
Wulan berlari kea rah jendela saat mendengar petir dan turun hujan.
"Joko,,, kamu dimana sekarang? Maafkan papa ku joko," Sahut Wulan dengan mata yang sembab terus menangis. Tiba-tiba pintu kamar wulan terbuka, membuat wulan menengok saat melihat papanya yang masuk wulan segera menghapus air matanya. Papa wulan berdiri agak jauh dari wulan
"Papa gak bisa keras atau kasar sama kamu lan, papa harap kamu tidak akan mengecewakan papa. Papa gak mau liat kamu deket-deket sama cowok tengil itu..."omongan papa Wulan terpotong oleh wulan
"Dia punya nama, namanya Joko"sahut Wulan
"Papa gak perduli siapapun namanya, pokoknya papa gak mau liat kamu deket deket lagi sama dia." Tegas papa
"Tapi pa..."belum selesai omongan wulan , papa sudah memotongnya
"Papa tidak mau dibantah, kalau kamu tetep tidak menurut terpaksa papa akan kirim kamu ke singapura ke tante emillya" sahut papa tegas dan beranjak keluar kamar membuat wulan mematung seakan atap diatas kepalanya runtuh tepat dikepala wulan sehingga membuat kakinya lemas membuat wulan terduduk sambil menangis terisak. Mama menghampiri wulan dan duduk disamping wulan .
"Sayang,"sahut mama membelai kepala wulan
"Kenapa papa sejahat ini mah, kenapa harta begitu penting dimata papa, kenapa mah, hikz.... hikz.... hikzzz..." sahut Wulan terus terisak dipelukan mamanya
"Kamu tenang yah sayang, papa kamu bersikap seperti ini karena dia sayang sama kamu, papa gak mau kamu salah memilih pasangan" sahut mama Wulan
"Tapi Joko anak baik mah, kalau mamah kenal sama dia mamah pasti akan sangat kagum sama dia mah,"Wulan mendongakkan kepalanya menatap mamanya dengan sendu
"Iya sayang mamah tau, kamu yakinlah pada tuhan kalau kalian berjodoh pasti kalian akan bersama lagi" sahut mama memeluk anak sematang wayangnya seakan menenangkan wulan.
******
Dengan lemas dan sendu, wulan turun menuju tempat makan yang terlihat sudah ada papa dan mamanya.
"Sini sayang, kita sarapan dulu" sahut mama mengambilkan roti dan mengoleskannya dengan selai strawberry kesukaan wulan
"Aku gak lapar, aku langsung berangkat mah, pah"sahut Wulan mencium tangan mama dan papanya
"Kamu berangkat bareng sama mang entis, kamu kemana-kemana harus diantar sama mang entis."sahut papa Wulan datar
Wulan menghela nafas, "Wulan berangkat dulu, assalamu'alaikum" sahut Wulan beranjak meninggalkan kedua orangtuanya.
Dikampus terlihat sudah ada teman-temannya yang sedang berkumpul sambil mengobrol, Wulan menatap kesemua ruangan mencari sosok joko, tetapi sosok yang dia cari tidak terlihat batang hidungnya.
"Hai Lan,"sahut Santi melambaikan tangan, wulan berjalan mendekati teman-temannya.
"Ciee yang semalam abis kencan"sahut Ria tersenyum jail
__ADS_1
"Eitss,ko mukanya cemberut gitu. Bukannya dinnernya semalam romantic yah"sahut Rassya menatap Wulan
Wulan tersenyum kecil, dan menundukkan kepalanya mangambil nafas yang terasa sulit dan sesak. Dan kembali mendongakkan kepalanya melihat kearah teman-temannya dengan senyum terpaksa.
"Ron, Joko belum dateng?" Tanya wulan
"Sepertinya dia gak masuk lan, soalnya kan Cuma satu mata kuliah. Dia ada kerjaan dikantor papa" Jelas Roni Wulan mengangguk
"Kamu gpp kan lan ?" Tanya Santi berdiri menatap Wulan yang sendu, matanya sudah dipenuhi airmata yang hampir tumpah. Santi hapal sekali karakter wulan segera memeluk wulan dengan mengelus punggung Wulan.
"Loe cerita sama gw lan ? Ada apa?"Tanya Santi mencoba menenangkan wulan , tak mampu membendung lagi, airmata wulan tumpah membasahi pipinya dengan terisak menandakan hatinya bener-bener perih. Membuat 3temannya melihat Wulan dengan bertanya-tanya.
Setelah terasa tenang wulan menceritakan semuanya apa yang terjadi semalam.
"Tega banget sich, kasihan Joko dhina-hina gitu !! pantes aja semalam dia pulang dengan sangat amburadul, pakaian yang basah, wajah yang kacau" sahut Roni merasa kesal membuat wulan menangis kembali
"Semua orangtua pasti slalu ingin yang terbaik buat anaknya" sahut Santi mencoba menetralkan keadaan
"Kita harus memikirkan gimana caranya untuk meyakinkan bokapnya wulan kalau joko gak seperti apa yang dia kira." Sahut Rassya
Kini semuanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing.
****
Malam ini ku lihat bulan
Tak terjatuh lalu terurai
Ku nggak ngerti apa yang harus
Ku lakukan Hari ini
aku putuskan Untuk jauh
aku langkahkan kaki
Untuk pergi dari dirimu
Biarkanlah kan kubawa
Sejuta harapan yang indah
__ADS_1
Yang pernah kita lalui Saat bersama
Ku harap kau bisa mengerti
Cinta kita tak direstui
Malam ini harus Rela ku pergi
Maafkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu Semua ini
Aku lakukan Untuk kebaikanmu Dengarkanlah
kekasih Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Meski ku tahu ini menjadi Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan Untuk kebaikanmu
Bersambung....
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...****************...
__ADS_1