
Wulan berjalan memasuki rumah, terlihat mama dan papa yang sedang berdiskusi diruang keluarga segera menghampiri wulan.
"Sayang kamu baik-baik saja kan nak?" sahut mama khawatir
Wulan hanya menggelengkan kepalanya dan terus berjalan menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Wulan duduk dimeja belajarnya dan membuka surat yang dikasih oleh Roni.
To my princess Wulan Gunawan....
Maafin aku sayang, karena aku tidak berbicara langsung denganmu dan malah lewat surat ini. Aku gak mampu harus berbicara langsung denganmu. Mungkin sekarang aku sudah tak ada lagi disampingmu, tapi percayalah kamu slalu ada dihatiku. Kamu tau gak kalau kamu adalah wanita pertama yang sudah menggetarkan hatiku dan membuat aku tergila-gila. Memang aku pernah berpacaran sama beberapa wanita dimasalalu tetapi itu hanya sekedap saling menyukai tetapi saat denganmu kamu mampu menaburkan berjuta bunga dan warna dalam hidupku menyembuhkan pedih dan rasa rinduku pada kasih sayang orangtuaku. Aku gak menyangka kalau wanita yang mampu membuat aku seperti ini adalah musuh bebuyutanku yang sangat aku benci dari setahun yang lalu tetapi sekarang menjadi wanita yang sangat aku cintai, karma memang berlaku.
Wulan sesekali tersenyum dalam tangisannya membaca surat joko sambil berjalan kebalkon kamar.
__ADS_1
Tetapi aku tidak menyesalinya lan, aku malah bersyukur untuk itu. Dan semakin besar rasa cintaku pada saat ujian hubungan kita. Aku tak mampu jauh lagi darimu lan. Aku tak mampu lagi tak bersamamu. Aku ingin lebih dari seribu malam dan hari bersamamu, membangun sebuah keluarga sederhana bersamamu dan anak-anak kita kelak, tetapi kenyataannya tidak sejalan dengan apa yang aku mau. Kalau saja tuhan masih memberiku kesempatan aku ingin terus disampingmu dan terus mencintaimu, tetapi waktuku telah habis dan aku ingin meminta kepadamu biarkan cinta ini hidup untuk sekali saja. Wulan kembali terisak membaca surat dari joko.
Aku merasakan rasa pedih yang kamu rasakan saat memanggil namaku dan membutuhkanku merintih didalam kesepian. Sebenarnya aku ingin sekali memelukmu dan menenangkanmu tetapi aku tak mampu untuk melakukan itu. Maafkan aku wulan kalau aku tidak mampu menepati janjiku, maafkan aku karna tak ada lagi disisimu, maafkan aku menumbuhkan rasa pedih dalam hatimu, rasa sesak dalam dadamu. Jangan pernah kamu menyesali semuanya lan, ini bukan salahmu ini adalah takdir tuhan, tetaplah jalani kehidupanmu seperti biasa, tetaplah capai cita-cita dan impianmu, tetaplah ceria, tetaplah bahagiakan jiwamu. Aku akan slalu hidup dihatimu, aku sangat menyayangimu my princess kau adalah hidupku, kau adalah jiwaku. Tetaplah jalani hidup buatku sayang. Dan ini adalah cincin pertunangan kita yang akan aku pakaikan dijari manismu minggu depan dihari pertunangan kita. Maafkan aku sayang, aku mencintaimu sangatttt Kekasihmu,
Joko
Wulan terduduk dilantai sambil memeluk kertas ditangannya, dan membuka kado kecil yang dipegang ditangan kirinya, saat terbuka terlihat cincin yang sangat indah meskipun sederhana. Segera wulanpakai cincin itu dijari manisnya dan mencium cincin itu dengan kepedihan.
******
"Pa,,, mama setengah berlari menuruni tangga dan menghampiri papa dimeja makan
__ADS_1
"Ada apa mah? Kenapa berlarian gitu?" Tanya papa heran menyimpan Koran yang sedang dia baca
"Pa wulan gak mau buka pintunya dan kamarnya gelap sekali pa," sahut mama khawatir
"Mungkin wulan masih tidur mah, biarkan saja dulu mungkin dia membutuhkan waktu untuk menyendiri"
"Tapi mama takut wulan berbuat nekad pa" sahut mamah sangat khawatir
"Dia rajin solat dan beribadah mah, papa yakin dia tidak akan melakukan hal konyol itu, biarkan saja dulu. Dia pasti sangat terluka karena kehilangan joko" sahut papa mencoba menenangkan mama.
Dikamar wulan terlihat gelap gulita tidak ada lampu yang nyala sedikitpun, gordeng kamarpun tidak wulan buka seakan tidak ingin cahaya matahati sedikitpun masuk ke kamarnya. Terlihat wulan duduk disamping ranjang paling pojok dan paling tak terlihat dengan memeluk lututnya dan wajah yang menunduk terdengar isakan isakan kecil menandakan wulan masih menangis dari semalam.
__ADS_1
Bersambung.....