamu bisa menjadi apoteker yang bertanggung jawab dengan tugas dan kewajiban kamu," ucap Hasna menepuk pelan bahu Siska.


"Semoga," gumam Siska tak yakin karena dia paling tidak bisa bersikap ramah pada orang lain. Mulutnya terkadang sulit untuk dikontrol.


"Mana kamera, gue mau nyerah sekarang juga. Gue gak bisa!" ungkapnya bermonolog pada diri sendiri.


Catatan Kaki :




Rifampisin adalah antibiotik yang banyak dipakai untuk menanggulangi infeksi Mycobacterium tuberculosis. Rifampisin juga efektif menghadapi infeksi Staphylococcus dan Neisseria meningitidis. Antibiotik ini merupakan bentuk pengobatan pertama untuk menanggulangi penyakit tuberkulosis dan lepra.




Isoniazid, juga dikenal sebagai isonicotinylhydrazide, adalah antibiotik yang digunakan untuk pengobatan tuberkulosis. Untuk tuberkulosis aktif sering digunakan bersama dengan rifampisin, pirazinamid, dan streptomisin atau etambutol. Untuk tuberkulosis laten sering digunakan dengan sendirinya.




Pirazinamid (Pyrazinamide)


adalah obat yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis. Untuk tuberkulosis aktif, sering digunakan dengan rifampisin, isoniazid, dan streptomisin atau etambutol. Umumnya tidak dianjurkan untuk pengobatan tuberkulosis laten.




Digoxin/Digoksin adalah obat untuk mengobati penyakit jantung, seperti aritmia dan gagal jantung. Obat ini bekerja dengan membuat irama jantung kembali normal, dan memperkuat jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.




Phenytoin adalah obat untuk mencegah dan mengontrol kejang yang umumnya terjadi pada penderita epilepsi.




Epilepsi merupakan penyakit di mana penderitanya mengalami kejang secara berulang. Kejang itu sendiri terjadi karena adanya gangguan pada sinyal listrik di dalam otak, sehingga otot-otot tubuh berkontraksi dan menyebabkan gerak yang tidak terkendali.




Tapering off atau lebih sering disebut dose tapering off merupakan penurunan dosis obat tertentu ketika obat hendak dihentikan penggunaannya.




Perbedaan TB laten dan TB aktif.


Pada TB laten, bakteri TB dapat hidup di tubuh manusia tanpa menimbulkan gejala kesakitan. Di mana sebagian besar orang yang menghirup udara yang mengandung bakteri TB menjadi terinfeksi. Namun, daya tahan tubuh masih mampu melawan bakteri TB agar tidak berkembang. Sementara pada TB aktif, bakteri akan berkembang di dalam tubuh dan menyebabkan penyakit TB. Orang yang menderita penyakit TB kemudian dapat menularkannya ke orang lain.



__ADS_1


Jika ada kesalahan dan kekeliruan dari tulisan di atas, silakan dikoreksi dan kasih tahu aku. Insya allah akan segera aku perbaiki. Terima kasih:)


__ADS_2