
Joko terlihat sedang duduk ditaman belakang sambil menatap langit malam yang dipenuhi bintang-bintang malam.
"Mah pah, kalian pasti ngeliat Joko disana. Keputusan joko gak salah kan mah, pah ? tapi kalau memang keputusan digo gak salah kenapa rasanya berat banget kehilangan dan ninggalin Wulan, Cuma dia cwe yang mampu menggetarkan hati joko, dia yang mampu buat joko merasa berarti dan merasakan cinta dan kasih sayang setelah kehilangan kalian. Apa yang seharusnya joko lakukan sekarang?" sahut Joko dengan mengusap majahnya kasar.
Dikamar, Wulan terlihat sedang duduk diatas tempat tidur sambil memeluk boneka kelinci pink putih dari digo, dan tangisan yang tidak henti. Terdengar ketukan pintu dan saat sosok seseorang yang mengetuk pintupun masuk kedalam dan membuat wulan menengok kearah sosok itu.
"Papa" sahut Wulan
"Kenapa kamu gak makan?" Tanya papa dengan datar tanpa menoleh kearah wulan
"Wulan gak lapar pa"sahut Wulan serak sehabis menangis dan menghapus air matanya
"Jangan harap dengan kamu gak makan dan mengurung diri seperti ini papa akan merestui kalian, tidak akan pernah papa setujui" sahut papa datar dan membuat air mata wulan kembali tumpah
__ADS_1
"Kenapa papa setega ini sama Wulan pa? selama ini Wulan gak pernah minta apa-apa dari papa, bahkan setiap papa nawarin apapun ke wulan slalu wulan tolak,. wulan cuma minta restu aja dari papa untuk hubungan Joko sama Wulan, Wulan bener-bener sayang sama joko pa, dia cinta pertama wulan. wulan gak bisa tanpa dia pa" sahut Wulan menatap ke papanya yang terlihat menatap lurus kedepan
"Sudahlah, papa sudah bilang tidak ya tidak. Papa lakuin ini semua demi kebaikan kamu wulan. Papa sayang sama kamu, dan papa gak mau kamu menderita nanti kalau sama anak tengil itu." Kali ini papa melihat kearah wulan
"Dia punya nama pah, namanya Joko"
"Papa tidak perduli siapapun namanya" sahut papa
"Dia tidak seburuk yang papa kira, dia sangat baik pa, dia sangat menyayangi dan mencintai aku pa, dia begitu bertanggung jawab...."ucapan Wulan terpotong
"CUKUP !!! papa gak perduli dia gimana, yang jelas dia sudah mempengaruhi kamu, sekarang kamu terus saja membela dia tanpa memikirkan papa. Kamu tau kan kita ini keluarga terhormat dan terpandang sangat bertolak belakang sama c anak tengil itu. Buka pikiran kamu Wulan, kamu baru mengenalnya dan menyukainya." suara papa mulai meninggi
"Lupakan dia, tinggalkan dia kalau kamu gak bisa ngelakuin itu, papa yang akan ngelakuinnya. Papa akan kirim kamu ke singapure kerumah tante Miranda atau papa yang akan menendang c anak tengil itu keluar dari kampus kalau perlu keluar dari negri ini"sahut papa yang sudah menstabilkan suaranya membuat Wulan kaget bukan main mendengarnya
__ADS_1
"Papa jahat sama wulan, wulan gak bisa hidup tanpa dia pa. wulan sayang sama joko pa" sahut Wulan tetapi papa cuek seakan-akan tidak mendengar dan beranjak keluar kamar wulan.
"Wulan sayang joko pa,, wulan gak bisa hidup tanpa dia" teriak Wulan hingga akhirnya kemhali terisak
Bersambung.....
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit ya, biar bisa dapat notifikasi saat novel ini up. Dan jangan lupa like, vote, dan komentar yang positif. Terimakasih, kalau mau ngasih kritik dan saran juga boleh, itu bagus. Jadi saya tahu mana yang salah dan mana yang benar. Salam hangat dari saya. 🤗
Oh iya, kalau mau lebih dekat dengan sang penulis, teman-teman bisa Follow ig aku @Aisyahsnisa.07atau fb aku Aisyahanisa
...****************...
__ADS_1