Cinta Yang Hilang Telah Kembali

Cinta Yang Hilang Telah Kembali
Bab 11


__ADS_3

Matahari menunjukkan sinarnya, pertanda hari sudah pagi. Wulan terbangun karena merasa silau oleh sinar matahari. wulan berdiri sambil mengucek-ngucek kedua mata nya sambil menguap. Dan perlahan membuka matanya melihat sekeliling dan tiba-tiba.


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...!!!!"teriak Wulan syok


"Ada apaan sichh?" sahut Joko terbangun


"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" lebih syok lagi melihat sekeliling yang ternyata kini mereka berdua ada didalam sekoci kecil ditengah hamparan lautan dan wulan langsung terduduk di dekat joko ketakutan


"Joko kenapa kita ada disini? Dimana kapalnya?" Tanya Wulan ketakutan


"Gw juga gak tau Lan, mana punggung gw sakit banget lagi gara-gara semalam loe dorong gw" menahan sakit sambil memegang punggungnya


"Iya siapa suruh loe peluk peluk gw, nyari kesempatan banget" jawab Wulan tak mau kalah


"Trus sekarang kita harus gimana? Gak ada hiu kan atau binatang buas lainnya dilaut ini?" Tanya Wulan


"Ya adalah namanya juga dilaut" sahut Joko datar


"Gimana dong? Gw takut Joko" Wulan memegang lengan Joko ketakutan


"ya kalo ada hiu gw akan lemparin loe kesana biar dimangsa sama hiu sekalian" jawab Joko ketus


"Ikh ko loe gitu sich jahat banget" Wulan cemberut


"Makanya diem jangan banyak ngomong, pusing gw dengernya mana kita ketinggalan kapal, astaga" jawab Joko mulai depresi dan wulan hanya cemberut, dan akhirnya Joko mendayung sekocinya kemana saja menurut arus yang akan membawa mereka.


*****


Dikapal semua teman-teman joko dan wulan berpencar mencari mereka berdua kesetiap sudut kapal


"Wulan kemana sich? ko dia ilang gitu aja" Tanya Santi yang sudah menangis khawatir


"Apa mereka loncat kelaut?" sahut Rassya


"Mau ngapain coba mereka loncat?" Tanya Roni


"Gak mungkin"tambah Roni


"Bisa aja karna wulan cemburu sama joko karena dicium rahel" ujar Ria meyakinkan


"Gak mungkin, wulan gak sebodoh itu" sahut Santi lalu datang seseorang menghampiri mereka berempat.


"Gimana Derry apa ketemu joko sama wulan ?" Tanya Kevin


"Kita udah keliling setiap sudut kapal ini tapi mereka berdua gak ketemu. Tapi menurut petugas kapal ada satu sekoci hilang dan lepas ada kemungkinan mereka keluar dari kapal ini menggunakan sekoci itu" Jelas Derry yang menjabat sebagai ketua senat


"Tapi mereka mau kemana?" Tanya Wulan makin khawatir


"Dari perkiraan sich mereka terjatuh kedalam sekoci karena terlihat dari pemutusan tali sekoci dan gak mungkin mereka nekad keluar dari kapal dengan menggunakan sekoci ditengah laut seperti ini" tambah Derri

__ADS_1


"Roni ini gimana dong? wulan dimana? Gw takut dia kenapa-kenapa mana dtengah laut banyak binatang buasnya" kata Santi menangis


"Udah yah sayang kamu tenang, gw yakin mereka gak akan kenapa-kenapa" ujar Roni menenangkan santi sambil merangkul Santi


Kini Joko tengah mendayung dan wulan berdiri dibelakangnya.


"Ayo Joko semangat ngedayungnya, ayo semangat semangat" teriak Wulan menyemangati


"Astaga sampe kapan gw harus ngedayung? Belum terlihat ada pulau disini" bisik Joko kesal sambil terus mendayung


"Ayo dong Joko jangan lemes gitu, semangat joko semangat" Cerocos Wulan


"Heh mulut mercon loe bisa diem gak sich? Pusing gw dengerin loe nyeroscos terus bukannya bantuin gw malah berisik" ucap Joko kesal


"Ya elah playboy kampung, gw ini juga kan lagi bantuin loe" sahut Wulan enteng


"Bantuin apanya?" Joko mendongakan kepalanya melihat Wulan yang berdiri


" Bantuin loe dengan cara nyemangatin loe agar loe makin semangat ngedayungnya" jawab Wulan cuek sambil melipatkan kedua tangannya didepan dada. Joko tercengang kaget mendengar jawaban dari Wulan


"Masih ada yah cwe sebodoh itu didunia ini," bisik Joko kesal dankembali mendayung sekocinya.


Kini suasana hening untuk beberapa saat, wulan mulai duduk dan melihat-lihat sekeliling dan seketika matanya berbinar senang dan memegang lengan Joko.


"Liat itu joko ada pantai?" sahut Wulan senang menunjuk arah pantai yang mulai sudah terlihat.


"Akhirnya penderitaan gw berakhir juga," Joko mendayung sekocinya dengan mempercepat gerakannya


"Loe turun dong, bantuin gw Jok...."Ucapan Joko terpotong saat melihat kesekoci tidak ada sosok Wulan


"Kemana dia?" Tanya Joko heran dan seketika dia melihat kearah pantai dan telihat Wulan sudah berlari kearah pantai sambil berlari-lari kecil karena ombaknya sangat kecil


"Dasar anak aneh" sahut Joko sambil memperhatikan wulan dan tanpa dia sadari sekocinya sudah menjauh terbawa ombak ke tengah.


Joko tersadar.


"Yah sekocinya, hei tunggu !!!"sahut Joko hendak mengejar tapi tidak mungkin karena sekocinya sudah ketengah


"Agh sial !!!"sahut Joko sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Heh playboy kampung cepet kesini, ngapain disana dimakan hiu baru tau rasa loe"teriak Wulan dari pantai sana


"Iya iya"sahut Joko kesal dan berjalan menuju pantai. Hingga kini ada didekat Wulan


"Liat Joko pantainya indah banget yah, mana bibir pantainya berwarna pink lagi, indah banget baru kali ini gw liat pantai seindah ini dengan bibir pantainya berwarna pink" sahut Wulan antusias dan senang


"Ini pink beach pantai terpencil di flores dan jarang belum terjamah banyak orang makanya pantainya terlihat masih natural, tidak ada penginapan atau akomodasi lain disini, dan orang kesini juga masih jarang banget kalau bukan untuk keperluan tertentu, untuk berburu misalnya, ini adalah pulau komodo" Jelas Joko panjang lebar membuat mangguk mangguk


"Ternyata loe banyak tau tentang alam apalagi pantai ini" sahut Wulan kagum

__ADS_1


"Tapi ini pantai benar-benar indah banget digo sumpah dechh" sahut Wulan berputar-putar senang, joko malah terus menatap wulan ntens dan membuat wulan tersadar kalau dia diperhatikan


"kenapa joko?"sahut Wulan heran


"Buka cardigan loe"sahut Joko datar kaget


"Cepat loe buka cardigan loe, kalau gak mau gw paksa" ucap Joko datar tanpa ekspresi membuat wulan mundur beberapa langkah


"Jangan macem-macem joko, loe pikir karena disini hanya kita berdua loe bisa seenaknya sama gw, nggak Joko" sahut wulan geram sambil menunjuk kearah Joko dengan berkaca-kaca tak mampu menahan lagi amarah dalam hatinya


"Ya loe mau gw paksa" jawab Joko mulai mendekat kearah Wulan


"Jangan macem-macem loe Joko"teriak Wulan kesal dan mundur terus hingga digo menarik tangan Wulan membuat wulan berontak.


"Lepasin gw Joko lepasin" teriak Wulan berontak Tetapi joko cuek saja dan menarik cardigan wulan ,


"Gw mohon Joko loe jangan lakuin ini" kini airmata Wulan tak dapat dibendung lagi hingga jatuh membasahi pipi


joko tidak memperdulikan wulan dan semakin mendekati Wulan hingga beberapa centi tersenyum mengejek semakin membuat Wulan takut dan dengan sedikit paksaan akhirnya cardigan wulamterlepas dan Wulan langsung menutupi kedua lengannya dengan tangannya yang kini terlihat meenggunakan dress tanpa lengan, Wulan menutup matanya takut, dan joko tersenyum melihat tingkah wulan dan pergi meninggalkan Wulan, karena sudah tidak tercium lagi parfum maskulin Joko wulan membuka matanya dan melotot saat melihat Joko berlari mengambil sebuat batang pohon panjang, wulan menghapus airmatanya dan menghampiri Joko.


"Loe ngapain?" Tanya Wulan heran


"Gw lagi pasang bendera, agar nanti orang yang mencari kita berdua bisa dengan mudah menemukan kita kalau kita kasih tanda seperti ini"sahut Joko datar dan sibuk memasangkan cardigan merah wulan ke ujung batang pohon dengan diikat akar pohon, membuat wulan merona malu karena sudah salah paham sama Joko.


"Gw kira tadi loe mau..."ucapan Wulan terpotong


“Mau apa? Makanya itu otak bersihin dong jangan ngeres pikirannya" Joko tersenyum puas dan membuat Wulan cemberut


"Padahal loe gak perlu pasang-pasang beginian" sahut Wulan saat melihat Joko sudah selesai memasang benderanya dan membuat joko melihat kearah Wulan


"Gw betah dan nyaman ko disini, gw merasa bebas disini dan damai, kita bisa jalani hidup kita disini joko" tambah Wulan dan Joko hanya menatap wulan seakan menyuruh wulan untuk melanjutkan omongannya.


“kita bisa buat gubuk disana Joko," menunjuk tempat yang dimaksud Wulan


"Dan kita punya anak banyak disana, membangun kehidupan kita. Setiap pagi loe pergi bekerja dan saat loe pulang, gw akan menyambut loe dengan senyuman lalu loe memasak makanan buat kita dan gw akan terus tersenyum sambil menatap loe dan saat lIoe...."omongan Wulan terpotong oleh joko


"Oh jadi gw yang harus ngerjain semuanya, trus apa yang loe kerjain?" Tanya Joko


"ya gw akan makan klo loe yang suapin"sahut Wulan tersenyum lebar


"Dan loe jadikan tanah ini sebagai kasur empuk buat loe, dan langit sebagai selimut loe, kalau loe haus loe tinggal minum air laut ini dan kalau loe lapar loe tinggal makan angin."sahut Joko lembut


"dan saat pagi gw akan bangunin loe dan klo loe gak bangun juga gw akan nampar loe agar loe tersadar dari khayalan bodoh loe itu" Sahut Joko dengan agak meninggikan suaranya


"Kasar banget sich loe sama cwe" jawab Wulan cemberut tanpa memperdulikan wulan joko beranjak pergi meninggalkan Wulan


"Loe mau kemana playboy kampung?" Tanya Wulan


"Gw Mau ke cafe beli beef steak loe mau?" ucap Joko kesal dan berlalu meninggalkan wulan membuat Wulan manyun.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2