Cinta Yang Hilang Telah Kembali

Cinta Yang Hilang Telah Kembali
Episode 32


__ADS_3

Papa berbarengan dengan keempat teman wulan dan memasuki kamar wulan yang kini tengah ada dokter yang sedang memeriksanya.


"Gimana anak saya dok?" Tanya papa


"Magh wulan  sudah kronis pa rizal, perutnya kosong, keadaannya sangat parah. Dia mengalami syok yang berat, saya harap hari ini dia bisa makan dan minum obatnya. Dan bajaklah dia keluar, menikmati suasana indah diluar jangan biarkan dia terus mengurung diri disini takutnya syok yang berkelanjutan mengakibatkan gangguan kejiwaannya." Jelas dokter dan berhasil membuat orang yang berada disana syok.


"Ini resepnya bu, tolong segera berikan kepada wulan." menyodorkan resep obat ke mama wulan .


"Saya permisi" sahut dokter dan berlalu.


"Sayang,, bangun nak" sahut mama yang dari tadi duduk diranjang disamping wulan, sambil membelai wajah wulan.


"Aku gak menyangka wulan akan jadi separah ini" sahut santi berkaca-kaca


"Tolong bantu om, Santi, Roni, Ria, Rassya. Tolong bantu om mengembalikan wulan seperti dulu" sahut papa yang kini berkaca-kaca menatap wulan


"Om tenang aja om, kita juga sangat menyayangi wulan dan kita akan membantu wulan  menyembuhkan luka dalam hati nya" sahut Rassya


" Mungkin yang bikin wulan jadi seperti ini bukan hanya kehilangan joko tetapi karena dia penyebab kematian joko. Rasa bersalah yang besar menjadikan dia seperti ini. Mungkin dia ingin menghukum dirinya sendiri" Jelas Ria


"Sepertinya seperti itu, aku gak kuat liat wulan menderita seperti ini" sahut Santi yang kini menangis dipelukan Roni.


******


Wulan terbangun dan melihat kamarnya yang terang karena cahaya lampu dan cahaya matahari yang menerobos kecelah jendela. Dengan kepala yang masih berdenyut karena pusing, wulan beranjak dan sedikit berlari menutup gordeng jendela dan mematikan lampu dan saat itu juga mamah masuk dengan membawa nampan makanan.


"Kenapa sayang? Apa ada yang salah?" sahut mama heran


"Jangan pernah membuka gordeng dan menyalakan lampu ini lagi mah, aku gak mau ada cahaya sedikitpun" sahut wulan tengah menangis, mamah menyimpan nampan diatas meja disamping ranjang wulan dan berjalan mendekati wulan. dan membelai rambut wulan


"Kenapa sayang? Bukannya kamu takut kegelapan?" Tanya mamah heran

__ADS_1


"Sekarang aku benci terang mah, aku benci cahaya karena itu akan menambah lukaku bahwa kenyataannya joko sudah pergi dari aku untuk selama-lamanya" sahut wulan kembali terisak


"Kamu jangan pernah seperti ini sayang, kamu harus bisa menerima kenyataan ini. Mamah yakin kamu sangat kuat nak, kamu pasti mampu melewati semua ini."


Wulan hanya menggeleng kepalanya sambil menangis, mama langsung memeluk wulan dan membelai rambut dan punggung wulan.


"Masih ada mamah disini sayang, masih ada papa dan teman-temanmu yang akan slalu mendukung dan ada disamping kamu. Jangan hukum diri kamu seperti ini sayang mamah mohon, kembalilah dan jalanilah hidupmu seperti sedia kala." Sahut mamah dan melepaskan pelukannya.


"Dengar sayang, joko akan selalu hidup disini" mamah menunjuk kedada wulan,


"Dia akan slalu hidup disana, kamu hanya kehilangan jasadnya. Tetapi tidak dengan cintanya, percayalah sama mamah. Bangkitlah dan jalani hidupmu, hidupmu masih panjang sayang, penyesalan tidak akan membuat joko kembali padamu" sahut mamah yang kini tengah menangis wulan menatap mamah dan mengangguk


"Maafin aku mah, aku gak tau harus apa dan harus bagaimana. Ini rasanya sangat menyakitkan mah, rasanya setengah dariku telah mati dan kehidupanku kedepan sudah gelap mah" ucap wulan terisak.


"Wulan  merasa wulan gak boleh hidup seperti biasa sementara orang yang paling berarti buatku sudah pergi dariku dan akulah yang membuatnya pergi" wulan tertunduk dan menangis semakin terisak, mamah ikut terisak melihat putri kesayangannya begitu menderita.


"Jangan hukum diri kamu seperti ini sayang, mamah mohon" mamah kembali memeluk wulan , prilly merasa nyaman dipelukan sang ibu, dan mengeluarkan semua kepedihannya lewat tangisan.


xxxx


"Sayang, kamu mau papa antar?" sahut papa


"Tidak pa, wulan dianter mang entis aja, mah pah wulan berangkat dulu"


"Kamu gak sarapan dulu?" Tanya mamah


"Gak mah, nanti aja dikampus. wulan berangkat dulu, assalamu'alaikum" setelah mencium tangan kedua orangtuanya prilly berlalu meninggalkan rumah.


xxxx


Saat masuk kegerbang kampus wulan melihat kearah jalan raya dan terbayang saat saat kejadian kecelakaan yang telah merenggut nyawa joko, membuatnya kembali menjatuhkan lagi air matanya. Saat sampai diparkiran wulan segera turun dan berjalan melewati lorong-lorong kampus hingga terhenti di depan pintu kelasnya.

__ADS_1


Flashback


Wulan berlarian memasuki kelas dan saat dipintu kelas dia bertabrakan dengan seorang laki-laki. Hingga membuat keduanya terjatuh dan menimpa lantai.


" Awwww,," sahut wulan mengaduh dan memegang siku nya.


"Kalau jalan tuch pake mata dong" sahut laki-laki dingin yang kini berdiri dihadapan wulan , dan segera prilly berdiri.


"Heh playboy kampung, loe tuch yang jalan gak liat-liat. Sakit banget tau" wulan kembali mengaduh dan memegang tangannya yang lecet.


"Cengeng banget sich loe" sahut joko yang hanya melirik luka wulan sedikit dan berlalu masuk meninggalkan wulan dan membuat wulan kesal.


****


Joko baru memasuki kelas karena sudah ada dosen dengan cepat menuju bangkunya saat melewati meja wulan, dengan sengaja wulan mengeluarkan kaki kanannya keluar meja dan membuat joko tersandung dan terjatuh dengan posisi tengkurep. Dan mendapat tertawaan dari teman-teman sekelasnya termasuk wulan. joko berdiri dan langsung mendekati wulan dengan sangat emosi.


"Heh mulut mercon maksudnya apa nich ?" tanya joko kesal


"Aduhh,, sakit yahhh rasanya" sahut wulan meledek


"Itu balesan buat loe karna kemarin loe buat gw jatuh" tambah wulan  cuek dan kembali menghadap buku dan membuat joko geram.


"Joko duduk kamu dikursimu" sahut dosen dan dengan kesal joko pun duduk membuat wulan  kembali tertawa dan menjulurkan lidahnya kearah joko.


Flashback off wulan  tertawa pahit.


"Mending gw sama joko kembali lagi kayak dulu berantem seenggaknya gw masih bisa bertemu dan melihat wajah tampannya." Batin wulan  kembali membuatnya berkaca-kaca.


"Wulan ngapain loe berdiri aja dipintu?" sahut ria dan membuat wulan tersadar dari lamunannya dan melihat kekelas yang kini sudah ada teman-teman kelasnya dan keempat sahabatnya menatap wulan dengan iba. wulan berjalan menuju bangkunya tetapi tatapannya tidak lepas dari bangku joko.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2