
"Tok tok tok" Suara ketukan pintu, dan tak lama pintu dibuka oleh seorang laki-laki paruh baya dengan menggunakan kaca mata.
"Papa..." Sahut Wulan dan memeluk laki-laki yang dipanggil papa oleh wulan . wulan melepas pelukannya dan menatap papanya heran karena tidak membalas pelukan wulan. dan terlihat sedang menahan amarahnya.
"Dari mana aja kamu wulan, gak liat ini udah jam berapa?" Tanya papanya Wulan
" Baru jam 9 pah, kenapa memangnya?" sahut Wulan dengan polosnya
"Ini udah malem, gak pantes gadis pulang malem malem sama cowok, apalagi ini cowok yang gak jelas asal usulnya."sahut papa meninggikan suaranya karena emosi
"Maafkan saya om, sudah mengajak wulab keluar hingga larut malam" sahut Joko dengan sopan
"Pah, wulan kan memang sudah biasa pulang jam segini?"sahut Wulan
" Saya gak suka kamu deket deket anak saya,"sahut papa tanpa memperdulikan pertanyaan wulan .
__ADS_1
"Saya sudah tau siapa kamu dan asal usul kamu, saya tau kamu numpang dirumah Roni dan asal usul kamu gak jelas. Harusnya kamu ngaca siapa kamu dan siapa wulan , kalian sangat berbeda. Aku tau pikiran pikiran licik orang rendahan kayak kamu, hanya ingin memeras harta saya kan karena tau wulan ahli waris satu-satunya harta saya jadi dengan gampang kamu bisa memeras dan memoroti anak saya !!!" bentak papa wulan seraya menunjuk nunjuk kearah joko
"Papa cukup, Joko gak seperti apa yang papa kira," Sahut Wulan meninggikan suaranya sambil menangis membuat mama wulan keluar karena mendengar keributan diluar.
"KAMU SUDAH BERANI MEMBENTAK PAPA WULAN , KAMU BERANI MELAWAN PAPA SEKARANG !!" sahut Papa Wulan semakin emosi
"Maaf papa, Wulan gak bermaksud membentak papa, tapi digo gak salah pah. Dia gak pernah morotin Wulan " sahut Wulan menunduk sambil terisak
"CUKUP !!!! semenjak kamu dekat dengan laki-laki ini, kamu jadi berani melawan papa."sahut papa wulan
"Tapi pah" sahut Wulan
"MASUK KE KAMARMU SEKARANG !!!" amarah papa sudah sampai ke ubun-ubun. Mama segera merangkul wulan menyeret ke dalam, wulan menatap Joko, Joko pun membalas tatapan wulan dengan teduh seakan mengisyarakan
"Aku tidak apa-apa, masuklah semua akan baik baik saja" dengan berat hati Wulan masuk ke dalam rumah. Papa kembali menatap Joko
__ADS_1
"Kamu butuh uang berapa?" sahut papa wulan, membuat joko Mengernyitkan keningnya
“Maksud om?" Tanya Joko Neran
"Kamu butuh uang berapa Agar bisa menjauhi wulan " sahut papa wulan dengan nada merendahkan
"Maaf om, saya tidak butuh uang anda. Saya memang orang sederhana, seorang yang hidup sebatang kara tetapi saya masih punya harga diri. Saya tulus mencintai dan menyayangi wulan karena hatinya bukan karna harta ataupun sesuatu yang dimiliki wulan. saya gak ada niatan sama sekali untuk memeras wulan apalagi sampai memorotinya. Saya selalu mengusahakan segalanya dari hasil saya sendiri tanpa harus menerima pemberian dari oranglain."sahut Joko tenang dengan nada sopan
"Sombong sekali kau !! Saya tidak punya waktu buat ngedengerin ocehan kamu. Saya minta kamu jauhin wulan, kamu harus sadar siapa kamu dan siapa wulan , level kalian berbeda jauh seperti langit dan bumi. Saya gak mau lihat kamu dekat lagi sama wulan "sahut papa Wulan dan beranjak masuk ke rumah dan menutup pintu dengan sangat keras. Seperti ditimpa reruntuhan diatas kepalanya joko terdiam beberapa saat menahan sesak di dada nya. Dan perlahan Joko berjalan keluar pagar rumah. Petir menyambar dilangit menandakan akan turun hujan, dan seketika hujan turun hujan, dan seketika hujan turun dengan derasnya membasahi tubuh joko yang sedang berjalan yang kini telah melepas jasnya.
"AGHHHH,,,, SIALLLLL" Teriak Joko sambil menendang botol didepannya.
"Baru saja kebahagiaan itu datang. Sekarang malah jadi kayak gini. Aghhhhhhhh" sahut Joko sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Bersambung.....
__ADS_1