Cinta Yang Hilang Telah Kembali

Cinta Yang Hilang Telah Kembali
Episode 31


__ADS_3

Aku tak akan berhenti


menemani dan menyayangimu


hingga matahari tak terbit lagi


bahkan bila aku mati ku kan berdoa


pada Ilahi tuk satukan kami di surga nanti


Alunan lagu itu slalu terngiang ditelinga Wulan  yang kini sedang menatap kalung kerang yang pernah joko berikan padanya dengan airmata yang terus mengalir membasahi pipi. Dan bayangan-bayangan saat joko kecelakaan terus berputar diotak seperti film yang sedang diputar.


Dari pintu mama dan papa melihatnya dengan sangat iba dan mama ikut menangis melihatnya.

__ADS_1


"Kita harus apa sekarang pa? mama gak sanggup liat keadaan putrid kita satu-satunya seperti itu," sahut mama menangis dan papa merangkulnya


"Papa juga tidak tau mah, tapi mungkin setelah selesai uas papa akan mengirimnya kesingapura bersama teman-temannya mungkin dengan sedikit suasana baru dan refresing bisa membantu mengobati lukanya." Sahut papa terus menatap wulan


Wulan kini berdiri diujung balkon kamar dan menatap bintang-bintang dilangit. Dengan keadaan kamar dan balkon tetap gelap seakan tak ingin ada cahaya sedikitpun.


"Apa disalah satu bintang yang terang itu adalah kamu honey? Apa kamu melihatku disana? Aku kangennn bangett sama kamu honey" sahut wulan menatap ke langit.


"Apa kamu juga merindukanku disana? Atau malah kamu lupa sama aku karena disana banyak bidadari-bidadari yang jauh lebih cantik? Awas yah playboy kampung kalau kamu tepe tepe sama bidadari disana dan lupa sama aku" sahut  wulan


"Kenapa? KENAPA???" teriak wulan


"Haruskah jalan ini aku lalui? Tak bisakan waktu diulang kembali agar aku bisa memperbaiki semuanya dan aku tidak akan menyelakainya. Dan mungkin ini hukuman buatku menyesali dan menangisi kekonyolanku yang merenggut nyawa kekasihku sendiri. Kenapa takdir ini bisa terjadi? Disaat aku mulai mengerti arti mencintai dan dicintai, mengerti apa itu pengorbanan cinta. Kenapa kau memanggilnya secepat ini tuhan? Aku mohon kembalikan dia kepadaku,aku benar-benar tidak sanggup menghadapi semua ini, ini terlalu berat untukku, aku tak sanggup hidup tanpa joko,, aku benar-benar tak sanggup... hikzzz” wulan kembali menundukkan kepalanya dan terisak kembali.

__ADS_1


Mama masuk kekamar wulan  dan terlihat wulan sedang duduk diatas tempat tidurnya dengan tatapan kosong kedepan dan melamun.


"Sayangg,," mama membelai rambut wulan .


"Ini lihat mama masakin bubur sumsum kesukaan kamu, dari kecil kamu slalu meminta buatin ini ke mama. Sampai kamu menangis gara-gara mamah gak nurutin mau kamu" mama duduk diranjang samping wulan dengan mangkuk bubur ditangannya.


"Mama suapin yah sayang, kayak dulu mamah sering suapin kamu, ini aaaa" mamah menyodorkan sendok ke bibir wulan  tetapi wulan idak bergeming, dan tetap dengan posisinya tanpa membuka mulut. Mama mulai berkaca-kaca dan menarik nafas panjang.


"Makan yah sayang, demi mamah" suara mamah terderak gemetar dan serak menandakan mamah sudah menangis, akhirnya wulan menatap mamahnya dengan sendu dan hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang, kamu sudah dua hari tidak keluar kamar, tidak mandi dan tidak makan. Jangan siksa diri kamu seperti ini sayang, mamah mohon" mama dengan terdengar terbata-bata karena tangisan


"Jangan menangis karena aku mah, aku sudah cukup menyesal karena sudah membunuh joko, jangan buat aku menyesal lagi karena telah membuat mama menangis" sahut wulan dengan suara serak dan pelan Mama memeluk wulan dan saat dipelukan mamah wulan tidak sadarkan diri, mamah sangat khawatir melihat wulan yang pingsan segera merebahkan tubuh wulan dan menelpon papa, dan dokter.Tak lupa menghubungi santi.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2